Archive for the Penganiayaan Category

TKW Tewas Dianiaya di Malaysia

Posted in Berita, Kematian, Penganiayaan on September 20, 2008 by forthesakeofneverendinglove

19/09/2008 13:33 – Kasus Pembunuhan

Liputan6.com, Semarang: Seorang tenaga kerja wanita asal Cilacap, Jawa Tengah, tewas dianiaya keluarga majikannya di Selangor, Malaysia, sepekan silam. Namun, jasad Siti Fatonah baru tiba di Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, Jumat (19/9) pagi.

Berdasarkan pantauan SCTV, pemulangan jenazah Siti Fatonah menggunakan pesawat Airway Bill dari Malaysia. Setibanya jenazah, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno secara resmi menyerahkannya kepada ayah korban, Ahmad Sanusi. Sang ayah pun tak kuasa menahan air mata. Jenazah lalu dibawa ke rumah duka di Desa Tritih Lor, Jeruk Legi, Cilacap.

Siti Fatonah bekerja di Selangor, sejak 12 September 2005. Ia tinggal bersama majikan bernama Phoy Yow Yong. Erman Suparno mengatakan, hasil otopsi membuktikan bahwa korban tewas akibat penganiayaan. Namun, pelaku sudah ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

Hal serupa juga menimpa Ngatmiatun, seorang TKW asal Grobogan Jawa Tengah. Ia disiksa majikannya hingga lumpuh dan luka di sekujur tubuh. Perempuan berusia 19 tahun itu kini direhabilitasi di shelter TKI Hanura di Pontianak, Kalimantan Barat. Padahal, Ngatmiatun baru bekerja empat bulan di warung kopi di daerah Miri, Malaysia. Gaji yang dijanjikan 400 ringgit Malaysia per bulan pun belum dibayar.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)

 

http://www.liputan6.com/hukrim/?id=165415

Majikan dan Pembantu Tewas Dibantai

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 19, 2008 by forthesakeofneverendinglove

19/08/2008 01:08 Kasus Pembunuhan

Liputan6.com, Jakarta: Seorang majikan dan pembantunya ditemukan tewas dalam rumah di Kompleks Vila Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (18/8). Kedua korban ditemukan dalam keadaan membusuk. Sejumlah luka ditemukan di tubuh kedua korban.

Penemuan mayat Goni Kang dan pembantunya, Hikmah, berawal dari kecurigaan warga terhadap bau busuk dari rumah itu. Setelah dicek, Goni Kang yang merupakan pengusaha restoran bubur ayam di kawasan Permata Hijau terbujur kaku. Demikian juga dengan Hikmah.

Identifikasi dan evakuasi mayat cukup memakan waktu. Sebab kedua mayat ditemukan terpisah dalam kamar dan belakang rumah. Diduga kematian korban akibat dendam pribadi. Sebab tidak ada barang yang rusak bahkan mobil korban masih terparkir di garasi rumah.

Sebelum tewas, diduga korban melawan pelaku yang diperkirakan lebih dari satu. Dari tempat kejadian, polisi menemukan sejumlah dokumen yang mengarah ke pelaku. Kini kasus ini ditangani jajaran Kepolisian Sektor Metro Kebon Jeruk.(JUM/Rahadiyanto Rahmad)

http://www.liputan6.com/hukrim/?id=163932

Mayat Pembantu Ditemukan di Kantong Plastik

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 17, 2008 by forthesakeofneverendinglove

17/08/2008 05:25 Kasus Pembunuhan

Liputan6.com, Jakarta: Kekerasan terhadap pembantu rumah tangga kembali terjadi. Seorang pembantu ditemukan tewas terbungkus plastik di Jalan Aren, RT 07/RW 03, Palmerah, Jakarta Barat, Ahad (17/8) dini hari. Jenasah Tarsini terbujur kaku di dalam sebuah mobil.

Anggota Kepolisian Sektor Palmerah yang datang ke lokasi menemukan Tarsini di bagian belakang mobil. Tarsini diduga tewas dianiaya. Petugas saat ini tengah memintai keterangan beberapa orang saksi. Jenasah Tarsini dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.

Tarsini diketahui sudah bekerja selama enam bulan di rumah sang majikan bernama Toni dan Elis. Sebelumnya sang majikan melaporkan Tarsini tewas terjatuh dari tangga. Sang majikan membungkus jenazah Tarsini dan hendak membawanya ke rumah sakit. Namun menurut tetangga rumah korban, korban terlihat lemas pada pagi harinya. Sekujur tubuh korban banyak luka lebam.(TOZ/Albert Ade)

http://www.liputan6.com/hukrim/?id=163853

Stres, Anak Kandung Tewas Digantung

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 12, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Senin, 11 Agustus 2008 | 21:28 WIB

PEKALONGAN, SENIN- M Teguh Santosa (38) ternyata tak seteguh dan sekuat namanya. Diduga karena stres, ia tega menggantung anaknya di pohon mangga. Tentu saja Makmur Baharullah (6) tewas. 

Peristiwa tragis yang terjadi Desa Rowo Kembu, Kecematan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (11/8), ini pertama kali diketahui ketika salah seorang warga, Warjo (72).

Saat itu Mbah Warjo bermaksud buang hajat di sawah. Di tengah jalan ia melihat seseorang sedang tidur di bawah pohon mangga. Karena tak ada yang ganjil, ia berlalu begitu saja. Akan tetapi, ketika ia kembali dari buang hajat dan melintas di jalan yang sama, matanya tertumbuk pada sesosok tubuh yang menggantung di pohon mangga, persis di atas Tegun tertidur.

“Semula saya tidak tahu, jika yang tidur di bawah pohon adalah Teguh. Saya semakin terkejut ketika melihat di atas pohon mangga ada anak tergantung dalam kondisi sudah tewas,” katanya.

Warjo kemudian menghubungi tetangga lainnya, yaitu Kusnoto (60) dan melaporkan kasus itu ke Ketua RT 09/ RW 04, Bambang Supriyatin. Saat tiba di lokasi kejadian bersama warga, Teguh Santosa sudah di atas pohon sambil bertiduran.

Ketika didatangi oleh sejumlah warga, Teguh berusaha menjatuhkan diri dari pohon mangga. “Saat ditanya dirinya mengatakan anaknya sudah dibunuh karena dipanggil Tuhan,” katanya.

Petugas yang mendapat laporan dari warga mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban yang sudah kaku dan tak bernyawa. “Posisi anak itu terikat dengan sobekan kain sarung di salah satu dahan pohon mangga setinggi sekitar 3,5 meter” kata Ketua RT 09, Bambang.

Jenazah Makmur kemudian diturunkan dan dibawa ke RSUD Kraton untuk divisum, sedangkan tersangka Teguh diamankan di kantor polisi setempat. 

Sering marah-marah

Menurut kakak kandung Teguh bernama Ida, Teguh dalam beberapa hari terakhir memang sering marah-marah dan berkata sendiri seperti orang stres. “Terakhir, adik saya (Teguh Santosa) berbicara sendiri dan marah-marah tentang masalah BLT,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Ajun Komisaris Besar Aan Suhanan melalui Kepala Kepolisian Sektor Wonopringgo Ajun Komisaris Prajoko mengatakan, polisi belum bisa memastikan motif pembunuhan. Namun dari pemeriksaan sementara polisi mencurigai kejiwaan tersangka yang menjawab seenaknya dan terlihat tidak menyesal.

“Kepada penyidik, tersangka mengakui membunuh anaknya karena dia sayang dan ingin mempertemukan anaknya dengan Tuhan,” katanya. 

Sebelum peristiwa itu, tersangka mengaku membawa istrinya, Wiwid (29) dan dua anaknya, yaitu Nurdin (8) dan Makmur Baharullah (6) ke sawah untuk diajak menghadap Tuhan. “Namun tersangka baru sempat membunuh anak bungsunya karena anak sulung dan istrinya minta pulang,” katanya.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/11/2128193/stres.anak.kandung.tewas.digantung

2 Pria Tinggalkan Mayat Gadis di Hotel

Posted in Agustus, Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 11, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Senin, 11 Agustus 2008 | 09:18 WIB

JAKARTA, SENIN – Seorang gadis asal Indramayu, Jawa Barat, Aisah, ditemukan tewas di kamar Hotel B di Manggabesar, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (10/8) dini hari. Petugas hotel mencatat, wanita berusia 25 tahun itu check in pada Jumat (8/8) malam bersama dua pria.

Kondisi gadis asal pantura Jawa Barat itu sangat memprihatinkan. Kaki dan lehernya terikat, sementara mulutnya tersumpal kaus kaki. Polisi memastikan Aisah adalah korban pembunuhan. Hingga semalam, polisi masih melacak kedua pria teman Aisah.

Kepala Polsektro Tamansari Kompol Imam Saputra menjelaskan, ketika check in, Aisah dan dua pria temannya memesan kamar untuk satu malam. Aisah menyerahkan KTP-nya kepada petugas hotel untuk dicatat. Setelah itu petugas hotel memberikan kunci kamar 102.

Pada Sabtu siang, petugas hotel menelepon kamar 102 untuk memberi tahu bahwa waktu menginap sudah habis. Pria yang menjawab telepon itu mengatakan bahwa mereka memperpanjang waktu menginap. “Menurut resepsionis yang bertugas hari itu, salah satu laki-laki di kamar itu mengatakan mereka memperpanjang waktu menginap hingga satu hari lagi,” kata Imam kemarin.

Petugas hotel kemudian meminta penghuni kamar itu datang ke resepsionis untuk melunasi pembayaran perpanjangan sewa kamar. Ternyata, sampai Sabtu malam tak seorang pun dari penghuni kamar 102 datang untuk melunasi pembayaran.

Polisi menduga kedua pria tersebut meninggalkan hotel secara terpisah untuk mengelabui petugas hotel. “Diduga, pria yang terakhir keluar mengunci pintu kamar dan membawa kabur kuncinya,” kata Imam.

Pada Minggu (10/8) dini hari, petugas hotel mendatangi kamar 102. Meski telah diketuk berulang kali, namun tak ada jawaban. Petugas hotel lantas membuka paksa pintu kamar tersebut. Begitu pintu terkuak, Aisah didapati telentang di tempat tidur dalam kondisi tak beryawa.

Penemuan mayat tersebut membuat gempar Hotel B. Petugas hotel lantas melapor ke Mapolsektro Tamansari. Setelah polisi memeriksa lokasi kejadian, jenazah Aisah dikirim ke RSCM.

“Kami sudah mengantungi identitas kedua pria yang datang bersama gadis itu. Sampai sejauh ini belum jelas motif pembunuhan itu,” kata Imam. Petugas, katanya, masih menyelidiki motif kasus itu, apakah pembunuhan atau perampokan disertai pembunuhan. “Kami masih menyelidiki apakah barang-barang korban ada yang hilang,” imbuhnya.

Polisi yang memeriksa kamar 102 menemukan tas wanita yang diduga milik korban. Di tas tersebut ditemukan KTP atas nama Aisah dengan tempat lahir Indramayu, Jawa Barat. KTP itu dikeluarkan sebuah daerah di Papua. Sedangkan alamat Aisah yang tercantum di KTP itu adalah sebuah alamat di Jayapura, Papua.

Seorang penyidik menduga Aisah adalah PSK. “Namun, apakah dia benar PSK atau bukan harus dilakukan pemeriksaan dulu,” kata Imam. (tos)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/11/09182438/2.pria.tinggalkan.mayat.gadis.di.hotel

Athena

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan, Penganiayaan on August 5, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Selasa, 5 Agustus 2008 | 00:51 WIB

Ini barangkali bisa menjadi sebuah pesan bahwa kekerasan sadis bisa muncul di mana saja dan oleh siapa saja. Arthanassios Arvanitis (31), seorang juru masak di sebuah restoran di Pulau Santorini, Yunani, entah mengapa membunuh pacarnya, Adamantia Karkali (25), setelah terlebih dulu membunuh anjing sang pacar. Sadisnya, Arvanitis lantas memenggal kepala pacarnya dan membawa berkeliling dengan mobil. Semua penduduk hanya berani melihat dari balik jendela. Kejadian hari Minggu ini segera menggemparkan seluruh pulau. Polisi lantas dikerahkan mengejar pria sadis ini. Tetapi, polisi pertama yang datang ditusuknya. Kepala sang pacar lantas dilempar ke mobil patroli polisi. Arvanitis lantas mengambil mobil patroli lainnya dan kabur. Polisi mengejarnya sembari melepaskan tembakan. Sebuah peluru nyasar dan menyerempet seorang perempuan yang sedang berjalan. Arvanitis yang panik ini lantas menabrak dua perempuan dokter yang sedang bersepeda motor ria. Keduanya harus masuk rumah sakit karena patah tulang di beberapa tempat. Polisi akhirnya bisa membekuk Arvanitis setelah berhasil menembaknya. Rupanya aksi sadis ini terjadi setelah Arvanitis dan pacarnya bertengkar hebat. Jadi, aksi pembunuhan sadis bisa terjadi di mana dan oleh siapa saja, termasuk pacar sendiri. Gawat!! (Reuters/AP/AFP/ppg)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/05/00512228/kilasan.kawat.sedunia

Santoso Mati Gara-gara Wira-wiri

Posted in Berita, Kematian, Penganiayaan on August 5, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Senin, 4 Agustus 2008 | 17:53 WIB

JOMBANG – Ulah Akip alias Satam (37) memang keterlaluan. Hanya karena terganggu seorang kakek wira-wiri mengusung batu bata di depannya, Satam tega membanting Santoso (60) hingga tewas seketika.

Kini warga Dusun-Desa Ngampungan, Bareng, Kabupaten Jombang, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Santoso warga Dusun Jombatan, Kertorejo, Ngoro, Mojokerto, sudah dimakamkan.

Pemicu insiden, diduga Satam merasa terganggu oleh Santoso yang wira-wiri berjalan di depannya. Satam pun dijebloskan ke tahanan Polres Jombang, sejak Minggu (3/8). “Tersangka saat ini masih kami tahan untuk dilakukan pemeriksaan, sedangkan korban langsung kami otopsi untuk mengetahui sebab-sebab kematiannya,” jelas AKP Anang Nurwahyudi, kapolsek Ngoro.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi Sabtu (2/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika itu Satam bekerja pada sebuah gudang penggilingan padi di Kertorejo, sedangkan Santoso bekerja memindah tumpukan batu bata.

Ketika Santoso melintas di depan tersangka, dia dibentak Satam, diminta agar tidak berulang kali melintas  membawa batu bata karena Satam merasa mengganggu. Bentakan itu memancing emosi Santoso sehingga mereka cekcok, bahkan kemudian berkelahi.

Sat itulah Satam membanting Santoso ke tanah dengan keras. Diduga karena kondisi fisik yang sudah tua, Santoso tewas seketika. Sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian segera mengamankan Satam sekaligus melapor ke Polsek Ngoro. (st8)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/04/17534145/santoso.mati.gara-gara.wira-wiri

Tahanan Polsek Tewas Ditendang Rekan Satu Sel

Posted in Berita, Kematian, Penganiayaan with tags , , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Jumat, 01 Agustus 2008 11:14 WIB

JAKARTA–MI: Seorang tahanan Kepolisian Sektor Cakung yang berinisial DA tewas Kamis (31/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB karena ditendang oleh rekan satu selnya.

Kejadian ini bermula ketika rekan satu sel korban yang berinisial RS menegur korban, “Karena merasa tegurannya tidak dihiraukan, RS naik pitam lalu secara spontan menendang perut korban,” ujar Kapolsek Cakung, Kompol Yayat Popon, Jumat (1/8).

DA yang jatuh tersungkur segera dilarikan ke Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, meskipun sudah diberikan perawatan, nyawa DA tidak tertolong lagi karena tendangan RS tepat mengenai uluhatinya. Berdasarkan hasil visum terdapat luka memar di bagian liver akibat hantaman benda tumpul.

Korban dan pelaku berada di rumah tahanan Polsek Cakung karena kasus yang serupa yaitu pencurian. RS berada di balik terali besi tahanan sejak 3 Juli tahun 2008, sedangkan DA baru ditahan sejak dua hari yang lalu.

“Pelaku akan diperiksa kembali dan akan dijerat dengan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian,” tutur Yayat. Korban yang merupakan warga Bantar Gebang itu telah dibawa dari Rumah Sakit oleh keluarganya. (*/OL-2)
Media Indonesia
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.