Pemuda HST Terpanggang

Senin, 14-07-2008 | 01:10:35
PALANGKA RAYA – Sehari pasca kebakaran yang menewaskan seorang penghuninya di Jl S Parman Gg Nusa Indah RT6, Banjarmasin, Sabtu (12/7) dini hari, peristiwa yang sama kembali terulang.
 

Seorang perantau asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HST), Kalsel, Andri (30), tewas terpanggang, dalam kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah kontrakan lantai 2, di Jl Kinibalu No 4A, Palangka Raya, Minggu (13/7) sekitar pukul 01.00 WIB.Dugaan sementara, korban yang sehari-harinya bekerja di sebuah cafe di Palangka Raya Mal itu, tertidur pulas di kamarnya di lantai dua, sehingga tak sempat menyelamatkan diri saat api melalap rumah kontrakan tersebut.

Menurut informasi, sejak sore hari sebelumnya, kawasan tersebut sedang terkena pemadaman bergilir aliran listrik oleh PLN. Baru pada pukul 23.00 WIB listri kembali menyala. Saat itu beberapa penghuni rumah kontrakan milik H Fadlan itu masih terjaga.

 

Dua jam berselang, sekitar pukul 01.00 WIB, saat seluruh penghuni tertidur pulas, munculkan kobaran api di bagian lantai 2 rumah kontrakan yang berada di belakang kantor DPW PPP Kalteng itu.

 

Kebakaran itu langsung menggegerkan para penghuni seisi kontrakan yang terdiri dari 15 kamar itu, mereka langsung menyelamatkan diri keluar dari kamar.

Sementara penghuni lain berlarian menyelamatkan diri, diduga Andre masih tertidur pulas di kamarnya dan tak mengetahui maut tengah mengincar dirinya. Dwi, salah seorang rekan korban terluka pada bagian kaki, sempat berusaha menyelamatkan dengan mencoba membangungkan Andre.

Namun, upayanya gagal karena terhalang kobaran api yang sudah membakar habis bagian lantai atas rumah. “Saya mau menolong tapi api sudah besar dan terasa panas sekali. Saat itu saya benar-benar panik karena api sudah besar sekali.

Saya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai dua,” ujar Dwi yang kemarin siang sudah diperbolehkan pulang setelah sempat mendapat perawatan pihak rumah sakit. Belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut.

Pihak kepolisian belum bersedia memberi keterangan karena masih melakukan penyelidikan. Namun sebagian warga menduga kebakaran terkait pemadaman bergilir beberapa jam sebelumnya.

Dugaan sementara, kebakaran disebabakan lampu penerangan atau lilin yang terjatuh dan menjalar membakar bangunan rumah, mengingat dua jam sebelumnya listrik masih padam. Namun, sejumlah penghuni kontrakan yang ditemui enggan menanggapi kemungkinan itu. “Saya tidak tahu penyebabnya apa karena saat itu tertidur,” kata Dwi.

 

Sementara itu, jenazah Andri kemarin sempat diotopsi di rumah sakit setempat. Selanjutnya jenazah perantau itu langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Barabai, HST. (mgb/ck1)

 

 

 

 

 

 

 

Banjarmasin Post
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: