Enam Tewas di Kompleks Pelacuran


TPGIMAGES

Rabu, 9 Juli 2008 | 19:00 WIB

KEDIRI, RABU- Menyusul tewasnya dua pekerja seks komersial (PSK) di kompleks lokalisasi Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur, hari Selasa kemarin, Rabu (9/7) ini empat orang lagi warga Kediri juga tewas akibat menenggak minuman keras yang diduga palsu. Miras palsu itu adalah produk industri kecil sekala rumahan di Kediri.

Keempat korban yang meninggal hari ini adalah Yanto dan Handoyo, warga Desa Banyuanyar; serta Joko dan Mujianto, warga Desa Gayam, di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.Selain keenam korban meninggal itu, saat ini masih ada dua orang lain yang dirawat di rumah sakit, yakni Pardi dan Sujud.

Semua korban meninggal diketahui setelah sebelumnya pesta minuman keras merek “Kuntul” palsu di kompleks lokalisasi Wonojoyo, Kecamatan Gurah. Miras cap “Kuntul” palsu ini adalah produk industri kecil skala rumahan di Gurahan dengan pasar utama lokalisasi Wonojoyo itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kediri Ajun Komisaris Didit Prihantoro, mengatakan, pihaknya sudah menelusuri asal minuman keras palsu tersebut. “Kini tiga orang tersangka pembuatnya sudah kami tahan dan sekarang sedang diperiksa penyidik,” ujarnya.

Ketiga tersangka pembuat miras palsu adalah Bambang (45) dan kedua anaknya Ridho dan Roby. Mereka tinggal satu rumah di Desa Banyuanyar, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Tersangka mengaku sudah 10 bulan memproduksi miras merk Kuntul yang palsu.

Sasaran penjualan produknya adalah para pelanggan di kompleks lokalisasi di Kediri di antaranya lokalisasi Wonojoyo, Kecamatan Gurah. Minuman keras produksi Bambang terbuat dari 30 liter air keran ditambah 7 liter alkohol, dua sendok gula pasir, dua sendok sitroen (semacam perasa yang dijual bebas di pasar, sering dipakai bahan kue), dan dua mililiter pemanis dari bahan kimia.

“Saya tidak tahu kalo berbahaya, tetapi orang-orang banyak yang suka. Rasanya enak dan kuat apalagi kalo dicampur minuman ringan merk Green Sands,” ujar Ridho saat ditemui di markas Polres Kediri.

Menurut Didit, perbuatan tersangka tidak hanya melakukan pemalsuan merk akan tetapi membahayakan nyawa orang lain. Korbannya sudah mencapai enam orang meninggal dan dua orang dirawat di rumah sakit. Pihaknya masih mencari empat korban lainnya yang diduga turut serta melakukan pesta minuman keras prod uksi tersangka.

Atas perbuatannya itu, Bambang dan anak-anaknya dituduh telah melanggar Pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang menyediakan kefarmasian bukan oleh ahlinya. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, korban yang meninggal dunia, jenazahnya langsung diambil oleh pihak keluarga. Hingga kemarin sore, tinggal dua korban yang masih berada di RSUD Gambiran Kota Kediri yakni Handoyo dan Mujiono.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang pekerja seks komersial di lokalisasi Wonojoyo, Di an dan Yayuk ditemukan tewas setelah berpesta minuman keras dengan pelanggannya. Hari berikutnya, sejumlah pemuda kembali menggelar pesta miras di tempat yang sama walaupun beda wisma.

Pesta itu mengakibatkan empat pemuda tewas. Masih dilokalisasi yang sama, dua pemuda yang sedang pesta miras dilarikan ke rumah sakit, dan masih menjalani peawatan medis hingga sekarang. Diduga masih ada empat pemuda lagi yang juga menggelar pesta miras, saat ini sedang dicari polisi.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/09/1900253/enam.tewas.di.kompleks.pelacuran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: