Ibu Menggantung Diri Setelah Meracuni Anaknya

KESULITAN EKONOMI

Sabtu, 5 Juli 2008 | 00:51 WIB

 

Soe, Kompas – Nyonya Magdalena Yunita Molo (21) tewas gantung diri di kamar tidur di Kelurahan Karang Sirih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Beberapa menit sebelumnya, korban meracuni putri semata wayangnya, Karin Margareta Molo (1,5), hingga tewas. Karin adalah hasil perkawinan dengan Stanley Snae (25).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Resor Timor Tengah Selatan Ajun Komisaris Sandy Sinurat di Soe, Jumat (4/7), mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/7) saat Stanley Snae tidak di tempat. Snae satu pekan terakhir meninggalkan rumah dengan alasan mengunjungi ibunya yang sakit, sekitar 2 kilometer dari Kelurahan Karang Sirih.

“Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian dan pemeriksaan suami, korban gantung diri karena terimpit biaya ekonomi keluarga. Apalagi pasangan muda ini terlilit utang jutaan rupiah untuk biaya makan minum, sementara suami tidak punya pekerjaan sama sekali,” katanya.

Korban gantung diri di dalam kamar tidur dengan sebuah kain panjang yang dililitkan pada leher. Beberapa menit sebelumnya korban diduga meracuni anaknya di tempat tidur yang sama.

Di samping Karin ditemukan mok berisi cairan yang mengeluarkan bau menyengat. Cairan itu diduga obat pembasmi serangga yang dicampur racun lain.

Sebelum gantung diri, korban minta keponakannya, Cheny (4) dan Ningsih (6), membeli sampo kemasan plastik kecil di kios tetangga, sekitar 10 meter dari kediaman korban. Sepulang dari kios, kedua bocah itu melihat pintu rumah tertutup.

Mereka memanggil korban dari luar untuk menyerahkan sampo, tetapi tidak ada jawaban. Kedua bocah kemudian mengintip dari celah dinding rumah.

Mereka melihat korban Magdalena tergantung di kamar tidur dengan lidah menjulur keluar, sedangkan Karin seperti tertidur pulas di tempat tidur.

Meninggalkan surat

Di samping kedua korban terdapat selembar surat yang ditulis tangan oleh Magdalena. Surat tersebut ditujukan kepada kedua orangtuanya.

“Bapa dan mama, beta mohon maaf. Kubur beta dan Karin di rumah saja. Biar beta tenang karena selalu ada bapa dan mama yang selalu lihat beta, biar sebentar saja. Sekali lagi beta mohon maaf selalu menyakiti bapa dan mama. Beta harap, semua sonde ribut karena peristiwa ini. Karin beta bawa karena beta khawatir, sonde ada yang mau rawat Karin dengan tulus hati. Selamat tinggal bapa dan mama”.

Menurut Sandy, dalam kasus ini tidak ada yang ditahan karena saat kejadian hanya kedua korban berada di dalam rumah. Tidak tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/05/00513728/ibu.menggantung.diri.setelah.meracuni.anaknya

One Response to “Ibu Menggantung Diri Setelah Meracuni Anaknya”

  1. forthesakeofneverendinglove Says:

    Rest In Peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: