PNS Ditemukan Tewas Tergorok Bersimbah Darah

Tabanan (Bali Post)
Seorang PNS yang sehari-hari bertugas di SKB Kediri Tabanan, Ni Made Susrini (46), Senin (14/7) kemarin, ditemukan tewas dengan leher tergorok di lantai rumah dekat kamar mandinya. Di sampingnya darah segar berceceran dan ditemukan sebuah pisau dapur. Kematian istri dari I Wayan Sukarsa (53) itu hingga sore kemarin masih misterius. Polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk menguak penyebab kematian korban yang kabarnya beberapa kali mencoba bunuh diri itu.Dengan kejadian itu, warga perumahan BTN Taman Sekar, Banjar Anyar, Kediri, pagi kemarin, geger. Korban ditemukan tergeletak dengan leher tergorok. Belum jelas siapa yang pertama kali menemukan mayat korban yang berlumuran darah tersebut. Ada yang menyebutkan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh putra bungsunya I Nyoman Arta Wijaya (15) yang sedang bersiap-siap ke sekolah. Sementara sumber lain di lapangan menyebutkan pembantu korban Ni Komang Suartini pertama kali melihat mayat korban dan langsung berteriak histeris. Warga setempat geger pukul 05.30 wita setelah ada keributan di rumah Blok C nomor 32 tersebut. Tetangga korban baru mengetahui adanya kepanikan di depan rumah ketika terdengar suara teriakan minta tolong oleh suami korban, I Wayan Sukarsa, bersama putra bungsunya, I Nyoman Arta Wijaya, serta pembantunya Ni Komang Suartini di depan pintu gerbang rumah. ‘Saya dengar ada suara ribut-ribut dan teriakan tadi pagi ketika sedang mencuci mobil. Warga sekitar langsung berlarian menuju rumah itu,’ ujar salah seorang tetangga korban.

Korban yang kabarnya pernah berobat ke RSJ di Bangli itu ditemukan tergeletak di lantai rumahnya, dekat kamar mandi dengan kondisi luka leher tergorok sekitar 15 cm dengan kedalaman sekitar 5 cm. Di dekat tubuh korban ditemukan sebilah pisau dapur. Keluarga korban mengakui, Susrini sempat beberapa kali mencoba bunuh diri. Salah satunya pernah menabrakkan diri pada truk yang sedang melaju di jalan raya, tetapi nyawanya tertolong.

Sementara suami korban yang merupakan PNS di BKD Tabanan ini tampak terpukul. Pria asal Dusun Dukuh Pulu Kelod Desa Mambang, Selemadeg Timur itu juga dimintai keterangan oleh polisi terkait kejadian yang masih teka-teki itu. Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Leo Martin Pasaribu, S.IK., menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari labforensik terhadap sidik jari tangan dan kaki para saksi yang saat itu berada di TKP. Dinyatakan Leo, ada temuan bercak darah di beberapa bagian di sekitar TKP. ‘Jenazahnya langsung dibawa ke RS Sanglah Denpasar untuk diotopsi. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan menunggu hasil otopsi,’ terang Leo. Sore kemarin, pihak keluarga sudah membawa pulang jenazah korban. (kmb14/ded)

 

 

Bali Post
News Page
Front Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: