Duel Maut di Jelapat, Penyerang Tewas Diparang

Rabu, 16-07-2008, 01:55:50

JELAPAT – Suri (45) menyerahkan nyawanya. Kenekatannya menyerang Ahmad Tanda (50) tidak berbuah kemenangan. Bujangan ini malah tewas mengerikan. Punggung terbelah dan usus terburai.Duel maut satu lawan satu yang terjadi di dalam rumah Ahmad Tanda, Desa Jelapat 1 RT14, Kampung Negara, Kecamatan Tamban, Batola, Selasa (15/7) pagi, ini sangat mengerikan. Pasalnya, baik Ahmad maupun Suri sama-sama menggunakan senjata tajam jenis parang.Pertempuran dua lelaki itu tidak lama, sekitar 10 menit. Hasil akhirnya membuat bulu kuduk warga berdiri. Keduanya sama-sama bermandikan darah segar. 

Yang paling naas adalah Suri. Si penyerang ini ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dengan tubuh penuh luka. Di antaranya, di perut hingga ususnya terburai dan punggung nyaris terbelah. Oleh petugas, jenazah Suri dibawa ke Puskesmas Jelapat untuk dilakukan visum.Sementara yang diserang, Ahmad Tanda, nasib lebih baik. Lelaki ini masih bernafas. Namun dia juga menderita luka yang sangat parah. Di leher kiri dan lengan kirinya terus mengeluarkan darah segar. Oleh petugas, Ahmad dilarikan ke RS Ansyari Saleh Banjarmasin.
Informasi diperoleh, sekitar pukul 07.00 Wita, Suri mendatangi rumah Ahmad dengan berjalan kaki. Maklum saja jarak antar rumah Suri dan Ahmad hanya sekitar 50 meter dan mereka masih satu RT.

Kedatangan Suri ke rumah Ahmad ini bukan bertujuan baik. Pasalnya, lelaki tersebut datang dengan membawa dua bilah parang dan sepotong galam kecil dengan panjang sekitar 2 meter.
Ahmad sendiri tengah berada di dalam rumah bersama istrinya, Ny Mari. Saat mereka asyik bercakap-cakap Suri masuk ke rumah tanpa permisi.
Tanpa banyak bicara, Suri langsung menyerang Ahmad. Ahmad pun tidak tinggal diam. Dia melakukan serangan balasan, setelah mengambil parang yang ada di rumahnya. Saat keduanya saling serang itu, Ny Mari yang sangat ketakutan lari menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai yang berada di belakang rumahnya.
Ketika Ny Mari melarikan diri itu, dua lelaki yang masih bersepupu itu terus mengadu nyawa. Tetangga yang mengetahui kejadian itu tidak ada yang berani masuk ke rumah Ahmad dan melerai mereka.
Apa yang terjadi di dalam rumah tersebut tidak ada seorang warga pun yang tahu. Namun tidak lama kemudian Ahmad ke luar dari dalam rumah dengan tubuh penuh darah. Kepada warga yang berkumpul di halaman rumahnya Ahmad mengatakan Suri sudah mati. Setelah itu Ahmad ambruk di lantai.

Tidak lama kemudian datang empat anggota Reskrim Polsek Tamban di tempat kejadian. Petugas langsung masuk ke rumah dan menemukan Suri dalam keadaan tertelungkup. Punggungnya tampak luka sepanjang sekitar 40 cm.

“Semula kami mengira korban hanya terluka di bagian punggung. Namun setelah tubuhnya dibalik, ususnya terburai keluar,” ungkap seorang petugas Reskrim Polsek Tamban yang datang ke tempat kejadian.

Kapolres Batola, melalui Kapolsek Tamban AKP Rochim, S.Sos mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi, Ny Mari, istri Ahmad dan Suharto, Ketua RT14 Desa Jelapat Batola.

“Ahmad jadi tersangka. Kini dia masih dalam pengawasan anggota kita,” ujarnya. (jd/dny)

 

 

 

 
 
 

 

Banjarmasin Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: