Tentara Tewas Dikeroyok di Klinik

 

Minggu, 13-07-2008 | 01:15:02
• Kantor Polsek Digeruduk Massa

MAKASSAR, BPOST – Di saat kebersamaan antara aparat Polri dan TNI di sejumlah daerah mulai terjalin rapi, tak demikian dengan di Makassar. Keributan kembali terjadi antara anggota TNI dan Polri. Kali ini, anggota TNI yang meregang nyawa.

Anehnya keributan antar aparat negara itu terjadi di depan sebuah klinik kesehatan alternatif di Jalan Kapasa Raya, Makassar, Sabtu (12/7).Seorang pasien di klinik terapi batu giok itu menuturkan, peristiwa tersebut berawal dari kedatangan Koptu Mukijab ke klinik alternatif untuk berobat sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah 30 menit berlalu, proses terapi pun selesai. Mustajab diminta untuk keluar dari kamar terapi.

Namun Mukijab menolak permintaan tersebut. Dia bahkan marah-marah dan mengamuk saat pengobatan dihentikan.

Keributan di klinik itu kemudian menarik perhatian beberapa anggota polisi yang saat itu berpakaian preman. Klinik tersebut kebetulan berada di dekat Mapolsek Biringkaraya. Empat polisi kemudian berusaha menenangkan Mukijab. Namun sang tentara tidak terima sehingga akhirnya terjadi perkelahian.

“Kakak saya dikeroyok dan luka-luka. Kemudian dibawa masuk ke dalam Kantor Polsek,” kata adik Mukijab, yang tak mau disebutkan namanya.

Sekitar pukul 14.00 Wita pihak keluarga mendapat kabar Mukibjab meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS AD Pelamonia.

Peristiwa itu memicu emosi pihak keluarga korban. Mereka kemudian mendatangi Mapolsek Biringkaraya.

Hingga pukul 19.00 Wita, suasana di depan Mapolsek Biringkaraya masih tegang. Puluhan orang mondar-mandir. Tiga anggota Koramil Biringkaraya juga terlihat di antara mereka.

Jajaran petinggi Polda Sulawesi Selatan membantah Koptu Mukijab meninggal akibat dikeroyok polisi. Mukijab meninggal diduga karena sakit.

“Tidak mungkin polisi melakukan pengeroyokan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Heri Subiansuri.

Menurut Heri, sekitar pukul 12.00 WIB, Mukijab terlihat marah-marah di klinik. Dia marah-marah kepada semua orang, termasuk kerabatnya, Ruslan.

Tak lama kemudian datang dua anggota polisi yang juga kenalan Mukijab. Tiba-tiba Mukijab mengamuk dan memukul Ruslan karena dianggap memanggil polisi. Polisi kemudian mengamankan Mukijab ke Mapolsek yang letaknya tak jauh dari klinik. Saat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. (dtk/ant/TT)

 

 

Banjarmasin Post
News Page
Front Page 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: