Demi Rp 4 Juta, Anak Terpanggang


Sabtu, 12 Juli 2008 | 06:25 WIB

JAKARTA, SABTU – Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Siaga Raya RT 12 RW 14, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (11/7), membuat Sarifudin (4) tewas terpanggang. Sementara itu, tujuh warga lainnya mengalami luka bakar. Dalam kebakaran itu, sejumlah lapak permukiman pemulung yang bangunannya semipermanen ludes terbakar.Menurut Ratini (35), ibu Sarifudin, api diduga berasal dari rumah milik Abdul Wahab (50), tetangga sebelah rumahnya. Menurut dia, api tiba-tiba membesar, membuat panik seisi permukiman padat tersebut. “Bapaknya sudah keluar bawain anak-anak, semua sudah keluar,” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Saat terjadi kebakaran, Mamat (42), suami Ratini, masuk ke rumah untuk mengambil uang Rp 4 juta hasil penyewaan playstation. Tidak diduga-duga, ternyata Sarifudin masuk ke rumah mengikuti ayahnya. Mamat tidak sadar anak keempatnya itu ikut masuk ke rumah.

Mamat mengalami luka bakar di punggung. Dia keluar dari rumah yang sudah dilalap api setelah mengambil uang Rp 4 juta. Namun, Sarifudin ternyata tidak keluar dari rumah.

Roni (17), kakak Sarifudin, mencoba masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan sepeda motor miliknya. Namun, dia tidak melihat adiknya dalam kobaran api. Roni juga menderita luka bakar di lengannya. Puluhan petugas pemadam kebakaran dan ratusan warga yang memadamkan api tidak menyadari ada orang terjebak di dalam rumah.

Sekitar tiga jam kemudian, ketika api dapat dijinakkan, petugas mendapati Sarifudin telah hangus menjadi arang di dalam rumahnya. Sedangkan adik korban, Mansyur (1), berhasil diselamatkan. Abdul Wahab membantah api berasal dari rumahnya. Menurut dia, api justru berasal dari rumah Mamat. “Api tahu-tahu besar, saya langsung selametin anak saya,” ujar ayah empat anak itu.

Menurut Abdul Wahab, status tanah lokasi permukiman tersebut adalah milik Pemprov DKI. “Saya terus terang saja bayar ke dekel (dewan kelurahan) setiap bulan Rp 200.000,” ujarnya.

Lokasi kebakaran berada persis di belakang kantor Kelurahan Pejaten Barat dan telah didiami para pemulung selama puluhan tahun.

Sekitar pukul 14.00, jenazah Sarifudin dimakamkan di TPU tidak jauh dari rumahnya setelah dishalati di Mushala Al Barkah. Masih dengan luka bakar di tubuhnya, Mamat tak kuasa menahan tangis ketika meletakkan jenazah anaknya di liang kubur. Selain kehilangan anak, Mamat juga mengalami kerugian lantaran 10 televisi dan 10 unit playstation miliknya hangus.

Kobaran api juga meludeskan sedikitnya ratusan rumah di RW 01 dan 02 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (11/7). Api diduga berasal dari ledakan tabung elpiji isi tiga kilogram. Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk itu juga menghanguskan 68 lapak, lapak-lapak itu dihuni 70 keluarga dengan jumlah warga 240 jiwa. Kebakaran terjadi sejak pukul 15.30 dan baru padam sekitar pukul 20.00.

Imam, warga RT 06 RW 02, luka-luka akibat terjatuh dari lantai dua rumahnya ketika hendak menyelamatkan istrinya yang terjebak di dalam rumah. Saat hendak menjemput istrinya, lantai dua rumahnya runtuh. Imam pun terjatuh dan pingsan. Tubuhnya mengalami luka bakar. (sab/yos/tos)

Kompas
News Page


Front Page


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: