Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Guru Tewas Gantung Diri


Ilustrasi

Sabtu, 12 Juli 2008 | 17:33 WIB

SEMARANG, SABTU- Diduga karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh, Ngadiyo (49), seorang guru SMA Negeri 7 Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, bunuh diri dengan cara menggantung diri di kamar mandi sekolah. Mayat Ngadiyo ditemukan Sri Kusdyanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada Sabtu (12/7) sekitar pukul 11.00.

Belum diketahui penyebab pasti mengapa guru Fisika tersebut mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Dari penuturan beberapa guru sekolah yang sekaligus teman korban, Ngadiyo bunuh diri lantaran putus asa dengan penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

Sejak dua tahun lalu, Ngadiyo kerap mengeluhkan penyakit yang ia derita di bagian kepala dan dada. Namun, belum diketahui jenis penyakitnya itu. Bahkan, Ngadiyo sempat mengatakan ingin bunuh diri karena tak tahan dengan penyakitnya itu, tutur Sri saat ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang tempat jenazah Ngadiyo diotopsi.

Sri terakhir kali bertemu Ngadiyo pada Jumat kemarin. Saat itu, korban hendak mengurus pendaftaran putranya di sekolah tempat ia mengajar.

Menurut Sri, sejak Jumat sore hingga menjelang tengah malam, istri Ngadiyo menghubunginya lewat telepon. Ia menanyakan keberadaan suaminya itu yang tak kunjung pulang ke rumah di perumahan umum Korpri Klipang, Semarang.

Pada Sabtu pagi, istri korban kembali menghubungi Sri lewat telepon. Sri lantas menuju sekolah pukul 08.00. Selain dirinya menjadi panitia penerimaan siswa baru sekolah, ia bermaksud mencari keberadaan Ngadiyo.

Sri dibantu Bambang Priyo, guru olah raga sekolah, memeriksa di beberapa ruangan di sekolah. Keduanya masih mendapati sepeda motor korban masih terparkir di ruang parkir sekolah.

Saat memeriksa di kamar mandi guru, mereka curiga melihat pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci. Padahal, tak terdengar bunyi apa pun dari dalam kamar mandi itu.

Kami berdua terpaksa mendobrak pintu kamar mandi setelah kami gedor tidak ada jawaban dan pintu tak mau dibuka, jelas Sri.

Keduanya terperanjat melihat tubuh Ngadiyo tergantung dengan sebuah ikat pinggang bela diri berwarna merah. Ikat pinggang itu terikat pad akayu kusen jendela. Korban saat ditemukan mengenakan baju batik dan celana kain warna coklat serta bersepatu.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Semarang Barat yang menangani kasus ini, Ajun Komisaris N Garsita, mengatakan, polisi tidak menemukan dugaan pembunuhan maupun tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Dugaan sementara polisi adalah korban tewas karena menggantung diri. Namun, kami tetap menyelidiki kasus ini, kata Garsita. (APO)

 

Kompas
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: