Pesuruh SMP 1 Tewas di Bangunan Kosong

 

Kamis, 17-07-2008 | 01:55:30
AMUNTAI – Kegaduhan yang terdengar di rumah Zakaria (55), Rabu (17/5) sekitar pukul 10.30 Wita, menarik perhatian tetangganya yang tinggal di Jl Pangeran Antasari RT 1, Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara.

Belum lagi rasa penasaran itu terjawab, tiba-tiba saja tubuh Zakaria yang masih mengenakan pakaian dinas dibopong beberapa anggota keluarganya keluar dari rumah.Pertanyaan pun datang bertubi-tubi, namun oleh anggota keluarga Zakaria, hanya dijawab singkat, pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai paman sekolah atau staf pembantu di SMPN 1 Amuntai ini dikatakan baru saja menderita sesak nafas sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit.

Namun yang namanya warga, informasi yang sedemikian singkat tersebut membuat mereka semakin penasaran. Sementara Zakaria yang saat ditemukan sudah tak bernyawa dibawa ke rumah sakit, beberapa anggota keluarganya dihujani warga dengan pertanyaan seputar kejadian yang menimpa lelaki tersebut.

Entah siapa yang mengabarkan, yang jelas terdengar kalau Zakaria ditemukan gantung diri di bangunan kosong yang berada di belakang rumahnya.

“Ada dua versi, pertama bunuh diri dan kedua sesak nafas seperti yang dikatakan keluarganya, namun orang banyak yang tidak percaya kalau Zakaria bunuh diri, hanya saja dari bukti-bukti yang diperoleh polisi di tempat kejadian, ada kemungkinan bunuh diri tersebut memang benar adanya,” terang seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Aparat Polres HSU yang mendengar informasi tersebut langsung mendatangi rumah Zakaria, namun ketika sampai di tempat itu petugas juga tidak menemukan mayat Zakaria, selain beberapa anggota keluarganya yang masih dalam keadaan syok.

Kepada aparat kepolisian yang datang ke lokasi, keluarga Zakaria membenarkan bahwa Zakaria ditemukan di bangunan kosong di belakang rumahnya dengan kondisi yang tidak wajar.

Mengenai tidak wajar yang bagaimana keluarganya mohon agar masalah ini tidak usah dibesar-besarkan dan mereka telah ikhlas menerimanya.

Namun, guna proses olah TKP, keluarga mengijinkan petugas untuk melihat bangunan kosong tempat Zakaria ditemukan. Di lokasi itu pertugas menemukan seutas tali jemuran yang telah dipotong terikat di sebatang kayu yang melintang di atap bangunan.

Kapolres HSU, AKBP Hermanto Kurnia melalui Kapolsek Amuntai Kota, IPDA M Agus Tamzid saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa di Jalan Antasari telah ditemukan mayat yang diduga bunuh diri.

“Untuk lebih jelasnya kami masih menunggu hasil visum rumah sakit,” ujarnya.

Dikenal Aktif
Latar belakang kematian Zakaria yang masih belum ada titik terang menjadi perbincangan masyarakat yang tinggal di Jl Antasari, Amuntai. Warga banyak yang tak percaya jika dikatakan tewas gantung diri, sebab selama ini Zakaria dikenal warga sebagai pria yang ramah dan aktif di masyarakat.

Setiap kegiatan yang digelar masyarakat, pria yang berprofesi sebagai penjaga sekolah ini tak pernah ketinggalan partisipasinya.

Selain itu dia juga rajin beribadah. Namun, melihat bukti-bukti yang ditemukan aparat kepolisian, ada rasa antara percaya dan tidak percaya kalau Zakaria bunuh diri. “Selama ini dia aktif membantu di BPK Antasari,” ungkap seorang warga.

Terlepas apapun latar belakang kematian Zakaria, bendera hijau tanda ada orang meninggal tampak terpasang di depan rumah Zakaria. Pelayat yang datang pun tidak sedikit. Pasalnya selama Zakaria hidup dia dikenal banyak teman dan pandai menempatkan diri dalam pergaulan. (BPS/yud)

 

Banjarmasin Post 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: