Rekonstruksi Pembunuhan Dr Magda Dikawal Ketat

16 Juli 2008 | 16:21 WIB

 

MEDAN (Berita): Tim penyidik Polri, Sat Reskrim Unit I Jahtanras Poltabes Medan di bawah pimpinan Kanit Idik I Jahtanras AKP Achiruddin Hasibuan SH selaku penyidik dan Aipda Bambang Hermanto serta Bripka H Manulang selaku penyidik pembantu, Rabu (16/07) siang tadi menggelar rekonstruksi kasus pembu-nuhan Dr Shariana Magda Br Sipahutar di Hotel Danau Toba Jalan Imam Bonjol Medan.

Proses rekonstruksi (reka ulang-red) yang mendapat pengawalan ketat dari aparat Polsekta Medan Kota dan Sat Samapta Poltabes Medan itu berjalan aman dan lancar. Dalam rekonstrusi yang terdiri dari 61 adegan tersebut, selain disaksikan tim penyidik Reskrim Unit I Jahtanras Poltabes Medan itu juga disaksikan tim penasehat hukum tersangka dan jaksa penuntut umum.

Proses reka ulang peristiwa tindak pidana kejahatan terhadap jiwa orang atau pembunuhan sebagaimana yang diatur dalam pasal 338 KUH-Pidana diduga dilakukan tersangka Linggom Tambunan, 35 karyawan PT Bank Sumut warga Jalan Raya Lapangan Tembak Rt 004 Rw 010 Kepala Dua Wetan Jakarta-Timur terjadi pada 27 April 2008 sekira pukul 09.30 WIB.

Terlihat dalam adegan awal rekontruksi pada 27 April 2008 sekira pukul 05.30 WIB tersangka Linggom terbangun dari tidurnya dan merasa perutnya sakit. Dan pada pukul 06.30 WIB tersangka muntah-muntah di dalam kamar hotel tempatnya menginap.

 
 

Sekira pukul 08.00 WIB tersangka mengaku menerima telepon dari korban Dr Shariana Magda Br Sipahutar. Dalam pembicaraan ditelepon tersebut, tersangka memberitahu korban bahwa perutnya sakit. “tunggu aja bang disitu,” ujar tersangka mengulangi ucapan korban pada dirinya ditelepon.

 
 

Sekira pukul 08.20 WIB korban kembali menghubungi tersangka melalui telepon memastikan tersangaka berada di kamar berapa. “abang di lantai berapa dan di kamar berapa,” ucap korban dalam telepon. Selanjutnya tersangka menjawab, “dilantai IV kamar 340,”

 
 

Tidak berapa lama kemudian, korban datang dan mengebel pintu kamar hotel yang dihuni tersangka. Oleh tersangka pintu kamar langsung dibuka. Selanjutnya korban masuk ke dalam kamar hotel dan langsung mengambil remason dari dalam tas korban lalu menyuruh tersangka untuk menggosokan obat tersebut ke bagian perut tersangka.

 
 

Atas saran korban, tersangka lalu menggosokan remason tersebut ke bagian perut tersangka. Setelah menggosokan obat tersebut tersangka merasa mual dan muntah-muntah di kamar mandi. Usai muntah tersangka kembali ke tempat tidur. Karena menggigil, tersangka menarik selimut dan menutupkan selimut itu bagian tubuhnya.

 
 

Sementara itu korban duduk dipinggir tempat tidur kamar hotel sambil menonton tv. Kemudian korban berkata kepada tersangka, ” kalau gitu bang makan obat aja dulu, tapi abang belum makan ya,” tanya korban kepada tersangka. “Belum, pesankan aja dulu dua untuk kita sarapan, nanti abang bayar,” jawab tersangka.

 
 

Selanjutnya melalui telepon hotel korban menghubungi restoran hotel dan meminta pesanan makanan. Setelah makanan dipesan, seorang laki-laki pelayan hotel datang ke kamar membawa makanan nasi soto lalu tersangka mengambil uang dari dalam dompetnya.

 
 

Setelah makanan tersedia, korban kembali menyarankan kepada tersangka agar memakan nasi soto yang mereka pasan. Sementara itu korban kembali melanjutkan menonton acara televisi. Usai makan, korban mengambil dua obat pil dari dalam tasnya dan obat tersebut diberikan kepada tersangka.

 
 

 “Ini aja dulu makan,” kata korban seraya menyerahkan dua butir pil kepada tersangka. “kok ngak oralid,” tanya tersangka kepada korban, “Ini aja dulu bang,” jawab korban. Kemudian tersangka memasukan dua butir pil pemberian korban ke dalam mulutnya sambil mengambil gelas yang berisi air minum.

 
 

Pada saat hendak mengambil minum air, tersangka bertanya kepada korban, “dek ini obat supaya gimana,” “Itu obat untuk supaya cepat menghadap,” jawan korban kepada tersangka. Mendengar ucapan korban, tersangka langsung memuntahkan obat yang ada di dalam mulutnya.

 
 

 “Bagaimana sih kok dimuntahkan, ya udalah kalau begitu,” bentak korban kepada tersangka. Dengan perasaan jengkel, korban berjalan ke kursi dan mengambil tasnya sembari mengatakan, “ya udalah obati aja sendiri, saya mau pergi dengan teman-teman saya,” ujar korban sembari berjalan kea rah pintu kamar hotel.

 
 

Melihat korban berjalan ke arah pintu, tersangka bangun dari tempat tidurnya lalu menarik tas korban dengan tangan kanannya sehingga tas korban terlepas dari tangannya. Tak hanya itu, tersangka pun menarik belakang baju korban sehingga tubuh korban tertarik ke belakang.

 
 

Setelah itu tersangka melepas baju korban lalu korban pergi ke meja yang ada disamping tempat tidur. Selanjutnya korban mengambil gelas yang berisi air dan menumpahkan air tersebut ke dada tersangka,”Kok gitu amat sih dek” tanya tersangka kepada korban.

 
 

 “Kamu itu tidak tahu sopan santun dasar anj…” bentak korban sembari memaki-maki tersangka. Mendengar perkataak korban, tersangka lalu menarik kerah baju korban. Melihat perlakuan tersangka, korban langsung mendorong dada tersangka sehingga tersangka terjatuh ke atas tempat tidur.

 
 

Selanjutnya, tersangka kembali duduk di samping tempat tidur dan memeluk pinggang korban dengan menggunakan kedua tangannya dan membanting tubuh korban ke atas tempat tidur. Kemudian tangan kanan tersangka mencekik leher korban sambil mengatakan,”maksud kamu apa sih..maksud kamu apa sih,” pada saat itu korban hanya bisa merontah sambil memukuli bahu tersangka.

 
 

Setelah terlepas dari cekikan tersangka, korban lalu menendang pinggang tersangka sehingga tersangka terjatuh ke lantai. Selanjutnya korban mengambil tasnya dan berdiri sembari memukul dada tersangka dengan tasnya oleh tersangka tas korban ditangkap dan terjadi tarik menarik.

 
 

Selanjutnya tersangka mengambil gelas yang ada di atas meja dan memukulkan ke kening dan pelipis korban sebanyak tiga kali. Korban berteriak. Kemudian tersangka tersangka berdiri dan memukul kepala korban dengan menggunakan gelas sebanyak dua kali lalu gelas tersebut terjatuh ke lantai dan pecah.

 
 

Selanjutnya tangan kiri tersangka mencekik leher korban dan korban menggigit tangan tersangka dibalas oleh korban dengan menjambak rambut korban. Setelah itu, tersangka menghantukan kepala korban ke dinding kamar sebanyak empat kali sehingga kepala korban mengeluarkan darah.

 
 

Pada adegan selanjutnya, korban yang merasa teraniaya langsung berteriak minta tolong.Karena berteriak tersangka panik dan mendorong tubuh korban ke atas tempat tidur. Lalu dengan menggunakan bantal, tersangka langsung menutup mulut dan muka korban sehingga korban tak dapat lagi berteriak.

 
 

Tak puas dengan satu bantal, tersangka lalu mengambil satu bantal lagi dan menutupkan bantal tersebut ke bagian mulut dan muka korban lalu menekan bantal tersebut sekuat tenaga tersangka sehingga korban lemas.

 
 

Tak lama kemudian tersangka membuka dua buah bantal yang menutup muka korban. Setelah itu tersangka melihat korban sudah tidak bergerak dan tidak bernafas lagi. Melihat hal tersebut, tersangka lalu meniup mulut korban namun korban tidak bergerak lagi.

 
 

Kemudian tersangka pergi ke kamar mandi untuk membersihkan darah korban yang melekat dibaju tersangka. Setelah itu tersangka ganti baju. Ketika melihat tubuh korban dalam keadaan telentang, tersangka menutupi tubuh korban dengan selimut.

 
 

Usai menutupi korban, tersangka mengenekan sepatu dan mengambil HP yang terletak diatas tempat tidur lalu ke luar kamar hotel. Sesampainya di depan gerbang hotel danau toba, tersangka membangunkan seorang penarik beca kemudian pergi kea rah Jalan Brigjend Katamso. (wan)


Berita Sore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: