Ibu dan Anak Tewas Disambar KA

Jumat, 18 Juli 2008 | 00:51 WIB

Jakarta, Kompas – Tasrifah (56) dan anaknya, Rian (2), tewas disambar kereta rel listrik jurusan Tanah Abang-Serpong di dekat rumahnya di Jalan Administrasi Negara II, RT 11 RW 09, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/7), pukul 10.10.

Sri Mulyani (43), tetangga korban, mengatakan, Tasrifah sedang mencuci pakaian di depan rumah dekat rel kereta api. Pinggiran rumah Tasrifah hanya berjarak 3 meter dari rel kereta api jalur ganda Tanah Abang-Serpong.

“Tiba-tiba terlihat Rian berjalan di tengah rel, padahal ada kereta melintas dalam jarak sekitar 15 meter. Tasrifah berusaha melompat dan menarik tangan Rian. Upayanya tidak keburu dan mereka tersambar kereta hingga terpental sekitar 10 meter,” kata Sri.

Tasrifah tewas di tempat kejadian, sedangkan Rian tewas setelah dirawat di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat. Rian adalah anak kedelapan Tasrifah.

Masri (49), suami Tasrifah yang bekerja sebagai tukang ojek, mengaku terpukul atas kehilangan istri dan anaknya. “Bulan lalu mertua saya, Suhaemi (70), juga meninggal karena tertabrak kereta api,” kata Masri.

Memagar

Akibat kecelakaan tersebut, Ketua RW setempat, Ahmad Nawawi (66), merencanakan memagar pekarangan warga sehingga ada pembatas dengan rel kereta. “Kita akan mengupayakan pemasangan pagar bambu agar orang tidak masuk jalur kereta api. Sudah sering terjadi kecelakaan seperti ini,” kata Nawawi.

Dalam pantauan, kawasan tersebut dipenuhi ribuan rumah permanen dan semipermanen di atas lahan PT Kereta Api. Bahkan di sejumlah lokasi, warga beraktivitas tepat di sisi rel sehingga hanya menyisakan jarak sekitar 30 sentimeter saat kereta api melintas. Pelbagai perabot seperti meja dan bangku diletakan di tepi atau di antara kedua jalur rel.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I Akhmad Sujadi menjelaskan, daerah sekitar rel kereta seharusnya dikosongkan hingga 5,5 meter di kedua sisi. Masyarakat seharusnya sudah tahu betapa berbahayanya bermukim di tepi rel kereta api.

“Kita terus memberikan penyuluhan dan akan terus menertibkan permukiman liar yang membahayakan jiwa manusia serta perjalanan kereta api. Banyak permukiman liar di jalur tersebut, terutama di sekitar Stasiun Kota-Stasiun Kemayoran dan Stasiun Manggarai-Stasiun Tanah Abang,” kata Sujadi.

Kamis, PT KA membersihkan ratusan lapak di kolong rel kereta di antara Stasiun Djuanda dan Stasiun Sawah Besar. (Ong)

Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: