Bayi Tewas Dibunuh Pengasuhnya

Minggu, 20 Juli 2008 | 06:55 WIB

 
 

Harus memercayai siapa lagi kalau orang yang dipercaya sebagai pengasuhnya tidak dapat dipercaya dan berbuat jahat kepada anak yang seharusnya dijaga dengan baik. Adalah Albert Apriyono, bayi berusia enam bulan yang jadi korban. Ia ditemukan tewas di kamar kontrakan orangtuanya di Kampung Rawa Bebek Bendungan, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Kematian Albert diduga akibat perbuatan Mar (14), pengasuh Albert yang tak lain adalah bibi bayi tersebut.

Meninggalnya Albert diketahui orangtuanya, Sabtu (19/7) siang. Tubuh bayi laki-laki itu ditemukan sudah kaku, sementara Mar menghilang dari kamar yang dikontrak pasangan Bachtiar Sinaga (29) dan Ayuna (25) sejak dua bulan lalu itu. Polisi memperkirakan bayi itu meninggal antara Jumat tengah malam dan Sabtu dini hari.

Mar akhirnya ditemukan berada di sebuah masjid tak jauh dari tempat kontrakan kakaknya itu. Awalnya, Mar menyatakan tidak tahu bahwa keponakannya meninggal. Mar malah mengaku dia sempat diculik seseorang, namun tidak lama kemudian dibebaskan penculiknya.

Setelah diperiksa di kantor Kepolisian Sektor Metropolitan Bekasi Barat, kata Kepala Polsek Metro Bekasi Ajun Komisaris Dewoto kemarin petang, Mar akhirnya mengaku membekap mulut Albert karena keponakannya itu terus menangis walaupun sudah diberi susu.

Mar mengaku, dia kemudian kabur karena ketakutan setelah mengetahui keponakannya itu ternyata meninggal.

“Dalam penyidikan sementara ini tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Ancaman hukumannya mencapai tujuh tahun,” kata Dewoto.

Karena Mar belum dewasa, kata Dewoto, pemeriksaannya akan menyertakan pendamping polwan dari Satuan Reserse Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi.

Jenazah bayi malang itu lalu dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk diotopsi, sementara Mar hingga kemarin petang masih diperiksa tim penyidik Polsek Metro Bekasi Barat. Ayuna, ibu korban, terlihat shock akibat kematian putranya. Lebih terpukul lagi setelah ia mengetahui Albert meninggal di tangan adik kandungnya.

Bayi ditelantarkan

Di tempat lain, aparat Polsek Metro Bekasi Selatan hingga Sabtu malam kemarin masih menyelidiki kasus penelantaran bayi laki-laki. Bayi malang itu sampai kemarin masih dirawat secara intensif di ruang perinatal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Bayi laki-laki itu diletakkan seorang perempuan tak dikenal di atas balai bambu di tepi Jalan KH Noer Alie, persis di depan kompleks ruko Bumi Satria Kencana, Bekasi Selatan, pada Jumat malam. Setelah menaruh bayi tersebut, perempuan tak dikenal itu pergi dengan dibonceng seorang laki-laki.

Rudi, pedagang rokok dan minuman di kompleks ruko Bumi Satria Kencana, mengatakan, bayi laki-laki itu ditemukan dalam keadaan dibungkus selimut. Di dekat bayi itu terdapat sebungkus pakaian bayi dan botol susu.

Menurut Tati, perawat di ruang perinatal RSUD Kota Bekasi, bayi laki-laki itu diperkirakan berusia 10 hari. Bayi laki-laki, yang masih dinamai Bayi X, itu mendapat terapi penyinaran karena mengalami gejala hiperbilirubin atau bayi kuning.

Kisah pembunuhan bayi dan penelantaran bayi merupakan kejahatan yang semestinya tidak terjadi.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/20/06553834/bayi.tewas.dibunuh.pengasuhnya


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: