Pembantu Tewas Dianiaya

SUARA PEMBARUAN DAILY

[TANGERANG] Srimulyanti (18), pembantu rumah tangga (PRT), tewas dengan tubuh penuh luka bekas dianiaya. Dia ditemukan di sebuah lahan kosong di Kompleks Bank Tabungan Negara (BTN) Cantiga RT 2 RW 5 Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Sabtu (28/6), sekitar 300 meter dari rumah majikannya.

Tubuh korban yang diketahui berasal dari Brebes, Jawa Tengah ini diketahui pertama kali oleh Topan (26), warga sekitar yang hendak menyiram kebun sayurnya tidak jauh dari korban tergeletak dalam posisi terlentang. Topan menemukan korban yang berparas ayu ini dalam keadaan tubuh penuh luka di tangan kiri hingga urat nadinya putus, kepala nyaris pecah karena hantaman benda tumpul, dan mukanya terdapat luka sayatan. Diduga sebelum tewas, korban diperkosa terlebih dulu. Dugaan itu diperkuat karena korban tidak menggunakan lagi celana dalam.

Ketika itu Topan berteriak dan memanggil warga sekitar. Temuan ini segera dilaporkan warga ke aparat polisi terdekat. Petugas Polsek Cipondoh datang ke lokasi. Untuk mendapatkan visum, jasad korban dibawa ke RSU Tangerang.
Ny Vero (51), warga sekitar lokasi kejadian menyatakan, malam itu dia tidak mendengar ada suara teriakan minta tolong. “Kalau ada suara teriakan pasti saya dengar karena jarak rumah saya dengan lokasi pembunuhan itu sangat dekat sekali,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, sekitar pukul 01.00 WIB masih mendengar petugas siskamling sedang ronda sembari memukul tiang listrik.

Sementara itu, Anti (28), majikan Srimulyanti saat ditemui di rumahnya, menyatakan Srimulyanti sudah setahun bekerja di rumahnya. “Selama bekerja disini, dia baik, rajin dan jarang keluyuran meskipun urusan rumah tangga sudah selesai,” ujarnya.
Menurut Anti, korban jarang keluar rumah. Paling-paling hanya di depan garasi rumah setelah itu tidak ada lagi. “Kami memang sering melihat korban berbicara dengan lelaki di depan garasi rumah. Tapi kami tidak pernah memperhatikan apakah lelaki itu gonta-ganti atau tidak karena tidak ingin mengurus terlalu jauh pribadi orang,” kata Anti.
Pada malam kejadian, kata Anti, dia sempat melihat Srimulyanti duduk di teras rumah. “Karena terlalu lelah sehabis pulang kerja saya tidak memperhatikan lagi sebab langsung tidur,” ujarnya. Malam harinya, lanjut dia, suaminya, Eko (30) pulang main bulutangkis tidak jauh dari rumahnya membangunkannya dan mempertanyakan keberadaan Srimulyanti yang tidak ada di kamarnya.

“Saya sempat bilang mungkin tidur bersama Rini (26), adiknya karena mereka sering tidur bersama. Mungkin karena sungkan Eko tidak melihat ke kamarnya Rini,” ujarnya [132]

Last modified: 30/6/08

Suara Pembaruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: