Pencuri Tewas Diamuk Massa

 

Selasa, 15 Juli 2008|06:24:50WIB

Curi Uang dan Besi


Warga Perumahan Masyeba Valley terkejut ketika mengetahui Tulus Hutajulu (30) tewas setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Batuaji. Tulus Hutajulu adalah pelaku pencurian yang kepergok dan diamuk warga Perumahan Masyeba Valley, Sabtu (12/7) dini hari.


Ia diduga mencuri di rumah kos Blok C No 1 yang berpenghuni beberapa orang. Ia bersama temannya ketahuan mencuri uang sebesar Rp600 ribu dari kamar kos Ng setelah sekuriti perumahan melihatnya menggondol besi, sekitar pukul 02.30 WIB.


Saat beraksi, pelaku dan kawannya mencongkel jendela kamar korban yang berada di samping rumah. Sementara kamar tersebut dalam keadaan kosong. Salah satu penghuni rumah kos itu, Nalu saat ditemui, Senin (14/7) kemarin menceritakan, dini hari itu jendela kamar Ng terbuka. Setelah diperiksa ternyata telah terjadi pencurian dan mereka melaporkan ke sekuriti.


Mendapatkan laporan kamar Ng disantroni maling, sekuriti teringat Tulus dan kawannya yang sebelumnya menggondol besi dini hari di perumahan lainnya. Sekuriti lalu mengejar Tulus dan temannya yang belum beranjak jauh. Sekuriti berhasil menangkap tulus, sedangkan temannya yang satu berhasil melarikan diri.


Tulus dibawa ke pos sekuiriti. Tiba-tiba tanpa komando, warga yang berkumpul dan geram langsung menyerang dan memukuli Tulus. “Mungkin sekitar ratusan orang yang memukulinya, tidak hanya warga sini yang memukul dari perumahan sebelah juga ikut menghajar,” ujar Nalu di rumah kosnya, kemarin.


Menurut sejumlah warga, pencurian sering kali terjadi di perumahan tersebut. Makanya warga sangat geram ketika mengetahui ada pencuri. Setelah memukuli hingga tak berdaya, warga menghubungi Polsek Batuaji untuk menyerahkan Tulus. Namun pria itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Batauaji. Namun naas nyawa korban tak tertolong.


Jenazah dibawa dari RSUD Batuaji ke RSOB Sekupang, Senin (14/7) kemarin untuk divisum. Sejumlah anggota keluarga dan rekan korban ikut mengantar. Keluarga belum memastikan apakah jenazah dimakamkan di Batam atau dibawa pulang ke Medan.


Salah seorang anggota keluarga yang bertugas di salah satu polsek menyebutkan,Tulus memang nakal dan sebelumnya juga pernah mencuri. Ia pernah memasukkan korban bekerja sebagai sekuriti di Marina, namun hanya sebentar ia kabur. “Mungkin sudah nasibnya. Sebelumnya dia mencuri ponsel di tempat keluarga istrinya dan kabur ke Medan,” ujarnya.


Korban, katanya juga suka kawin. Di Medan ada istrinya, sedangkan di Batam juga istrinya yang lain. “Itu yang saya tahu. Saya tak tahu jumlah anaknya. Pekerjaannya tak jelas,” katanya.


Visum dilakukan Dr Novita dari Poltabes Barelang. Belum diketahui hasil visum karena Dr Novita meminta kasus ini dikonfirmasikan langsung pada polsek yang menangani. ***

 

 

Batam Pos
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: