Archive for the Pembunuhan Category

DitikamTetangga hinggaTewas

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan on September 20, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Friday, 19 September 2008

PALEMBANG (SINDO) – Diduga dipicu salah paham,M Umar,23,warga Jalan Naskah III, Lorong Mangga, Kelurahan Sukarami,Palembang, tewas akibat ditikam tetangganya, Tomi,24,Hendra,26,dan Ivan, 22, serta seorang lagi yang belum diketahui identitasnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi kemarin sekitar pukul 07.00 WIB. Korban meninggal dunia akibat menderita luka tusuk masing-masing dua liang di leher dan dua liang di dada. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya,korban yang kritis sempat dilarikan ke RSMH Palembang.

Namun, belum sempat menjalani perawatan, nyawa korban sudah tidak bisa ditolong lagi. Jenazah Umar oleh keluarganya siang kemarin langsung dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Gandus,Palembang. Imron,50,orangtua korban, tampak begitu sedih atas kematian korban.Kepada wartawan, dia mengatakan,anaknya baru 10 bulan menikah.

Setelah membina rumah tangga,anaknya langsung memisahkan diri dan memilih mengontrak di bedeng yang ada di Jalan Nasakah.Dia mendapat kabar anaknya dibunuh dari orang yang datang ke rumahnya.

“Aku idak katik firasat apo-apo, aku baru ketemu dengan anak aku dua ari lalu,jadi aku tekejut nian dapat kabar dak lemak ini,” katanya sedih. Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta) Sukarami Palembang Ajun Komisaris Polisi (AKP) FX Irwan Arianto melalui Wakapolsekta Inspektur Polisi Satu (Iptu) Armansyah membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut dan pihaknya kini masih terus mengejar para tersangka. (dadang dinata)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-selatan/ditikamtetangga-hinggatewas-2.html

Majikan dan Pembantu Tewas Dibantai

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 19, 2008 by forthesakeofneverendinglove

19/08/2008 01:08 Kasus Pembunuhan

Liputan6.com, Jakarta: Seorang majikan dan pembantunya ditemukan tewas dalam rumah di Kompleks Vila Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (18/8). Kedua korban ditemukan dalam keadaan membusuk. Sejumlah luka ditemukan di tubuh kedua korban.

Penemuan mayat Goni Kang dan pembantunya, Hikmah, berawal dari kecurigaan warga terhadap bau busuk dari rumah itu. Setelah dicek, Goni Kang yang merupakan pengusaha restoran bubur ayam di kawasan Permata Hijau terbujur kaku. Demikian juga dengan Hikmah.

Identifikasi dan evakuasi mayat cukup memakan waktu. Sebab kedua mayat ditemukan terpisah dalam kamar dan belakang rumah. Diduga kematian korban akibat dendam pribadi. Sebab tidak ada barang yang rusak bahkan mobil korban masih terparkir di garasi rumah.

Sebelum tewas, diduga korban melawan pelaku yang diperkirakan lebih dari satu. Dari tempat kejadian, polisi menemukan sejumlah dokumen yang mengarah ke pelaku. Kini kasus ini ditangani jajaran Kepolisian Sektor Metro Kebon Jeruk.(JUM/Rahadiyanto Rahmad)

http://www.liputan6.com/hukrim/?id=163932

Mayat Pembantu Ditemukan di Kantong Plastik

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 17, 2008 by forthesakeofneverendinglove

17/08/2008 05:25 Kasus Pembunuhan

Liputan6.com, Jakarta: Kekerasan terhadap pembantu rumah tangga kembali terjadi. Seorang pembantu ditemukan tewas terbungkus plastik di Jalan Aren, RT 07/RW 03, Palmerah, Jakarta Barat, Ahad (17/8) dini hari. Jenasah Tarsini terbujur kaku di dalam sebuah mobil.

Anggota Kepolisian Sektor Palmerah yang datang ke lokasi menemukan Tarsini di bagian belakang mobil. Tarsini diduga tewas dianiaya. Petugas saat ini tengah memintai keterangan beberapa orang saksi. Jenasah Tarsini dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.

Tarsini diketahui sudah bekerja selama enam bulan di rumah sang majikan bernama Toni dan Elis. Sebelumnya sang majikan melaporkan Tarsini tewas terjatuh dari tangga. Sang majikan membungkus jenazah Tarsini dan hendak membawanya ke rumah sakit. Namun menurut tetangga rumah korban, korban terlihat lemas pada pagi harinya. Sekujur tubuh korban banyak luka lebam.(TOZ/Albert Ade)

http://www.liputan6.com/hukrim/?id=163853

Stres, Anak Kandung Tewas Digantung

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 12, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Senin, 11 Agustus 2008 | 21:28 WIB

PEKALONGAN, SENIN- M Teguh Santosa (38) ternyata tak seteguh dan sekuat namanya. Diduga karena stres, ia tega menggantung anaknya di pohon mangga. Tentu saja Makmur Baharullah (6) tewas. 

Peristiwa tragis yang terjadi Desa Rowo Kembu, Kecematan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (11/8), ini pertama kali diketahui ketika salah seorang warga, Warjo (72).

Saat itu Mbah Warjo bermaksud buang hajat di sawah. Di tengah jalan ia melihat seseorang sedang tidur di bawah pohon mangga. Karena tak ada yang ganjil, ia berlalu begitu saja. Akan tetapi, ketika ia kembali dari buang hajat dan melintas di jalan yang sama, matanya tertumbuk pada sesosok tubuh yang menggantung di pohon mangga, persis di atas Tegun tertidur.

“Semula saya tidak tahu, jika yang tidur di bawah pohon adalah Teguh. Saya semakin terkejut ketika melihat di atas pohon mangga ada anak tergantung dalam kondisi sudah tewas,” katanya.

Warjo kemudian menghubungi tetangga lainnya, yaitu Kusnoto (60) dan melaporkan kasus itu ke Ketua RT 09/ RW 04, Bambang Supriyatin. Saat tiba di lokasi kejadian bersama warga, Teguh Santosa sudah di atas pohon sambil bertiduran.

Ketika didatangi oleh sejumlah warga, Teguh berusaha menjatuhkan diri dari pohon mangga. “Saat ditanya dirinya mengatakan anaknya sudah dibunuh karena dipanggil Tuhan,” katanya.

Petugas yang mendapat laporan dari warga mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban yang sudah kaku dan tak bernyawa. “Posisi anak itu terikat dengan sobekan kain sarung di salah satu dahan pohon mangga setinggi sekitar 3,5 meter” kata Ketua RT 09, Bambang.

Jenazah Makmur kemudian diturunkan dan dibawa ke RSUD Kraton untuk divisum, sedangkan tersangka Teguh diamankan di kantor polisi setempat. 

Sering marah-marah

Menurut kakak kandung Teguh bernama Ida, Teguh dalam beberapa hari terakhir memang sering marah-marah dan berkata sendiri seperti orang stres. “Terakhir, adik saya (Teguh Santosa) berbicara sendiri dan marah-marah tentang masalah BLT,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Ajun Komisaris Besar Aan Suhanan melalui Kepala Kepolisian Sektor Wonopringgo Ajun Komisaris Prajoko mengatakan, polisi belum bisa memastikan motif pembunuhan. Namun dari pemeriksaan sementara polisi mencurigai kejiwaan tersangka yang menjawab seenaknya dan terlihat tidak menyesal.

“Kepada penyidik, tersangka mengakui membunuh anaknya karena dia sayang dan ingin mempertemukan anaknya dengan Tuhan,” katanya. 

Sebelum peristiwa itu, tersangka mengaku membawa istrinya, Wiwid (29) dan dua anaknya, yaitu Nurdin (8) dan Makmur Baharullah (6) ke sawah untuk diajak menghadap Tuhan. “Namun tersangka baru sempat membunuh anak bungsunya karena anak sulung dan istrinya minta pulang,” katanya.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/11/2128193/stres.anak.kandung.tewas.digantung

Paman Dibunuh Menantu

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan on August 12, 2008 by forthesakeofneverendinglove

11/08/2008 11:51 Kasus Pembunuhan
Liputan6.com, Kupang: Lasarus Riang Kaha, warga Desa O-Eltua Kupang, Nusa Tenggara Timur, nekat menganiaya sang paman, Thobias Amnahas, hingga tewas, baru-baru ini. Naomi Amnahas, istri tersangka menuturkan, Thobias yang masih membujang kerap mengganggu saat Lasarus pergi melaut. Bahkan sebulan lalu Namoi nyaris diperkosa sehingga Lasarus menyimpan dendam.

Kepada polisi, tersangka mengaku tidak kuasa membendung emosi karena korban ingkar janji. Sebelumnya di hadapan keluarga besar korban meminta maaf dan berjanji tidak akan mengganggu Naomi. Kasus ini kini ditangani Kepolisian Sektor Kupang Tengah.(YNI/Didimus Payong Dore)

http://www.liputan6.com/buser/?id=163586

Diduga Akibat Kemiskinan Bapak Stres Bunuh Anak

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan on August 11, 2008 by forthesakeofneverendinglove

11/08/2008 11:55 wib – Daerah Aktual
Berencana Habisi Seluruh Anggota Keluarga

Kajen, CyberNews. Diduga stres akibat didera kemiskinan, seorang bapak tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri dengan cara mencekik  dan mengikat jasad korban di pohon mangga, Senin (11/8) pagi tadi. Bahkan, tersangka sebelumnya berencana membunuh seluruh anggota keluarganya.

Tersangka, Teguh Santoso (35), warga Dukuh Kedaung Rejo RT 09 RW 04, Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo ditangkap aparat Polsek Wonopringgo tanpa perlawanan, beberapa jam setelah diduga membunuh anak kandungnya sendiri itu. Korban, Amat Bahar (6) siswa TK Getas ditemukan tewas terikat di pohon mangga setinggi 3 meter di dekat kali.

Pagi tadi, aparat Polres Pekalongan dan Polsek Wonopringgo masih memintai keterangan tersangka dan istrinya, di Mapolsek Wonopringgo. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Aan Suhanan Msi didampingi Kasat Reskrim AKP Sugeng langsung terjun ke lokasi kejadian.

Ketua RT, Bambang Suprihatin mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang warga, Kus, sekitar pukul 06.00. Kus kemudian melaporkan kejadian tersebut kepadanya dan langsung meneruskannya ke Polsek Wonopringgo. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telanjang bulat terikat di pohon mangga.

Sedangkan tersangka tidur di dahan tepat di bawah jasad korban. “Saat warga mulai ramai berdatangan, Teguh (tersangka, red) terjatuh dari pohon dan diamankan polisi,” terang Bambang.

Proses evakuasi jasad korban menarik ratusan warga sekitar. Arus lalu lintas di Jalan Raya Wonopringgo, tepatnya di depan asrama TNI 407 sempat tersendat. Jasad korban dibawa ke RSUD Kraton untuk diautopsi.

Dikumpulkan

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Aan Suhanan MSI melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng yang ditemui di sela-sela evakuasi menerangkan, korban diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, yakni Teguh Santoso (35). Korban dibunuh dengan cara dicekik kemudian diikat di atas pohon mangga.

“Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, tersangka membunuh anaknya karena stres tidak punya uang. Saat diikat di atas pohon, korban sudah meninggal,” terang Sugeng. Tersangka diduga membunuh anaknya sekitar pukul 00.00-01.00 dinihari tadi.

Saat itu, seluruh anggota keluarganya, yakni istrinya, anak pertamanya, Udin (8), siswa kelas 2 SD, dan korban, dibangunkan dari rumah dan dibawa ke area kolong merpati di areal persawahan di sebelah selatan desa.

Setelah dikumpulkan, tersangka membawa anak terakhirnya ke bawah pohon mangga di sebelah barat area kolong. Diduga, di sini korban dicekik hingga tewas. Sedangkan, istri dan anak pertamanya urung dibunuh karena menolak.

Tersangka di hadapan penyidik mengakui membunuh anaknya karena mencari kesempurnaan atas perintah Tuhan. Dia berencana membunuh seluruh anggota keluarganya, yakni istri, anak pertama, Udin (8), dan Bahar. Namun, istri dan anak pertamanya menolak, sehingga urung dibunuh.

“Saya membunuh karena perintah Tuhan, demi mencapai kesempurnaan. Saya membunuh anak yang paling kusayangi. Istri dan anak saya yang lain menolak,” terang tersangka.

(Wws, kal /smcn)

http://suaramerdeka.com/

Wanita Muda Dibunuh di Ranjang Hotel

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan on August 11, 2008 by forthesakeofneverendinglove
 

Senin 11 Agustus 2008, Jam: 9:36:00

 
 

JAKARTA (Pos Kota) – Wanita muda dibunuh. Leher korban dijerat pakai sobekan kain. Kedua tangannya diikat ke belakang. Pelaku juga melakban hidung dan mulut wanita malang itu. Peristiwa mengerikan ini terjadi di Hotel Belvena di Jalan Mangga Besar V, Jakarta Barat, Minggu (10/8) dinihari.

Pembunuhan sadis ini tentu saja mengejutkan puluhan tamu yang menginap di hotel tersebut. Dua lelaki yang membawa korban menginap di hotel dan diduga petugas Polsek Tamansari sebagai pelakunya, melarikan diri. Kedua pembunuh itu meninggalkan jejak karena wajahnya terekam di CCTV hotel.

Mayat wanita muda yang sudah membiru belakangan diketahui bernama Asiyah binti Takwa, 25. Dari KTP yang ditemukan di dompet milik korban berikut uang Rp30.000, almarhumah beralamat di Jalan Gelanggang I Wena RT 03/11 Kel. Waena Heram, Jayapura. Di KTP itu, Asiyah lahir di Indramayu, Jawa Barat.

Petugas Polsek Tamansari dan Resmob Polres Jakarta Barat, hingga Minggu malam masih mengejar dua lelaki, salah satunya bernama Dedy Africo yang sempat meninggalkan SIM kepada resepsionis hotel.

Kapolsek Tamansari Kompol Imam Saputra Sik, mengatakan, “Kami sudah membentuk tim untuk memburu mereka.”

Menurut Imam, jika melihat tidak adanya harta benda korban yang hilang, kemungkinan motif pembunuhan itu bukan soal ekonomi. ” Bisa saja berlatar belakang dendam, ” tambah kapolsek.

PAMIT CARI MAKANAN

Diperoleh keterangan, Sabtu (9/8) siang sekitar Pkl 10:30, Asiyah datang ke Hotel Belvena bersama dua lelaki muda. Salah satunya menemui resepsionis mengaku bernama Indra Haryono. Ia menyerahkan SIM atas nama Dedy Africo berlamat di Jalan Koto Tuo Silampauang, Padang, Sumbar. Wajah Indra dan Dedy serta Asiyah terekam di CCTV. Selanjutnya, bertiga mereka masuk ke kamar No. 102, dengan tarif Rp 95.000 per enam jam.

Menjelang petang, sekitar Pkl 16:30, salah satu pelaku terlihat resepsionis pergi meninggalkan hotel. ” Lelaki itu mengaku hendak beli makanan. Ia mengatakan teman wanitanya masih di kamar,” cerita Muhammad Zajuli, 35, satpam di hotel tersebut.

Baru pada Pkl 17:30, resepsionis kembali menelepon ke kamar, untuk menanyakan apakah akan diperpanjang waktunya. Berkali-kali ditelepon tak ada yang mengangkat. Hal ini menimbulkan kecurigaan petugas hotel. Meskipun begitu petugas hotel belum berani membuka kamar, karena menduga lelaki yang pamit mencari makanan akan kembali.

Setelah lelaki yang pamit itu tak juga datang, sedangkan telepon kamar tidak dijawab, pihak hotel membuka paksa pintu kamar menggunakan kunci duplikat, sebab kunci aslinya dibawa lelaki yang hilang misterius. Ketika pintu kamar terbuka, karyawan hotel menyaksikan pemandangan mengerikan di atas ranjang.

Wanita muda yang mengenakan tanktop hitam dan ditutupi baju kaos merah serta memakai celana panjang jeans, tergolek di ranjang. Asiyah sudah tidak bernyawa. Lehernya dijerat pakai sobekan kain. Kedua tangannya diikat dan mulut serta hidungnya dilakban.

Polisi yang memeriksa mayat menemukan luka bekas hantaman benda tumpul di bawah mata kiri korban. Bahkan, hidung dan mulut wanita ini mengeluarkan darah. Besar dugaan, Asiyah lebih dulu disiksa pelaku. Selain menyita rekaman CCTV, petugas meminta keterangan beberapa karyawan hotel.

 

(warto/ silaen/yahya/r/j)

 

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=42924&ik=2

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.