Diare Renggut Dua Jiwa

 

Minggu, 13-07-2008 | 01:00:36
BARABAI, BPOST – Wabah diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mulai menyerang warga Hulu Sungai Tengah. Dari data di RSUD Damanhuri Barabai dalam satu bulan terakhir sudah 72 pasien diare dan 50 penderita ISPA yang datang.
Direktur RSUD Damanhuri dr Hardi Basuki mengatakan, pasien Gastro Enteritis (GE) atau diare dan ISPA bulan lalu sebagian besar adalah anak-anak. “Dari 72 pasien diare yang dirawat di rumah sakit ini, 24 orang adalah anak-anak. Rata-rata tiap hari dua pasien yang datang untuk rawat inap,” katanya, Sabtu (12/7).

Pada Mei lalu, kata Hardi, jumlah pasien diare hanya 50 orang, penderita penyakit ini makin meningkat di bulan selanjutnya. Meski demikian, belum bisa dikatagorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Plt Kepala Dinas Kesehatan HST, Zainal Abidin melalui staf Penyuluh Program ISPA, Salahuddin mengatakan, sejak Mei sudah tercatat 2.379 penderita ISPA. Satu di antaranya meninggal dunia.

Di bulan Juni, jumlah itu makin meningkat menjadi 2.958 penderita dan satu meninggal dunia. Kedua pasien meninggal itu berasal dari Pantai Hambawang.

“Jadi, ISPA bukan penyakit yang tidak berbahaya. Untuk itu saya sarankan warga mewaspadainya terutama di musim kemarau,” ucapnya.

Menurutnya, penyakit diare dan ISPA ini cepat berkembang karena kondisi lingkungan makin kumuh dan kotor. Di sisi lain, masyarakat kurang memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi, sehingga penyakit ini semakin mudah menjangkit, tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.

“Untuk menghindari penyakit tersebut, warga diminta membiasakan diri minum air yang sudah dimasak. Saat ini dari pihak rumah sakit sudah melakukan upaya untuk mengatasi membeludaknya jumlah pasien yang datang, dengan menyiapkan beberapa ruangan jika terjadi kelebihan pasien seperti tahun lalu,” paparnya.

Rumah sakit pun sudah menyiapkan sejumlah ruangan untuk antisipasi banyaknya penderita diare tahun ini, selain pengadaan obat-obatan. “Biasanya pada saat musim kemarau ini, jumlah pasien diare meningkat. Juli, Agustus dan September termasuk bulan-bulan rawan diare dan ISPA, tapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada bulan seterusnya,” paparnya. (arl)

Banjarmasin Post
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: