Mahasiswa Tewas Dibacok

[JAKARTA] Seorang pria yang diketahui bernama Rahmat Hidayat (19), mahasiswa sebuah universitas di Depok, Jawa Barat, ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Cengkeh RT 04/07 Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/7), sekitar pukul 20.45 WIB.

Mayat korban ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka, khususnya di bagian dada dan perut. Petugas juga menemukan sebuah senjata tajam jenis badik tak jauh dari tubuh korban. Korban diduga melakukan perlawanan, karena bagian tangan korban terluka.

Kapolres Depok Kombes Pol Gatot Edi kepada SP, Senin (14/7), membenarkan peristiwa terbunuhnya Rahmat Hidayat yang mayatnya di temukan di Jalan Cengkeh, Pondok Cina, Depok. “Sejumlah warga, antara lain pemilik toko di sekitar tempat ditemukan mayat itu telah dimintai keterangan sebagai saksi. Petugas juga telah memeriksa beberapa warga. Namun, soal korban adalah mahasiswa masih dalam penyidikan karena di lapangan ditemukan kartu identitas pelajar dan mahasiswa,” ujar Gatot.

Data Polda Metro Jaya menyebutkan sekitar pukul 20.45 WIB warga Jalan Cengkeh dikejutkan dengan teriakan keras menyusul ditemukan seorang bernama Rahmat Hidayat dalam kondisi tergeletak bersimbah darah. Rahmat adalah warga Jalan Swadaya RT 03/09 Pejaten Jaksel.

Korban Mutilasi

Sementara itu, terkait kasus mutilasi Ir Heri Santoso, warga Kampung Benda, RT 03/01, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jati Asih, Bekasi, yang mayatnya ditemukan dalam kondisi terpotong menjadi 7 bagian di Jl Kebagusan Raya RT 06/01, Jakarta Selatan, pihak kepolisian mengaku terus mengembangkan kasus tersebut. Hingga Senin, tim gabungan Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya memeriksa secara intensif keluarga korban dan puluhan warga lainnya.

Pemeriksaan terhadap keluarga almarhum dilakukan untuk mendalami riwayat hidup korban. Sedangkan pemeriksaan terhadap puluhan warga, yakni kerabat, teman, dan sejumlah orang yang pertama kali menemukan korban pembunuhan sadis itu bertujuan untuk melengkapi penyelidikan di lapangan.

Hingga Senin pagi, petugas masih memeriksa keluarga almarhum sebagai saksi. “Diharapkan dari keterangan mereka ditemukan petunjuk motif di balik pembunuhan tersebut,” kata Kapolres Jaksel Kombes Pol Chairul Anwar di Jakarta, Senin.

Menurut Kapolres, identitas kasus korban mutilasi di wilayah Kebagusan, Jakarta Selatan, langsung diketahui berkat dukungan media masa yang pertama kali memberitakan kemudian diketahui oleh keluarga almarhum. Petugas juga memaksimalkan penyelidikan untuk mengetahui motif pembunuhan.

Gempar

Seperti diberitakan harian ini, warga Kebagusan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7) pagi gempar. Sebab, dua orang warga menemukan potongan mayat pria dalam tiga tas di dua kebun terpisah, tidak jauh dari Jalan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kebagusan, Jakarta Selatan. Tiga tas itu berada di bawah semak-semak tidak jauh dari SDN Ragunan 14 Pagi.

Awalnya, terlihat tidak mencurigakan. Potongan mayat itu dikemas dalam satu koper dan dua tas gantung berwarna hitam dan berisi tujuh potong tubuh seorang pria yang diperkirakan berusia 40-an tahun

Mayat itu pertama kali ditemukan Agus (25) dan Rahmat (28), warga setempat yang sedang melintas. Keduanya menemukan dua tas. Sedangkan, satu tasnya lagi ditemukan Juned (45) seorang pemulung.

Awalnya, Agus dan Rahmat hanya penasaran atas keberadaan koper dan satu tas hitam di tengah tanah kosong tersebut. Setelah keduanya memeriksa koper tersebut, mereka melihat potongan daging. Setelah diperiksa, ternyata potongan tubuh manusia.

“Ih…ngeri banget,” tutur Agus. Setelah itu Agus melaporkan hasil temuan itu ke Mapolsek Pasar Minggu.

Dalam tas yang ditemukan Juned, dia menemukan sebuah potongan kepala dan kaki yang disimpan dalam tas biru. Potongan lainnya yang dibuang secara terpisah di dalam koper biru dan plastik hijau adalah tangan, badan, isi perut dipisahkan, paha. Juga bagian bokong pria.

Menurut Juned (45) sang pemulung awalnya ingin mencari-cari sampah di kebun kosong tersebut. Tak pelak lagi dirinya kaget menemukan potongan kepala dan kaki. “Yang lebih parah, potongan tangan, badan, dan isi perut secara terpisah serta paha ditemukan di kebun kosong di sebelahnya,” tutur Juned. Kini kasus ini diselidiki oleh Polres Jakarta Selatan.

Petugas polisi yang ada di lokasi menemukan celana jeans merek Lea berwarna biru dan celana jeans hitam bermerek Oakley yang masing-masing berukuran 31.

Bukan hanya itu, pada tubuh korban yang terpotong-potong didapati juga ikat pinggang berwarna coklat dengan merek Harley Davidson, celana dalam hitam bermerek Ocean Pacific, kaos kaki, baju bermerek Giordano yang sudah berlumuran darah, dan sebuah tas bermerek Adidas. Warna kulit korban sawo matang. [RPS/MAR/Y-4/G-5]

 

Suara Pembaruan
News Page
Front Page

2 Responses to “Mahasiswa Tewas Dibacok”

  1. Good Blog!
    I like Harley Davidson too.
    It is classic motorcycle.

  2. Some of the most interesting, groundbreaking, or just plain weird motorcycles that have been built over the past 100 years.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: