“Anakku, Selamatkan Anakku…”

 

Minggu, 13-07-2008 | 01:30:36
Dari balik pintu Kamar Monika Nomor 1 Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin, Susanti (58 tahun) terlihat tergolek lemah di ranjang. Sejumlah bagian tubuhnya menderita luka bakar.
Saat BPost hendak menjenguk, pihak keluarga tak mengizinkan dengan alasan kondisinya belum stabil. Hanya keluarga dekat yang bisa masuk. Beberapa kerabat Susanti terlihat berada di depan kamar.
Dalam perbincangan, mereka mengaku pasrah. Kebakaran di Jalan S Parman Gang Nusa Indah RT 6 Banjarmasin, Sabtu (12/7) sekitar pukul 02.00 Wita itu adalah musibah. “Yah mau apalagi, musibah,” ujar salah seorang di antara mereka.

Hingga kemarin, Susanti tidak mengetahui perihal meninggalnya sang putri, Kendani Tansil (25).

Terakhir, Susanti menyaksikan putrinya berusaha membuka teralis pintu depan.

Susanti selamat karena lewat jalan samping. “Anakku di dalam… Anakku di dalam…” teriak Susanti saat kejadian sambil berusaha membuka teralis. Dia tak lagi menghiraukan jilatan api.

Usaha Susanti mengejutkan petugas pemadam yang berjibaku menguasai api. Mereka pun berusaha keras membuka teralis, yang diduga tergembok. Namun belum sempat terbuka, terjadi ledakan keras dari dalam rumah.

Ledakan yang diduga berasal dari kendaraan yang diparkir di dalam rumah langsung membuat nyala api membesar. Kaca jendela juga pecah berhamburan.

Pemadam pun beringsut mundur. Mereka terpaksa menarik Susanti yang terus berteriak histeris dan meronta berusaha menyelamatkan anaknya.

“Selamatkan anakku… Selamatkan anakku… Selamatkan anakku…” serunya. Teriakan Susanti terhenti ketika ibu dua anak ini pingsan.

Bersamaan dengan itu, pemadam dan warga hanya dapat menyaksikan Kendani meregang nyawa. Mahasiswi semester akhir di STIE Nas ini tewas terpanggang dalam posisi mencengkeram teralis.

Drama menyedihkan ini berawal ketika aliran listrik kembali mengalir. Api tiba-tiba menyala dari rumah Susanti.

Susanti yang baru tiga hari datang dari Jawa langsung lari ke luar melalui pintu belakang. Sedang Kendani yang kemarnya berada di depan menuju pintu depan.

Selain satu korban meninggal dan satu korban luka bakar, tercatat tiga rumah ludes menjadi arang. Selain rumah Susanti, dua rumah lain yaitu milik Junaidi dan rumah Lince Nahan, di Gang S Parman II, tepat di belakang rumah Susanti musnah.

Dari keterangan Ketua RT 6, Bedward Jata, 10 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. “Kebetulan dua rumah lain dijadikan semacam bedakan jadi penghuninya cukup banyak,” jelasnya.

Dijelaskan Bedward, Susanti memiliki dua anak yaitu Kendani dan Paulus. Paulus sedang menempuh kuliah di Malang.

Sepeninggal suaminya, Susanti berjualan konveksi sehingga sering ke Jawa. Sedang Kendani sibuk kuliah. “Karena sibuk mengerjakan skripsi, Kendani jarang keluar. Tapi orangnya kita kenal baik dan ramah,” tambahnya. (bb/ee/tin/htw/ncl)

 

Banjarmasin Post
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: