Pelaiar SMA Tewas Dihajar Tetangga

/


Senin, 30 Juni 2008 | 13:16 WIB

JAKARTA, SENIN – Siswa kelas dua SMA, Rizki Muhajir alias Ajir (17), tewas sehari setelah dianiaya rekannya, Hen alias Ken (35). Ajir dianiaya gara-gara menagih uang Rp 20.000 kepada Ken. Beberapa hari lalu, Ajir menggadaikan handphone kepada Ken senilai Rp 40.000 namun Ken baru membayar setengahnya.

Menurut orangtua Ajir, Hafidi (59), dirinya tidak tahu bila anaknya menggadaikan handphone kepada Ken. “Handphone itu punya saya. Saya enggak tahu kalau handphone itu digadein,” katanya ketika ditemui di rumahnya di Gang Melati, RT 15/20 Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara, Minggu (29/6). “Tipenya saya enggak tahu, yang pasti mereknya Nokia,” imbuh pria asal Karawang tersebut.

Hafidi mengaku dirinya tahu bahwa Ajir menggadaikan handphone setelah anaknya terluka. Lebih jauh Hafidi menjelaskan, pada Sabtu (28/6) sore, Ajir menemui Ken di Gang Mawar, Pademangan Timur, untuk menagih uang sebesar Rp 20.000. Namun Ken beralasan sedang tidak punya uang sehingga menolak membayar kepada Ajir.

Diduga Ajir sangat membutuhkan uang tersebut, sehingga siswa kelas dua SMA swasta di Kemayoran, Jakarta Pusat itu, mendesak Ken. Namun Ken justru marah. Bapak dua anak itu kemudian menghajar Ajir pada wajah, punggung, perut, dan dada. “Kata orang yang ngeliat, setelah dipukulin, Ajir muntah-muntah,” ujar Sunah, ibunda Ajir.

Setelah Ken menghentikan aksinya, Ajir terkulai lemas. Oleh teman-temannya, Ajir lantas dibawa ke rental playstation (PS) yang ada di dekat tempat kejadian. Bungsu dari tiga bersaudara itu kemudian dibaringkan di rental PS sementara beberapa rekannya menghubungi orangtua Ajir. “Saya kaget pas dikasih tahu soal Ajir,” kata Sunah.

Sunah lantas membawa Ajir pulang. “Waktu itu dia bllang… Mah, saya dipukulin sama Ken,” ujar Sunah. Beberapa saat kemudian, Hafidi dan Sunah memanggil Ken. Keluarga Hafidi sudah lama kenal Ken yang tinggal tak jauh dari rumah mereka.

Menurut Hafidi, di hadapannya, Ken membantah memukuli Ajir. Bahkan ketika Hafidi menunjukkan Ajir yang terluka parah, Ken membantah bahwa Ajir terluka karena habis dipukuli. Hafidi tak bisa berbuat lebih banyak dan membiarkan Ken pulang.

Menjelang pukul 04.00, Hafidi dan istrinya mendapati anak bungsunya tersebut tewas. Hafidi kemudian melaporkan kasus ini ke Polsektro Pademangan. Pagi itu juga, petugas Polsektro Pademangan mendatangi rumah Ken di Gang Melati, Pademangan Timur. Namun petugas tidak menemukan Ken yang diduga sudah melarikan diri. Seorang warga setempat mengatakan, Ken, melarikan diri hanya dengan mengenakan celana kolor. (Warta Kota/gus)

Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

 

http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/30/13161180/pelaiar.sma.tewas.dihajar.tetangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: