Tabrakan Karambol 4 Motor, 3 Tewas

 

Monday, 14 July 2008
SURABAYA (SINDO) – Jalur Surabaya–Gresik kembali makan korban. Sabtu (12/7) malam lalu pukul 22.45 WIB, sebuah tabrakan karambol yang melibatkan empat motor terjadi di Jalan Tambak Osowilangun.


Tiga orang tewas, sementara empat orang luka. Tiga korban meninggal adalah Basri, 26, dan Enik Handayani,27,pasangan suami istri asal Jalan Bringin I, Temenggungan, Lamongan, yang kos di Jalan Tempel Sukorejo I Surabaya; dan Puji Kurniawan, 22, warga Jalan Tambak Osowilangun I/2.Basri meninggal seketika di lokasi kejadian. Dia mengalami luka parah di kepala bagian kiri.Sementara Enik,meninggal saat dalam perjalanan ke RS Semen Gresik. Sedangkan Puji meninggal saat menjalani perawatan di IRD RSU dr Soetomo Surabaya. Empat korban luka adalah Ari Widhiyanto, 27, warga Jalan Surabayan I/19; Agus Prianto, 22,warga Jalan Tambak Osowilangun II/20A; Fathurohman, 21, Jalan Jambu 4E/112 Tambak Sumur,Waru Sidoarjo; dan M Irfan Rofi,23, Jalan Tambak Osowilangun Timur X/28 Surabaya.

Kasat Lantas Polres Surabaya Utara AKP Kasiani mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kronologis persisnya kecelakaan karambol yang melibatkan empat motor tersebut. Pihaknya masih kesulitan menghimpun keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kejadiannya malam dan di tempat itu sepi. Sehingga keterangan yang kami dapat masih sedikit.Jika korban luka yang masih menjalani perawatan di RS ini sudah membaik, baru akan kami periksa untuk mengetahui lebih lanjut tentang kecelakaan tersebut,” tandasnya. Dia menambahkan, polisi juga akan segera menguruskan asuransi bagi korban meninggal.

Kanit Laka Satlantas Polresta Surabaya Iptu Sukar W menjelaskan,menurut hasil oleh TKP sementara diketahui, tabrakan maut tersebut bermula ketika motor Yamaha Vixion L 5755 VF yang dikendarai Fathurohman berboncengan dengan M Irfan Rofi melaju kencang dari arah Barat ke timur, atau dari Gresik ke Surabaya. Mereka berkejaran dengan Agus Priono yang berboncengan dengan Puji Kurniawan mengendarai motor Honda Mega Pro L 4162 WJ.

Saat sampai di Jalan Tambak Osowilangun, tepatnya sekitar 500 m sebelah barat terminal, Fathurohman berusaha mendahului Agus. Saat berusaha saling mendahului, setir mereka berbenturan,hingga motor oleng tidak bisa dikendalikan lagi.

Tragisnya, dari arah berlawanan, atau dari arah Surabaya melaju motor Honda GrandL2197NA yangdikemudikan Basrin berboncengan dengan istrinya, Enik Handayani. Karena jarak sudah dekat, sementara kecepatan motor cukup tinggi, Basrin tidak bisa mengendalikan motornya.

Dia pun langsung menghantam motor Agus dan Puji. Akibatnya, keempat penumpang motor ini terpental dan terhempas di atas badan jalan beraspal.Begitu juga nasib Fathurohman dan Irfan. Tak berakhir di situ. Saat itu, dari belakang Basrin melaju motor L 2103 TT yang dikemudikan Ari Widhiyanto dengan kecepatan tinggi.

Ari juga tidak bisa menghindar dan motornya langsung menghantam motor Basrin yang ada di depannya.Kontan Ari ikut terpental dari atas motornya. Begitu terdengar suara benturan keras dan beruntun itu, Pak No, seorang tukang tambal ban yang ada di sekitar tempat kejadian langsung terbangun dari tidurnya.

Dia melihat tujuh orang bergelimpangan di jalan dengan luka cukup parah. Melihat itu, dia segera menghubungi warga lain yang dilanjutkan ke polisi. “Saya tidak tahu kejadian pastinya. Saat itu saya tidur dan bangun setelah mendengar suara tabrakan,” aku Pak No.

Selang beberapa saat, polisi datang,termasuk Kasat Lantas Polresta Surabaya Utara AKP Kasiani. Saat itu Basrin sudah tewas di tempat, sedangkan Enik meninggal dalam perjalanan menuju RS Semen Gresik dan langsung dirujuk ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo. Sementara Puji masih sempat menjalani perawatan beberapa saat di IRD RSU dr Soetomo Surabaya, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Empat korban luka lainnya dilarikan ke RS Semen Gresik untuk mendapatkan perawatan.

Basrin dan Enik Dikubur Satu Liang

Setelah menjalani autop- si, jenazah Basrin dan Enik langsung dilarikan ke Lamongan. Sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, keduanya dimakamkan di pemakaman Islam Kelurahan Temenggungan, Lamongan. Nurul Hidayah, kakak sepupu Enik saat ditemui di rumahnya Jalan Tempel Sukorejo gang I/127 Surabaya mengatakan bahwa Basrin dan Enik dikuburkan satu liang.

“Saya baru saja datang dari Lamongan,” kata Nurul, sambil mengatakan bahwa saat kejadian tersebut Enik tengah mengandung enam bulan anak keduanya. Sedangkan anak pertamanya, Erin Pratiwi Tambura yang masih berusia satu tahun, ikut bersama ibu Enik di Lamongan.

“Setiap Sabtu sore atau malam Enik dan suaminya selalu pulang ke Lamongan untuk melihat anaknya. Biasanya mereka membawa susu, popok,dan kelengkapan bayi lainnya, termasuk malam kemarin. Saya juga melihat Enik sering gelisah,”lanjut Nurul. Nurul menambahkan, Enik mengajar di SDN VI Tempel Surabaya dan sebuah Taman Pendidikan Alquran.

“Jelas sekolahan akan sangat kehilangan Enik,” tambah ibu dua anak ini. Sejak lulus dari IAIN Sunan Ampel Surabaya 2004, Enik ikut dengan Nurul. Namun, setelah menikah dengan Basrin yang bekerja di pertokoan Sinar Young, Enik memilih kos sendiri tak jauh dari rumah Nurul. Meski demikian, hampir tiap hari Enik masih berkunjung ke rumah Nurul. Nurul juga menyebutkan, sehari sebelum kejadian tersebut dia sudah merasa ada tanda-tanda aneh.

Saat itu tiba-tiba gelas yang ada di meja ruang tamu terjatuh dan pecah dengan sendirinya. “Saya tidak tahu apakah saat itu kaki saya menyenggol meja atau tidak.Namun, sejak itu saja mulai resah dan khawatir,”tandasnya. (lutfi yuhandi)


Seputar Indonesia
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: