Tersangka Membunuh Satu Keluarga karena Sakit Hati

Minggu, 06 Juli 2008 05:35 WIB

Penulis : Golda Eksa

 

BEKASI–MI: Tri Widyo Murdani bin Wasis Budi Wahyono, 24, tersangka pembunuh mengaku melakukan aksi pembantaian satu keluarga lantaran sakit hati ditegur pemilik rumah.Kepada wartawan, Sabtu (5/7), pemuda kelahiran 4 Januari 1984 yang sedang menjalani pemeriksaan di ruang Siaga Reskrim Mapolres Metro Bekasi mengatakan pembunuhan dilakukan secara spontan.

Warga Perumahan Coca Cola Jalan  Cemara I Blok A6/01 RT001/02, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi itu sejak Rabu malam (2/7) menumpang untuk menginap dirumah sahabatnya yaitu tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di Kampung Utan, Jalan H Umar RT003/02, No126,Kelurahan Jaka Setia dengan alasan broken home.

Pembunuhan sadis yang terjadi Jumat (4/7), berawal ketika Tri sedang menonton tayangan musik di TV ruang tengah. Sekitar pukul 13.30 WIB, Tati, 45, menegur tersangka untuk mengecilkan volume TV serta dilarang berlama-lama menonton menginap. Tati merupakan isteri Heru Cahyo, 52 yang menjadi pemilik rumah dimana tersangka menginap.

“Nonton TV tahu diri, kalau disini jangan lama-lama soalnya bapaknya enggak suka.., Nambah-nambahin uang belanja aja,” terang Tri menirukan ucapan Tati dengan nada meninggi.

Mendengar ucapan demikian, pelaku tersinggung dan pergi kedapur untuk mengambil pisau yang berada diatas meja samping kompor gas.

Pisau dapur merk Morico sepanjang 30 cm yang dibawa tersangka sejak malam kedatangannya dirumah tersebut kemudian digenggam dan disembunyikan dibelakang tubuhnya.

Setelah mendapatkan pisau itu, Tri lantas menghampiri Tati yang masih terlihat marah-marah. Kemarahan Tati akhirnya terhenti kala tubuhnya dihujam pisau sebanyak 12 kali.

“Mayatnya saya seret ke dalam kamar mandi,” terang pria bertubuh kurus itu.

Selang dua jam seusai eksekusi mati terhadap Tati, Heru pulang dan melihat bercak darah dilantai serta mendapati istrinya sudah tidak bernafas lagi. Tanpa basa-basi, Heru marah dan mendorong Tri hingga tersungkur.

Kemarahan Heru disambut dengan sabetan pisau yang digunakan untuk membunuh Tati. Dalam sekejap, Heru tewas dengan kondisi usus keluar dan leher tergorok.

Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, Arini Nada Alfatimah, 11 anak bungsu Heru-Tati pulang.  Bocah kelas V SDN Poncol, Bekasi Selatan itu menjerit melihat ayah dan ibunya tewas didalam kamar mandi.

“Sebenarnya saya tidak ingin membunuh Arini, namun ia berteriak sehingga saya terpaksa mencekik lehernya dan membunuhnya dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok.”

Ketiga korban dikumpulkan didalam kamar mandi berukuran 2×2 m2 yang berada di ruang tengah. Bercak darahpun dibersihkan menggunakan sebuah bantal serta pisau dicuci dan disimpan di dalam kardus yang berada di kamar Teguh, 25.

Seusai shalat maghrib, Teguh yang merupakan sahabat Tri sejak SMP hingga SMA pulang ke rumah dan melihat kedua orang tua serta adiknya tewas.

Menurut Kapolrestro Bekasi Kombes Mas Guntur Laope, tersangka telah melakukan perbuatan kejahatan yang direncanakan dan melanggar Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dengan ancaman minimal 15 tahun penjara atau seumur hidup. “Tersangka mengaku menyesali perbuatannya pada  polisi saat dimintai keterangan oleh polisi.”

Tiga korban pembunuhan dimakamkan, Sabtu sore. Isak tangis keluarga yang ditinggalkan terlihat saat ketiga jasad korban pembunuhan itu dimasukkan ke liang lahat di di TPU Jati Sari, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi. (GG/OL-03)

 

 

 

http://mediaindonesia.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: