Satu Lagi Pasukan UNAMID Tewas

[NEW YORK] Seorang pasukan penjaga perdamaian PBB-Uni Afrika di Darfur, Sudan (UNAMID) tewas ditembak, Rabu (16/7), saat para utusan negara-negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB berdebat mengambil kepu- tusan untuk mengutuk pembunuhan tujuh pasukan UNAMID.

Pada pernyataan yang dibacakan Duta Besar Vietnam Le Luong Minh, Ketua DK untuk Juli, disebut penyerangan pasukan UNAMID, Selasa (8/7), merupakan yang ter- buruk sejak penempatan UNAMID di Sudan, akhir 2007. Lebih dari sepekan setelah terjadinya serangan, 15 anggota DK akhirnya sepakat mengeluarkan kutukan.

Disebutkan, DK sangat prihatin bahwa serangan 8 Juli di Darfur, dilakukan dengan senjata lengkap dan taktik yang terorganisasi, terencana, dan disengaja untuk mengakibatkan jatuhnya korban.

Duta Besar Inggris John Sawers mengatakan para anggota DK juga melihat penyerangan terhadap pasukan UNAMID, Rabu, sebagai per-soalan serius, namun masih meminta data lebih lengkap. Penyerangan terjadi saat pasukan UNAMID berpatroli di wilayah barat Darfur, bersamaan dengan pemulangan staf sipil dengan alasan keamanan.

Insiden penembakan yang menewaskan seorang pasukan UNAMID itu, menambah kekhawatiran PBB akan terjadinya aksi kekerasan, setelah jaksa penuntut pada Pengadilan Pidana Internasional (ICC), Luis Moreno-Ocampo, mengajukan perintah penahanan terhadap Presiden Sudan Omar al-Beshir, Senin (14/7).

Jika disetujui, perintah penahanan itu merupakan yang pertama kalinya pernah dikeluarkan ICC terhadap seorang kepala negara. Seorang diplomat mengatakan, beberapa anggota DK berupaya agar tuntutan apa pun terhadap Beshir ditunda selama satu tahun, berdasarkan Artikel 16 Statuta Roma, yang menjadi dasar pembentukan ICC.

Tolak

Inggris dan Prancis menolak keinginan itu dan menyebut terlalu dini untuk mempertimbangkan penundaan, karena permintaan Ocampo untuk penahanan Beshir, juga belum disetujui oleh hakim. Inggris juga tengah merencanakan resolusi, untuk menambah satu tahun lagi mandat UNAMID, yang akan berakhir Juli.

Pada usul itu disebutkan juga, mengenai kesiapan DK melakukan tindakan terhadap pihak mana pun yang menghambat proses perdamaian, bantuan kemanusiaan, atau penempatan UNAMID. “Tidak ada dari kami yang senang dengan lambatnya proses penempatan pasukan,” katanya.

Saat ini baru 40 persen pasukan UNAMID dari jumlah yang telah disetujui sebanyak 26.000 tentara dan polisi. Usul Inggris itu sejalan dengan keinginan Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menempatkan setidaknya 80 persen pasukan UNAMID hingga akhir 2008.

Konflik bersenjata di Darfur pecah Februari 2003, setelah etnis Afrika memulai pemberontakan terhadap Pemerintah Sudan, yang dikuasai oleh etnis Arab. [AFP/B-14]

Suara Pembaruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: