Archive for Pembunuhan

Mayat Laki-Laki Ditemukan Dalam Karung

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan with tags , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

01/08/2008 05:50 Kasus Penemuan Mayat

Liputan6.com, Situbondo: Mayat terbungkus plastik dan karung ditemukan warga di sungai yang kering, kawasan Hutan Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (31/7). Polisi yang mengidentifikasi mayat mendapai luka bacok di kepala korban. Sementara di leher korban ada bekas jeratan dan di sekujur tubuhnya terdapat luka memar penganiayaan. Mayat yang belum diketahui identitasnya itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Situbondo untuk diotopsi.

Liputan 6

Mayat Bayi Dibuang dalam Tas Plastik

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan with tags , , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

01/08/2008 05:58 Penemuan Bayi

Liputan6.com, Bandung: Warga Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/7) pagi, digegerkan penemuan mayat bayi dalam tas plastik hitam. Adalah Endang yang pertama kali menemukan bayi itu saat tengah menyapu halaman.

Setelah diselidiki, polisi akhirnya mengetahui pelaku pembuang bayi adalah Cucu Herawati, anak Endang. Cucu lalu dibawa ke rumah sakit mengingat kondisinya masih lemah setelah menjalani persalinan.

Pelaku diduga tega membuang darah dagingnya karena malu memiliki anak tanpa suami. Akibat perbuatannya, sang ibu dijerat pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(BOG/Wendy Surya)

Liputan 6

Pegawai Bank Dihabisi Dua Orang

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan with tags , , , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Jumat, 1 Agustus 2008 | 09:30 WIB

JAKARTA, JUMAT – Pegawai Bank Mandiri yang tewas di Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Ari Purwanto (48), diduga dihabisi dua orang. Dugaan ini didasarkan pada ditemukannya dua pisau di lokasi kejadian.

Hingga Kamis (31/7) malam, polisi masih menyelidiki kasus itu. Menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan, Kompol lwan Kurniawan, pihaknya belum mendapat gambaran tentang pelaku pembunuhan tersebut. Kemarin siang polisi meminta keterangan tiga saksi, antara lain petugas keamanan dan karyawan Apartemen Taman Rasuna. Sedangkan saudara-saudara Ari akan dimintai keterangan dalam beberapa hari ke depan, setelah mereka melewati masa berkabung.

Polisi juga belum bisa memperkirakan motif pembunuhan Ari. “Bagaimana bisa mengetahui motifnya kalau pelakunya belum diketahui,” ujar Iwan. Mengenai adakah barang-barang Ari yang hilang, polisi tidak bisa memastikannya karena yang tahu isi unit apartemen itu hanya Ari seorang. Hanya saja, kata Iwan, keluarga Ari menduga tidak ada barang yang hilang.

Sementara itu, mengenai dugaan Ari Purwanto semasa hidupnya adalah seorang homoseksual, Iwan menegaskan pihaknya belum bisa memastikan. Iwan mengharapkan keluarga Ari terbuka karena keterbukaan keluarga korban akan membantu penyelidikan kasus tersebut.

Sementara seorang penyidik menduga, Ari dihabisi oleh orang yang sangat kesal kepadanya. “Kami kira pembunuhnya sangat kesal terhadap korban hingga tega menghujani dengan tusukan sebanyak itu,” katanya.

Seperti diberitakan, Ari Purwanto ditemukan tewas dengan 34 luka tusuk. Jenazah pria yang melajang semasa hidupnya itu ditemukan di tinggalnya di unit 11G Apartemen Taman Rasuna Kuningan, Rabu (30/7) tinggal di sana seorang diri. Beberapa kerabatnya di apartemen yang sama namun lantai yang lebih rendah.

Kemarin, lokasi penemuan jenazah Ari masih di garis polisi. Sedangkan jenazah Ari Kamis siang dimakamkan Parung, Bogor. (YOS)
Kompas

Istri Dokter Bunuh Pembantu

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , , , , on July 24, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Kamis, 24 Juli 2008 | 09:29 WIB

JAKARTA, KAMIS-Istri seorang dokter spesialis anak, Renata Tan (49), tega menyiksa Septiana Maulina alias Lina, gadis yang bekerja di rumahnya, secara keji hingga tewas. Renata secara membabi buta memukuli, menjambak, dan membenturkan kepala Lina ke lantai.

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah Renata di perumahan elit Kedoya Garden, Kedoya Selatan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Selasa (22/7) pagi. Tanpa alasan yang jelas, ibu tiga anak tersebut menyiksa Septiana Maulina alias Lina (l6), satu dari tiga wanita pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.

Peristiwa yang menimpa Lina merupakan aksi kedua Renata. Pada tahun 1996, Renata juga menyiksa hingga tewas wanita pembantunya. Renata diajukan ke sidang namun hakim membebaskan wanita itu dari segala tuntutan karena Renata dianggap berkepribadian ganda atau tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatannya.
Nahas yang dialami Lina berawal pada Selasa sekitar pukul 05.30. Saat itu, Lina sedang mengepel lantai dua rumah majikannya. Belum diketahui penyebabnya, Renata memukuli gadis asal Purwokerto, Jawa Tengah, itu dengan sebatang rotan. Jeritan minta ampun Lina tak membuat Renata menghentikan perbuatannya.

Dua PRT yang juga bekerja di rumah itu, Satini dan Anisa Dwi Jayanti, segera naik ke lantai dua ketika mendengar Lina menjerit jerit. Keduanya. mendapati Renata menjambak dan membentur-benturkan kepala Lina ke lantai. “Kami tak bisa melakukan apa pun karena kami takut,” ujar Satini di Mapolrestro Jakarta Barat, Rabu (23/7).

Apalagi, sehari sebelumnya Satini pun dipukuli oleh Renata, juga tanpa alasan yang jelas. Penganiayaan itu membuat Satini luka parah hingga sempat diobati di rumah sakit.

Air panas

Aksi Renata membuat Lina bersimbah darah dan tak sadarkan diri. Lalu, Renata menyeret Lina ke lantai satu lewat tangga. “Sesampainya di bawah, Renata menyiramkan air panas ke tubuh Lina,” kata Satini.

Renata lantas menyuruh Anisa dan Satini membersihkan ceceran darah di lantai dua. Selesai mengerjakan tugas itu, Satini dan Anisa turun ke lantai satu dan menghampiri Lina yang tergeletak di lantai. “Kami mencoba membangunkan Lina, tapi diomeli nyonya,” kata Satini.

Menurut Renata, kata Satini, Lina hanya pura-pura tidur. “Sudan diam kalian! Dia pasti kecapean, pura-pura tidur,” kata Renata seperti ditirukan Satini.

Satu jam kemudian, Renata menghubungi Ronald yang merupakan guru les anak-anak Renata. Ronald juga merupakan majikan Wartinah, ibunda Lina. Ronald tinggal di Kalideres, Jakarta Barat.

Saat itu, Renata minta Ronald memeriksa Lina yang katanya belum kunjung siuman akibat jatuh dari tangga. Menurut Satini, Ronald tiba di rumah Renata pada Selasa sore. Setelah memeriksa Lina, dia menyarankan Lina dibawa ke RSCM. Renata lantas meminta Marudi, sopir keluarga Renata, mengantar ke RSCM. Renata ikut di mobil itu.

Renata dan Lina tiba di RSCM sekitar pukul 21.00. Dokter yang memeriksa Lina menyatakan gadis tersebut meninggal beberapa jam sebelum dibawa ke RSCM.

Menurut Satini, malam itu juga Renata mengancam agar ia dan Anisa tutup mulut. Dia meminta agar Satini dan Anisa mengatakan Lina meninggal karena jatuh dari loteng. Namun, diam-diam, kedua wanita sedaerah asal dengan Lina tersebut melapor ke polisi. Kapolrestro Jakarta Barat Kombes Iza Fadri mengatakan, pada tahun 1996 Renata ditangkap polisi atas dugaan menganiaya pembantunya hingga tewas. “Di persidangan hakim memutuskan Renata terkena gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit jiwa,” katanya.

Saat itu, kata Iza, saksi ahli di sidang menyatakan Renata berkepribadian ganda. “Setelah melakukan pembunuhan, Renata mengaku tidak tahu dan lupa,” kata Iza. Dengan kata lain, pembunuhan tersebut dilakukan oleh pribadi lain di tubuh Renata.

Menurut Iza, Renata mengaku menyiksa Lina karena gadis itu kerap berkelahi dengan pembantu yang lain. Iza juga mengatakan Renata akan dikirim ke Rutan Wanita Pondokbambu.

Sementara itu, Yani, suami Renata, mengaku tidak tahu perbuatan keji yang dilakukan istrinya. Menurut Yani, selama ini istrinya normal.

Sedangkan Satini dan Anisa mengaku, selama bekerja di rumah Renata mereka kerap dipukul Renata. Bahkan Renata juga membatasi jatah makan mereka. “Kami juga dilarang untuk keluar dan bertemu orang lain,” kata Satini. Adapun Lina sudah sembilan bulan bekerja di rumah Renata. (Warta Kota/tos)

Kompas

Kasno Kaget, Kepala Menyembul dari Dalam Koper

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , on July 23, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Rabu, 23 Juli 2008 | 19:29 WIB

JAKARTA, RABU - Kasno (25) sehari-hari bekerja sebagai penarik perahu di Danau Sunter. Rabu (23/7) sore itu, sekitar pukul 15.30 WIB, seperti biasa, ia menarik sampannya ke tengah mengantar penumpang yang hendak pergi ke seberang danau.

Seperti dituturkan Kepala Pos Polisi Danau Sunter, Ajun Komisaris Polisi Budi Hartono, Rabu malam, di tengah danau, Kasno melihat koper besar berwarna biru donker. Usai menyelesaikan tugasnya, ia menghampiri koper itu dan membawanya ke tepi danau.  Alangkah terkejutnya Kasno, baru setengah dibuka menyembulah rambut dan kepala dari dalam koper itu.

“Kami hanya bertugas mengamankan mayat tersebut. Untuk selanjutnya kasus ini ditangani Polres Jakarta Utara karena merupakan kasus besar,” kata Budi.

Mayat tak dikenal itu adala seorang lelaki berkulit hitam berusia sekitar 35-40 tahun. Lelaki itu mengenakan celana jeans berwarna hitam dan kaos biru. Saat ini mayatnya di bawa ke RSCM. (C10-08)

Kompas

Mayat di Sunter Korban Penganiayaan

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , , on July 23, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Rabu, 23 Juli 2008 | 18:02 WIB

JAKARTA, RABU - Mayat yang ditemukan di danau Sunter, Rabu sore, diduga merupakan korban penganiayaan, karena ditemukan kerusakan pada kedua bagian mata.”Saat ini mayat telah dibawa ke RSCM, untuk diotopsi,” ungkap Karim, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Tanjung Priok yang kembali dihubungi Kompas.com, sore ini.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian telah menurunkan tim dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok.

 

Kompas 


Mayat di Danau, Kawasan Sunter Macet

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , , on July 23, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Rabu, 23 Juli 2008 | 17:42 WIB

JAKARTA, RABU - Penemuan mayat dalam koper di danau Sunter sekitar pukul 16.30 tadi, telah menyebabkan kemacetan di ruas-ruas jalan yang berpotongan dengan kawasan tersebut.

“Setiap hari saya melewati danau Sunter, dan tidak pernah macet. Saya heran sore ini macet. Ketika saya tanya ke polisi, saya mendapat keterangan bahwa ada penemuan mayat di sekitar danau,” kata Niki, warga Sunter yang dihubungi Kompas.com, Rabu (24/7) di Jakarta.  

Menurut Niki, kemacetan sudah mulai terjadi mulai dari arah Sekolah Jubilee hingga arah Kelapa Gading, pada kedua arah.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pejalan kaki menemukan koper yang ternyata berisi mayat. Berdasarkan keterangan petugas Polres Tanjung Priok, Karim, mayat lelaki yang mengenakan baju putih dan jins hitam tersebut, diperkirakan berusia 40 tahun.

Kompas

Tolak Renovasi Rumah di Jombang, Ariel Dipastikan Tewas Dibunuh Ryan

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , on July 22, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Oleh Bachtiar
Jakarta-Teka-teki hilangnya Ariel Somba Sitanggang akhirnya terkuak. Minggu (20/7) malam, petugas Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polda setempat menemukan jenazah Ariel yang telah membusuk terkubur di halaman belakang rumah orang tua Verry Idham Henyaksyah alias Ryan, pelaku mutilasi di Ragunan, Jakarta Selatan.
Ariel tewas dibunuh karena menolak membantu merenovasi rumah orang tua Ryan di Jalan melati Desa Wates, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Jombang, Surabaya, Jawa Timur.
Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Carlo Brix Tewu yang dihubungi SH, Senin (21/7) pagi, membenarkan adanya penemuan jenazah Ariel di belakang rumah orang tua pelaku mutilasi di Jombang, Jawa Timur.
Carlo menambahkan, pihaknya beserta Kasat Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Fadil Imran dan penyidik lainnya hingga kini masih melakukan proses identifikasi dan olah TKP untuk memastikan jenazah korban adalah Ariel.
Secara terpisah Tiarma Sitanggang, orang tua korban yang dihubungi pagi ini mengatakan dua anggota keluarganya telah datang ke lokasi bersama pihak kepolisian. Kabar tentang penemuan jenazah Ariel sendiri didapatnya dari polisi yang menghubunginya melalui telepon tadi malam.
Terungkapnya kasus tewasnya Ariel itu berdasarkan pemeriksaan tim penyidik Polda Metro Jaya terhadap Ryan, pelaku mutilasi di Ragunan, Jakarta Selatan. Dalam pengakuannya, Ryan mengaku telah menghabisi nyawa-nyawa korban dengan sebuah batu yang dihantamkan ke kepala korban di rumah orang tuanya.
Bedasarkan informasi tersebut, petugas kemudian membawa Ryan ke lokasi yang disebutkannya. Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas Jatanras Polda Metro Jaya dan Polda setempat yang tiba di lokasi segera membongkar liang lahat sedalam 30 sentimeter di samping septictank di halaman belakang rumah orang tua Ryan. Hasilnya, petugas menemukan jenazah Ariel yang telah membusuk. Membusuk
Sumber SH menyebutkan, Ryan nekat menghabisi nyawa korban karena kecewa. “Korban berjanji akan merenovasi rumah orang tua Ryan. Namun, karena mengetahui Ryan telah mempunyai pacar lain yang belakangan diketahui bernama Noval, korban akhirnya tak memenuhi janjinya,” jelas sumber itu.
Sebelumnya, Ariel dilaporkan menghilang oleh pihak keluarga pada tanggal 23 April lalu. Misteri hilangnya Ariel baru terkuak setelah pihak keluarga menyaksikan gambar Ryan, pelaku mutilasi yang ternyata merupakan teman dekat anaknya di media massa beberapa waktu lalu.

 

 



Sinar Harapan

Rekonstruksi Pembunuhan Dr Magda Dikawal Ketat

Posted in Kematian with tags , , , , , , , , , on July 16, 2008 by forthesakeofneverendinglove

16 Juli 2008 | 16:21 WIB

 

MEDAN (Berita): Tim penyidik Polri, Sat Reskrim Unit I Jahtanras Poltabes Medan di bawah pimpinan Kanit Idik I Jahtanras AKP Achiruddin Hasibuan SH selaku penyidik dan Aipda Bambang Hermanto serta Bripka H Manulang selaku penyidik pembantu, Rabu (16/07) siang tadi menggelar rekonstruksi kasus pembu-nuhan Dr Shariana Magda Br Sipahutar di Hotel Danau Toba Jalan Imam Bonjol Medan.

Proses rekonstruksi (reka ulang-red) yang mendapat pengawalan ketat dari aparat Polsekta Medan Kota dan Sat Samapta Poltabes Medan itu berjalan aman dan lancar. Dalam rekonstrusi yang terdiri dari 61 adegan tersebut, selain disaksikan tim penyidik Reskrim Unit I Jahtanras Poltabes Medan itu juga disaksikan tim penasehat hukum tersangka dan jaksa penuntut umum.

Proses reka ulang peristiwa tindak pidana kejahatan terhadap jiwa orang atau pembunuhan sebagaimana yang diatur dalam pasal 338 KUH-Pidana diduga dilakukan tersangka Linggom Tambunan, 35 karyawan PT Bank Sumut warga Jalan Raya Lapangan Tembak Rt 004 Rw 010 Kepala Dua Wetan Jakarta-Timur terjadi pada 27 April 2008 sekira pukul 09.30 WIB.

Terlihat dalam adegan awal rekontruksi pada 27 April 2008 sekira pukul 05.30 WIB tersangka Linggom terbangun dari tidurnya dan merasa perutnya sakit. Dan pada pukul 06.30 WIB tersangka muntah-muntah di dalam kamar hotel tempatnya menginap.

 
 

Sekira pukul 08.00 WIB tersangka mengaku menerima telepon dari korban Dr Shariana Magda Br Sipahutar. Dalam pembicaraan ditelepon tersebut, tersangka memberitahu korban bahwa perutnya sakit. “tunggu aja bang disitu,” ujar tersangka mengulangi ucapan korban pada dirinya ditelepon.

 
 

Sekira pukul 08.20 WIB korban kembali menghubungi tersangka melalui telepon memastikan tersangaka berada di kamar berapa. “abang di lantai berapa dan di kamar berapa,” ucap korban dalam telepon. Selanjutnya tersangka menjawab, “dilantai IV kamar 340,”

 
 

Tidak berapa lama kemudian, korban datang dan mengebel pintu kamar hotel yang dihuni tersangka. Oleh tersangka pintu kamar langsung dibuka. Selanjutnya korban masuk ke dalam kamar hotel dan langsung mengambil remason dari dalam tas korban lalu menyuruh tersangka untuk menggosokan obat tersebut ke bagian perut tersangka.

 
 

Atas saran korban, tersangka lalu menggosokan remason tersebut ke bagian perut tersangka. Setelah menggosokan obat tersebut tersangka merasa mual dan muntah-muntah di kamar mandi. Usai muntah tersangka kembali ke tempat tidur. Karena menggigil, tersangka menarik selimut dan menutupkan selimut itu bagian tubuhnya.

 
 

Sementara itu korban duduk dipinggir tempat tidur kamar hotel sambil menonton tv. Kemudian korban berkata kepada tersangka, ” kalau gitu bang makan obat aja dulu, tapi abang belum makan ya,” tanya korban kepada tersangka. “Belum, pesankan aja dulu dua untuk kita sarapan, nanti abang bayar,” jawab tersangka.

 
 

Selanjutnya melalui telepon hotel korban menghubungi restoran hotel dan meminta pesanan makanan. Setelah makanan dipesan, seorang laki-laki pelayan hotel datang ke kamar membawa makanan nasi soto lalu tersangka mengambil uang dari dalam dompetnya.

 
 

Setelah makanan tersedia, korban kembali menyarankan kepada tersangka agar memakan nasi soto yang mereka pasan. Sementara itu korban kembali melanjutkan menonton acara televisi. Usai makan, korban mengambil dua obat pil dari dalam tasnya dan obat tersebut diberikan kepada tersangka.

 
 

 “Ini aja dulu makan,” kata korban seraya menyerahkan dua butir pil kepada tersangka. “kok ngak oralid,” tanya tersangka kepada korban, “Ini aja dulu bang,” jawab korban. Kemudian tersangka memasukan dua butir pil pemberian korban ke dalam mulutnya sambil mengambil gelas yang berisi air minum.

 
 

Pada saat hendak mengambil minum air, tersangka bertanya kepada korban, “dek ini obat supaya gimana,” “Itu obat untuk supaya cepat menghadap,” jawan korban kepada tersangka. Mendengar ucapan korban, tersangka langsung memuntahkan obat yang ada di dalam mulutnya.

 
 

 “Bagaimana sih kok dimuntahkan, ya udalah kalau begitu,” bentak korban kepada tersangka. Dengan perasaan jengkel, korban berjalan ke kursi dan mengambil tasnya sembari mengatakan, “ya udalah obati aja sendiri, saya mau pergi dengan teman-teman saya,” ujar korban sembari berjalan kea rah pintu kamar hotel.

 
 

Melihat korban berjalan ke arah pintu, tersangka bangun dari tempat tidurnya lalu menarik tas korban dengan tangan kanannya sehingga tas korban terlepas dari tangannya. Tak hanya itu, tersangka pun menarik belakang baju korban sehingga tubuh korban tertarik ke belakang.

 
 

Setelah itu tersangka melepas baju korban lalu korban pergi ke meja yang ada disamping tempat tidur. Selanjutnya korban mengambil gelas yang berisi air dan menumpahkan air tersebut ke dada tersangka,”Kok gitu amat sih dek” tanya tersangka kepada korban.

 
 

 “Kamu itu tidak tahu sopan santun dasar anj…” bentak korban sembari memaki-maki tersangka. Mendengar perkataak korban, tersangka lalu menarik kerah baju korban. Melihat perlakuan tersangka, korban langsung mendorong dada tersangka sehingga tersangka terjatuh ke atas tempat tidur.

 
 

Selanjutnya, tersangka kembali duduk di samping tempat tidur dan memeluk pinggang korban dengan menggunakan kedua tangannya dan membanting tubuh korban ke atas tempat tidur. Kemudian tangan kanan tersangka mencekik leher korban sambil mengatakan,”maksud kamu apa sih..maksud kamu apa sih,” pada saat itu korban hanya bisa merontah sambil memukuli bahu tersangka.

 
 

Setelah terlepas dari cekikan tersangka, korban lalu menendang pinggang tersangka sehingga tersangka terjatuh ke lantai. Selanjutnya korban mengambil tasnya dan berdiri sembari memukul dada tersangka dengan tasnya oleh tersangka tas korban ditangkap dan terjadi tarik menarik.

 
 

Selanjutnya tersangka mengambil gelas yang ada di atas meja dan memukulkan ke kening dan pelipis korban sebanyak tiga kali. Korban berteriak. Kemudian tersangka tersangka berdiri dan memukul kepala korban dengan menggunakan gelas sebanyak dua kali lalu gelas tersebut terjatuh ke lantai dan pecah.

 
 

Selanjutnya tangan kiri tersangka mencekik leher korban dan korban menggigit tangan tersangka dibalas oleh korban dengan menjambak rambut korban. Setelah itu, tersangka menghantukan kepala korban ke dinding kamar sebanyak empat kali sehingga kepala korban mengeluarkan darah.

 
 

Pada adegan selanjutnya, korban yang merasa teraniaya langsung berteriak minta tolong.Karena berteriak tersangka panik dan mendorong tubuh korban ke atas tempat tidur. Lalu dengan menggunakan bantal, tersangka langsung menutup mulut dan muka korban sehingga korban tak dapat lagi berteriak.

 
 

Tak puas dengan satu bantal, tersangka lalu mengambil satu bantal lagi dan menutupkan bantal tersebut ke bagian mulut dan muka korban lalu menekan bantal tersebut sekuat tenaga tersangka sehingga korban lemas.

 
 

Tak lama kemudian tersangka membuka dua buah bantal yang menutup muka korban. Setelah itu tersangka melihat korban sudah tidak bergerak dan tidak bernafas lagi. Melihat hal tersebut, tersangka lalu meniup mulut korban namun korban tidak bergerak lagi.

 
 

Kemudian tersangka pergi ke kamar mandi untuk membersihkan darah korban yang melekat dibaju tersangka. Setelah itu tersangka ganti baju. Ketika melihat tubuh korban dalam keadaan telentang, tersangka menutupi tubuh korban dengan selimut.

 
 

Usai menutupi korban, tersangka mengenekan sepatu dan mengambil HP yang terletak diatas tempat tidur lalu ke luar kamar hotel. Sesampainya di depan gerbang hotel danau toba, tersangka membangunkan seorang penarik beca kemudian pergi kea rah Jalan Brigjend Katamso. (wan)


Berita Sore

Mayat Wanita Dikubur di Rumah

Posted in Kematian with tags , , , , , , on July 16, 2008 by forthesakeofneverendinglove
Tuesday, 15 July 2008
TANGERANG (SINDO) – Mayat wanita korban pembunuhan yang dikubur, kemudian ditutupi semen (dicor) serta keramik,ditemukan di rumahnya, Jalan Haji Ali RT 01/11 No 23,Kompleks Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Senin (14/7) malam.

Kondisi korban bernama Siti Hairiah, 50, saat ditemukan tinggal kerangkanya saja.Polisi menduga pelaku adalah anaknya sendiri. Menurut Ketua RT setempat, Naidi,penemuan itu berawal saat dua orang pekerja bangunan, Udin dan Ribah, sedang memperbaiki septic tank di rumah yang baru dibeli Erwin sebulan lalu itu.”Ketika menggali, tiba-tiba Udin menemukan kerangka manusia. Melihat itu, Udin dan Ribah melaporkan kejadian itu ke saya, lalu saya lanjutkan ke polisi,”kata Naidi kemarin. Naidi yang biasa dipanggil Sidik mengaku sejak menjadi warga setempat sekitar 10 tahun yang lalu, keluarga itu memang jarang berkomunikasi dengan warga sekitar sehingga tidak banyak yang kenal. Seingatnya, ketika pertama kali datang di rumah tersebut terdapat lima orang.

“Kelimanya adalah Siti Hairiah (ibu), Angga (anak kedua), Andri (anak pertama), Sarah (sepupu), dan seorang wanita tua yang katanya adalah nenek Angga,”lanjutnya. Namun dua tahun belakangan, anggota keluarga itu satu persatu pergi.Terakhir, yang tinggal di rumah itu adalah Siti Hairiah dan Angga. Setahu Naidi, Siti Hairiah memiliki penyakit stres. Penyakit itu diidap korban sekitar dua tahun lalu.

Dirinya sempat menanyakan kabar Hairiah kepada Angga karena ibunya jarang terlihat. “Lalu, Angga menjawab ibunya telah dikontrakkan di Cipete,”ucapnya yang mengaku terakhir bertemu dengan Angga saat melakukan transaksi pembelian rumah dengan Erwin, sebulan lalu.

Setelah itu,Angga sudah tidak pernah terlihat lagi. Sementara itu,pihak kepolisian menduga pelaku pembunuhan kejam itu anaknya sendiri.Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Budhi Erdhi mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu kamar rumah itu, untuk sementara pelaku mengarah padasatuorangyangterakhirbertemu dengan Siti Hairiah,yakni Angga. “Namun ini masih dugaan sementara,”ujarnya.

Pada saat olah TKP ditemukan lubang sedalam 1,5 meter, dengan posisi kepala jenazah di bawah.Ditanya berapa lama korban dikubur,Budhi mengatakan sekitar setahun.Menurut Budhi, Angga yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu menjual rumah tingkat tersebutke ErwinsehargaRp75juta.

Setelah menjual rumah itu,Angga menikah dan kini keberadaannya masih dalam pelacakan petugas.Menurutnya, besar kemungkinan motif pembunuhan itu berlatar belakang pelaku terdesak kebutuhan ekonomi. Saat ini pihak kepolisian masih meminta keterangan dari sejumlah saudara korban yang tinggal di Srengseng, Kebon Jeruk,Jakarta Barat. (denny irawan)

 

 

 

Seputar Indonesia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.