Satu Keluarga Tewas Dibunuh


KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI

ilsutrasi

Kamis, 3 Juli 2008 | 14:31 WIB

Laporan wartawan Kompas Regina Rukmorini

TEMANGGUNG, KAMIS- Peristiwa pembunuhan yang sangat sadis terjadi di Temanggung, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Dlimoyo, Kecamatan Ngadirejo. Dua orang, ibu dan anak, tewas dengan leher nyaris putus, sementara seorang lagi dalam kondisi kritis dan saat ini dirawat di rumah sakit akibat luka sangat dalam di lehernya.

Hingga Kamis (3/7) siang ini belum diketahui persis kapan pembunuhan itu terjadi dan siapa pelakunya, tetapi diperkirakan pembunuhan sadis itu terjadi dini hari tadi. Polisi masih mengalami kesulitan untuk mengusut kasus ini karena dua saksi kunci yang diduga kuat mengetahui peristiwa ini belum bisa dimintai keterangan.

Kasus pembunuhan yang menewaskan Ny Sarmini (35) dan anaknya, Sigit (9), serta melukai Ny Rukini alias Tambah (65) itu terungkap sekitar pukul 05.30 setelah seprang penggembala bebek menemukan Wulan (14) di Dusun Tenan, Desa Drimoyo, Kecamatan Ngadirejo. Saat itu, Wulan terlihat stres, kebingungan, dan terkesan sangat ketakutan. Ketika ditanya siapa namanya dan di mana rumahnya, ia tidak berbicara apa-apa, melainkan hanya menunjukkan arah rumahnya.

Bersama tiga warga desa, penggembala bebek itu kemudian mengantar Wulan ke rumahnya, tetapi pintunya masih tertutup. Ditunggu beberapa lama, rumah tak juga terbuka. Kelima orang itu sampai tiga kali bolak-balik menyambangi rumah itu, tetapi piuntunya tetap saja tertutup.

Akkhirnya, mereka memutuskan untuk melapor ke kantor Kepolisian Sektor Ngadirejo yang langsung diteruskan ke Kepolisian Resor Temanggung. Kamis siang, petugas Polres Temanggung bersama Polsek Ngadirejo dan disaksikan warga mendobrak pintu rumah.

Saat itulah polisi menemukan Ny Tambah dalam kondisi kritis bersimbah darah tergeletak di ruang tengah. Lehernya luka parah akibat benda tajam. Di dalam kamar mandi, polisi menemukan mayat Ny Sarmini dan Sigit dengan leher nyaris putus.

Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djojonegoro Temanggung, sementara Ny Tambah dilarikan ke ICU RS Ngesti Waluyo Parakan, Temanggung. Sedangkan Wulan yang kemudian diketahui sebagai kakak Sigit itu saat ini dalam pengawasan di Polres Temanggung. 

Masih syok

Hingga siang ini, polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan yang menggegerkan warga itu, meskipun Wulan yang diduga kuat menyaksikan tindak pembunuhan itu belum bisa dimintai keterangan. “Dia masih syok,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung Ajun Komisaris Andis Taufan.

Satu lagi saksi yang mengetahui pembunuhan itu adalah Ny Tambah. Akan tetapi ia juga belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih kritis.

Informasi yang berkembang, pelaku pembunuhan adalah salah satu nara pidana pelarian dari LP Ambarawa yang belum tertangkap. Tidak jelas dari mana informasi itu bermula, juga apa kaitannya dengan keluarga Sarmini yang asal Jakarta dan tinggal di Temanggung bersama Sigit, Wulan, dan mertuanya, Rukini.

Terhadap informasi itu, Andis meyatakan belum bisa mengonfirmasi, karena polisi tidak bisa bekerja atas dasar dugaan-dugaan.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/03/14310059/satu.keluarga.tewas.dibunuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: