Nopriadi Tewas Dikeroyok 4 Anjing


TPGIMAGES


Jumat, 4 Juli 2008 | 10:24 WIB

TANJUNGPANDAN, JUMAT –Nopriadi (7), bocah kelas I SD Negeri 23, Jalan Pak Tahau, Tanjungpandan,  tewas mengenaskan dalam kondisi bagian kepala dan tubuh penuh luka-luka bekas gigitan dan cakaran anjing.

Jenazah Nopriadi ditemukan ayahnya, Sahrudin (53), di pantai yang masuk wilayah Desa Air Saga, Kamis (3/7), sekitar pukul 18.45 WIB. Saat ditemukan jenazah berada di dekat bangunan gazebo milik pengusaha Devan Astika. Jenazah Nopriadi lalu dibawa ke UGD RSUD Kabupaten Belitung untuk diperiksa dan menjalani visum untuk mengetahui penyebab luka-lukanya.

Pantauan Bangka Pos di RSUD Kabupaten Belitung sekitar pukul 19.00 WIB, dokter dan petugas medis menjahit luka-luka di leher, muka, serta beberapa bagian tubuh lainnya.

Dokter RSUD yang memeriksa jenazah Nopriadi, dr Marlan, memastikan luka yang ada di tubuh Nopriadi itu akibat serangan anjing. Namun ia belum bisa memastikan apakah kematian Nopriadi diakibatkan luka tersebut atau karena tenggelam.

“Saat ditemukan jenazah berada di air. Perkiraan kami jenazah ini meninggal sekitar tiga jam sebelum ditemukan. Berdasarkan pemeriksaan ada kaku mayat yang berarti ada perlawanan saat berada dalam air, tapi tidak kembung. Namun yang pasti, luka-luka itu akibat gigitan dan cakaran anjing,” kata Marlan.

Soni (10), seorang bocah warga Jalan Pak Tahau, diketahui bersama dengan Almarhum Nopriadi pada Kamis siang. Kepada polisi, wartawan dan warga yang menemuinya di rumah duka, Kamis (3/7) malam, Soni mengatakan, ia dan satu orang temannya lagi bernama Sayuti melihat Nopriadi diserang empat ekor anjing ketika mereka sedang mencari ketam di pantai Desa Air Saga.

“Kami waktu itu mencari ketam di pantai. Aku juga baru kenal dengan Nopriadi. Waktu nyari di belakang rumah, kata orang rumah Pak Devan, di dekat pondok ada anjing. Anjing itu menggonggong dan mengejar kami. Kami langsung lari dan berpencar,” kata Soni didampingi ayahnya, Hairul.

Soni melihat empat ekor anjing mengejar dan menyerang Nopriadi hingga terjatuh dan berteriak minta tolong. Setelah itu, Soni tidak tahu lagi kejadiannya karena ia memilih meninggalkan tempat tersebut. Ia juga mengaku tidak tahu kalau Nopriadi telah meninggal dunia.

Kapolres Belitung AKBP Rudy Tranggono SSt MK melalui Kasat Reskrim AKP Adam Erwindi SIK mengatakan, polisi akan meminta keterangan semua pihak, di antaranya teman-teman Nopriadi serta pengusaha Devan Astika sebagai pemilik anjing yang menyerang Nopriandi.

“Dari keterangan teman Almarhum Nopriandi itu, mereka dikejar oleh anjing Pak Devan. Namun, mereka tidak bisa banyak memberikan keterangan karena terlihat masih shock dan takut. Karena itu, kami masih akan meminta keterangan seputar kronologis peristiwa tersebut, termasuk juga dengan tetangga sekitar)rumah Pak Devan yang mungkin mendengar atau menyaksikan peristiwa itu,” kata Adam.

Kasat Reskrim bersama anggota Satreskrim Polres Belitung serta Kapolsek Tanjungpandan Ipda Hendra V dan anggotanya, Kamis malam, melakukan pemeriksaan di lokasi ditemukannya jenazah Nopriandi di sekitar gazebo di belakang rumah Devan Astika. Namun, air laut yang pasang menyebabkan tidak terlihat lagi adanya bekas atau jejak serangan anjing atau bercak darah di tempat tersebut. (gus)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/04/10243514/nopriadi.tewas.dikeroyok.4.anjing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: