Archive for Pembunuhan

Mayat Laki-Laki Ditemukan Dalam Karung

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan with tags , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

01/08/2008 05:50 Kasus Penemuan Mayat

Liputan6.com, Situbondo: Mayat terbungkus plastik dan karung ditemukan warga di sungai yang kering, kawasan Hutan Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (31/7). Polisi yang mengidentifikasi mayat mendapai luka bacok di kepala korban. Sementara di leher korban ada bekas jeratan dan di sekujur tubuhnya terdapat luka memar penganiayaan. Mayat yang belum diketahui identitasnya itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Situbondo untuk diotopsi.

Liputan 6

Mayat Bayi Dibuang dalam Tas Plastik

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan with tags , , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

01/08/2008 05:58 Penemuan Bayi

Liputan6.com, Bandung: Warga Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/7) pagi, digegerkan penemuan mayat bayi dalam tas plastik hitam. Adalah Endang yang pertama kali menemukan bayi itu saat tengah menyapu halaman.

Setelah diselidiki, polisi akhirnya mengetahui pelaku pembuang bayi adalah Cucu Herawati, anak Endang. Cucu lalu dibawa ke rumah sakit mengingat kondisinya masih lemah setelah menjalani persalinan.

Pelaku diduga tega membuang darah dagingnya karena malu memiliki anak tanpa suami. Akibat perbuatannya, sang ibu dijerat pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(BOG/Wendy Surya)

Liputan 6

Pegawai Bank Dihabisi Dua Orang

Posted in Berita, Kematian, Pembunuhan with tags , , , , , , , , on August 1, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Jumat, 1 Agustus 2008 | 09:30 WIB

JAKARTA, JUMAT – Pegawai Bank Mandiri yang tewas di Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Ari Purwanto (48), diduga dihabisi dua orang. Dugaan ini didasarkan pada ditemukannya dua pisau di lokasi kejadian.

Hingga Kamis (31/7) malam, polisi masih menyelidiki kasus itu. Menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan, Kompol lwan Kurniawan, pihaknya belum mendapat gambaran tentang pelaku pembunuhan tersebut. Kemarin siang polisi meminta keterangan tiga saksi, antara lain petugas keamanan dan karyawan Apartemen Taman Rasuna. Sedangkan saudara-saudara Ari akan dimintai keterangan dalam beberapa hari ke depan, setelah mereka melewati masa berkabung.

Polisi juga belum bisa memperkirakan motif pembunuhan Ari. “Bagaimana bisa mengetahui motifnya kalau pelakunya belum diketahui,” ujar Iwan. Mengenai adakah barang-barang Ari yang hilang, polisi tidak bisa memastikannya karena yang tahu isi unit apartemen itu hanya Ari seorang. Hanya saja, kata Iwan, keluarga Ari menduga tidak ada barang yang hilang.

Sementara itu, mengenai dugaan Ari Purwanto semasa hidupnya adalah seorang homoseksual, Iwan menegaskan pihaknya belum bisa memastikan. Iwan mengharapkan keluarga Ari terbuka karena keterbukaan keluarga korban akan membantu penyelidikan kasus tersebut.

Sementara seorang penyidik menduga, Ari dihabisi oleh orang yang sangat kesal kepadanya. “Kami kira pembunuhnya sangat kesal terhadap korban hingga tega menghujani dengan tusukan sebanyak itu,” katanya.

Seperti diberitakan, Ari Purwanto ditemukan tewas dengan 34 luka tusuk. Jenazah pria yang melajang semasa hidupnya itu ditemukan di tinggalnya di unit 11G Apartemen Taman Rasuna Kuningan, Rabu (30/7) tinggal di sana seorang diri. Beberapa kerabatnya di apartemen yang sama namun lantai yang lebih rendah.

Kemarin, lokasi penemuan jenazah Ari masih di garis polisi. Sedangkan jenazah Ari Kamis siang dimakamkan Parung, Bogor. (YOS)
Kompas

Istri Dokter Bunuh Pembantu

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , , , , on July 24, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Kamis, 24 Juli 2008 | 09:29 WIB

JAKARTA, KAMIS-Istri seorang dokter spesialis anak, Renata Tan (49), tega menyiksa Septiana Maulina alias Lina, gadis yang bekerja di rumahnya, secara keji hingga tewas. Renata secara membabi buta memukuli, menjambak, dan membenturkan kepala Lina ke lantai.

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah Renata di perumahan elit Kedoya Garden, Kedoya Selatan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Selasa (22/7) pagi. Tanpa alasan yang jelas, ibu tiga anak tersebut menyiksa Septiana Maulina alias Lina (l6), satu dari tiga wanita pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.

Peristiwa yang menimpa Lina merupakan aksi kedua Renata. Pada tahun 1996, Renata juga menyiksa hingga tewas wanita pembantunya. Renata diajukan ke sidang namun hakim membebaskan wanita itu dari segala tuntutan karena Renata dianggap berkepribadian ganda atau tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatannya.
Nahas yang dialami Lina berawal pada Selasa sekitar pukul 05.30. Saat itu, Lina sedang mengepel lantai dua rumah majikannya. Belum diketahui penyebabnya, Renata memukuli gadis asal Purwokerto, Jawa Tengah, itu dengan sebatang rotan. Jeritan minta ampun Lina tak membuat Renata menghentikan perbuatannya.

Dua PRT yang juga bekerja di rumah itu, Satini dan Anisa Dwi Jayanti, segera naik ke lantai dua ketika mendengar Lina menjerit jerit. Keduanya. mendapati Renata menjambak dan membentur-benturkan kepala Lina ke lantai. “Kami tak bisa melakukan apa pun karena kami takut,” ujar Satini di Mapolrestro Jakarta Barat, Rabu (23/7).

Apalagi, sehari sebelumnya Satini pun dipukuli oleh Renata, juga tanpa alasan yang jelas. Penganiayaan itu membuat Satini luka parah hingga sempat diobati di rumah sakit.

Air panas

Aksi Renata membuat Lina bersimbah darah dan tak sadarkan diri. Lalu, Renata menyeret Lina ke lantai satu lewat tangga. “Sesampainya di bawah, Renata menyiramkan air panas ke tubuh Lina,” kata Satini.

Renata lantas menyuruh Anisa dan Satini membersihkan ceceran darah di lantai dua. Selesai mengerjakan tugas itu, Satini dan Anisa turun ke lantai satu dan menghampiri Lina yang tergeletak di lantai. “Kami mencoba membangunkan Lina, tapi diomeli nyonya,” kata Satini.

Menurut Renata, kata Satini, Lina hanya pura-pura tidur. “Sudan diam kalian! Dia pasti kecapean, pura-pura tidur,” kata Renata seperti ditirukan Satini.

Satu jam kemudian, Renata menghubungi Ronald yang merupakan guru les anak-anak Renata. Ronald juga merupakan majikan Wartinah, ibunda Lina. Ronald tinggal di Kalideres, Jakarta Barat.

Saat itu, Renata minta Ronald memeriksa Lina yang katanya belum kunjung siuman akibat jatuh dari tangga. Menurut Satini, Ronald tiba di rumah Renata pada Selasa sore. Setelah memeriksa Lina, dia menyarankan Lina dibawa ke RSCM. Renata lantas meminta Marudi, sopir keluarga Renata, mengantar ke RSCM. Renata ikut di mobil itu.

Renata dan Lina tiba di RSCM sekitar pukul 21.00. Dokter yang memeriksa Lina menyatakan gadis tersebut meninggal beberapa jam sebelum dibawa ke RSCM.

Menurut Satini, malam itu juga Renata mengancam agar ia dan Anisa tutup mulut. Dia meminta agar Satini dan Anisa mengatakan Lina meninggal karena jatuh dari loteng. Namun, diam-diam, kedua wanita sedaerah asal dengan Lina tersebut melapor ke polisi. Kapolrestro Jakarta Barat Kombes Iza Fadri mengatakan, pada tahun 1996 Renata ditangkap polisi atas dugaan menganiaya pembantunya hingga tewas. “Di persidangan hakim memutuskan Renata terkena gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit jiwa,” katanya.

Saat itu, kata Iza, saksi ahli di sidang menyatakan Renata berkepribadian ganda. “Setelah melakukan pembunuhan, Renata mengaku tidak tahu dan lupa,” kata Iza. Dengan kata lain, pembunuhan tersebut dilakukan oleh pribadi lain di tubuh Renata.

Menurut Iza, Renata mengaku menyiksa Lina karena gadis itu kerap berkelahi dengan pembantu yang lain. Iza juga mengatakan Renata akan dikirim ke Rutan Wanita Pondokbambu.

Sementara itu, Yani, suami Renata, mengaku tidak tahu perbuatan keji yang dilakukan istrinya. Menurut Yani, selama ini istrinya normal.

Sedangkan Satini dan Anisa mengaku, selama bekerja di rumah Renata mereka kerap dipukul Renata. Bahkan Renata juga membatasi jatah makan mereka. “Kami juga dilarang untuk keluar dan bertemu orang lain,” kata Satini. Adapun Lina sudah sembilan bulan bekerja di rumah Renata. (Warta Kota/tos)

Kompas

Kasno Kaget, Kepala Menyembul dari Dalam Koper

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , on July 23, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Rabu, 23 Juli 2008 | 19:29 WIB

JAKARTA, RABU - Kasno (25) sehari-hari bekerja sebagai penarik perahu di Danau Sunter. Rabu (23/7) sore itu, sekitar pukul 15.30 WIB, seperti biasa, ia menarik sampannya ke tengah mengantar penumpang yang hendak pergi ke seberang danau.

Seperti dituturkan Kepala Pos Polisi Danau Sunter, Ajun Komisaris Polisi Budi Hartono, Rabu malam, di tengah danau, Kasno melihat koper besar berwarna biru donker. Usai menyelesaikan tugasnya, ia menghampiri koper itu dan membawanya ke tepi danau.  Alangkah terkejutnya Kasno, baru setengah dibuka menyembulah rambut dan kepala dari dalam koper itu.

“Kami hanya bertugas mengamankan mayat tersebut. Untuk selanjutnya kasus ini ditangani Polres Jakarta Utara karena merupakan kasus besar,” kata Budi.

Mayat tak dikenal itu adala seorang lelaki berkulit hitam berusia sekitar 35-40 tahun. Lelaki itu mengenakan celana jeans berwarna hitam dan kaos biru. Saat ini mayatnya di bawa ke RSCM. (C10-08)

Kompas

Mayat di Sunter Korban Penganiayaan

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , , on July 23, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Rabu, 23 Juli 2008 | 18:02 WIB

JAKARTA, RABU - Mayat yang ditemukan di danau Sunter, Rabu sore, diduga merupakan korban penganiayaan, karena ditemukan kerusakan pada kedua bagian mata.”Saat ini mayat telah dibawa ke RSCM, untuk diotopsi,” ungkap Karim, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Tanjung Priok yang kembali dihubungi Kompas.com, sore ini.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian telah menurunkan tim dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok.

 

Kompas 


Mayat di Danau, Kawasan Sunter Macet

Posted in Berita, Kematian with tags , , , , , , , on July 23, 2008 by forthesakeofneverendinglove

Rabu, 23 Juli 2008 | 17:42 WIB

JAKARTA, RABU - Penemuan mayat dalam koper di danau Sunter sekitar pukul 16.30 tadi, telah menyebabkan kemacetan di ruas-ruas jalan yang berpotongan dengan kawasan tersebut.

“Setiap hari saya melewati danau Sunter, dan tidak pernah macet. Saya heran sore ini macet. Ketika saya tanya ke polisi, saya mendapat keterangan bahwa ada penemuan mayat di sekitar danau,” kata Niki, warga Sunter yang dihubungi Kompas.com, Rabu (24/7) di Jakarta.  

Menurut Niki, kemacetan sudah mulai terjadi mulai dari arah Sekolah Jubilee hingga arah Kelapa Gading, pada kedua arah.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pejalan kaki menemukan koper yang ternyata berisi mayat. Berdasarkan keterangan petugas Polres Tanjung Priok, Karim, mayat lelaki yang mengenakan baju putih dan jins hitam tersebut, diperkirakan berusia 40 tahun.

Kompas

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.