Satu Lagi Korban Kebakaran Meninggal

 

Sabtu, 19 Juli 2008|05:44:21WIB
Korban jiwa kebakaran Pelita bertambah lagi. Sriyanti (30) yang menderita luka bakar 55 persen akibat kebakaran yang terjadi, Ahad (13/7), akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Jumat (18/7) sekitar pukul 11.45 WIB. Wanita asal Medan, Sumatera Utara ini, meninggal setelah menjalani perawatan selama lima hari di ruang isolasi Teratai Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).


Ibu korban Koniah yang tak sempat mendampingi anaknya saat menghembuskan nafas terakhir pingsan beraki-kali saat mengetahui anaknya itu tewas. Koniah tidak mendampingi Sriyanti pada saat-saat terakhirnya karena sedang ke bandara menjemput saudaranya, Inem, yang juga tante Sri Yanti. Mereka baru tiba di RSOB sekitar pukul 13.00 WIB.


Saat itulah, Koniah yang mengetahui anaknya meninggal tak sadarkan diri. Sementara Inem berusaha tenang dan tabah. “Saya baru tiba dari Medan,” kata Inem yang masih menenteng tas berisi pakaian.


Korban hanya didampingi kawannya, Budi, saat menghembuskan nafas terakhir. Budi mengatakan Sriyanti meninggal dengan tenang. “Dia tidak ada pesan apa-apa,” ungkap Budi di ruang jenazah RSOB, kemarin.
Setelah meninggal, jenazah korban dipindahkan dari ruang perawatan Teratai di lantai satu RSOB ke ruang jenazah. Korban yang menderita luka bakar di sekujur tubuhnya dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan sehingga Koniah sibuk mengurus surat jalan.


Selain itu, anak-anak korban semuanya berada di Medan sehingga keluarganya memutuskan untuk dimakamkan di Medan. Korban memiliki empat putri. Anak bungsunya berusia dua tahun sementara yang sulung sepuluh tahun. “Anak-anaknya sudah tahun ibunya kecelakaan,” kata Inem lagi.


Sementara suami korban sudah lama meninggalkannya karena bercerai. Menurut Inem, sepengetahuan keluarga, Sriyanti, berada di Aceh. Makanya mereka kaget ketika mendapat telepon Sriyanti mengalami musibah kebakaran di Batam. “Kami hanya tahunya dia di Aceh buka warung nasi, makanya kaget,” ungkapnya.


Budi mengungkapkan, Sriyanti memang sering bolak-balik ke Batam. Ia terakhir pulang ke Medan satu bulan lalu. Sekembali dari Medan ia menumpang di Wisma Anugerah di Pelita untuk mencari pekerjaan. Namun naas, saat mencari pekerjaan musibah kebakaran menimpa. Ia sempat terjun dari lantai dua wisma itu untuk menyelamatkan diri.


Kondisi Yanti sekarat. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Seraya. Lalu dirujuk ke RSOB. Di sana ia menghembuskan nafas terakhir. ***

 

Batam Post 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: