Disnaker Kota Dumai Selidiki Kematian Buruh Perkebunan Sawit

Minggu, 09 Mei 2010 06:52 WIB      282 Dibaca  |  0 Komentar

DUMAI–MI: Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai, Riau mulai mengintensifkan penyelidikan kasus kecelakaan kerja (K3) yang menewaskan Reno Nanto Siahaan (26), buruh Helper CV Inti Nusantara, subkontraktor PT Wilmar Grup. Reno tewas saat jam kerja di lokasi pembuangan ampas tandan buah sawit (jamkos) pada 16 April 2010, di Kawasan Industri Dumai, Pelintung, Medang Kampai, Dumai.

Dari hasil penyelidikan Disnaker bersama pihak kepolisian, Reno diduga jadi korban pembunuhan karena saat ditemukan tewas dalam kondisi leher tersayat, tangan patah dan kepala bocor. Kabid Pengawasan dan Syarat Kerja Disnaker Dumai, Muhammad Fadhly, didampingi Eka Budi, pegawai pengawas, Sabtu (8/5)  menjelaskan Reno ditemukan tewas tertimbun di fiber kelapa sawit di lingkungan Empty Banck PT Murini Samsam oleh seorang pekerja operator loader alat berat sekitar pukul 03.00 WIB.

Muncul kecurigaan bahwa Reno mati terbunuh karena melihat kondisi fisik mayat dan posisi ditemukannya mayat korban yang berjauhan dengan lokasi kerja membersihkan Jamkos sawit.

“Karena korban ditemukan saat jam kerja maka diindikasikan sebagai korban kecelakaan kerja dan berhak atas semua santunan. Namun, berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, Reno diduga kuat dibunuh karena mengalami sayatan leher, kepala bocor dan patah tangan, serta berjauhan dari lokasi kerja sebenarnya. Untuk persoalan dugaan dibunuh kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” kata Eka.

Dikatakannya, atas dugaan kecelakaan kerja yang menimpa korban, maka Disnaker mulai berkoordinasi dengan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Dumai untuk segera membayarkan semua santunan yang berhak diterima Reno sebagai pekerja yang sudah didaftarkan sebagai penerima Jamsostek.

“Sejauh ini karena ada keraguan dari pihak jamsostek untuk membayarkan santunan kepada korban karena belum mengetahui apakah sudah terdaftar sebagai penerima jamsostek atau belum. Namun setelah kita telusuri ternyata korban berhak atas seluruh santunan dan harus dibayarkan sesuai dengan besaran nilainya yang diatur dalam Undang-undang Jamsostek,” kata Eka. (Ant/OL-06)

mediaindonesia.com

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: