Tiga Orang Tewas karena DBD

Sabtu, 19-07-2008 | 00:57:24
MARTAPURA, BPOST – Kemarau basah yang sampai sekarang melanda hampir seluruh daerah di Kalsel kembali memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Di Kabupaten Banjar meski belum berstatus kejadian luar biasa (KLB) penderitanya meningkat cukup signifikan.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan, jika dibandingkan tahun lalu, sampai pertengahan 2008 jumlahnya mulai meningkat. Jika selama 2007 ada 71 kasus DBD dengan korban meninggal dunia satu orang, sampai Juli 2008 sudah ada 53 kasus. Korban meninggal selama kurun waktu itu ada tiga orang.

Tahun ini, siklus penyakit akibat nyamuk aedes aeghypti itu diprediksi semakin panjang. Jika umumnya, Mei sudah berhenti, dengan kondisi cuaca kemarau basah ini warga diimbau agar selalu waspada.

Martapura memang menjadi satu kawasan rawan serangan DBD. Dibandingkan dengan daerah lain di Bumi Serambi Makkah, daerah permukiman padat di ibukota Kabupaten tersebut selalu mendapatkan serangan nyamuk aedes aegypti setiap tahun.

“Sekarang DBD masih mengancam. Bahkan, jumlahnya bisa jadi lebih banyak. Baru lewat pertengahan tahun yang meninggal dunia sudah tiga orang,” beber drg Toto Mediyanto, Kadinkes Banjar.

Saat diperlukan kegiatan penanggulangan DBD, seperti fogging, kondisi bahan bakar di Kalsel tidak mendukung. Akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar solar, Dinkes Banjar menunda upaya penanggulangan penyakit DBD.

Dinkes untuk sementara waktu terpaksa tidak dapat melanjutkan kegiatan pengasapan nyamuk (fogging). Padahal, kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ini sudah mengkhawatirkan.

“Kami sekarang ini sedang menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sejumlah kawasan rawan. Sementara waktu fogging susah dilanjutkan karena solarnya langka seperti ini,” ungkap Kadinkes Banjar, drg Toto Medyanto MKes.

Jika dipaksakan membeli solar di eceran, akan memperbesar aggaran. Sementara untuk membeli dengan jeriken di SPBU sangat tidak memungkinkan, apalagi mengantre dengan mempergunakan jeriken sangat dilarang.

Sebelumnya, pengasapan secara massal dilakukan Dinkes pada Maret lalu. Bertepatan dengan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tingkat Kalsel, di lingkungan Masjid Agung Al Karomah. (niz)

Banjarmasin Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: