Suami Istri Dibantai Tengah Malam

Sabtu, 19 Juli 2008 | 22:59 WIB

MEUREUDU, SABTU – Pasangan suami-isteri, yakni Abd Wahab A Rahman (51) dan Sapiah Yacob (40) warga Desa Louk Puuk, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya dibantai secara sadis di dalam rumahnya hingga tewas, Jumat (18/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Suami isteri yang status keluarga miskin tinggal di pedalaman Pidie Jaya, sekitar 7 kilometer dengan jalan negara Banda Aceh-Medan. Korban dihabisi pelaku diduga menggunakan parang.

Saat tragedi itu terjadi tidak ada warga yang mendengar maupun melihat. Selain suasana gelap, serta letak rumah korban yang indentik dengan gubuk terpisah jauh dengan rumah tetangga lainnya. Hanya anak lelaki berumur tiga tahun yang waktu itu hanya mampu menangis seraya menyaksikan orang tuanya dibantai secara membabi buta oleh pelaku, yang hingga kini sedang diuber pihak polisi.

Namun, polisi belum mengetahui kesahihan motif peristiwa miris itu. “Sampai kini kita masih menyelidiki motif sebenarnya, penyebab tewasnya pasangan suami-isteri itu,” kata Kapolres Dedy AKBP Dedy Setyo Yudo Pranoto SSTmK, melalui Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Defrianto SIK, kepada Serambi, kemarin.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Serambi, peristiwa pembunuhan suami isteri itu terungkap dan menghebohkan warga. Ketika anak pertama korban bernama Novita (14) pulang dari ngaji melihat ayah tirinya sudah terkapar di tanah dengan kondisi bersimbah darah. Spontas Novita menangis sembari meraih adiknya yang laki-laki berumur tiga tahun, yang kebetulan juga menangis duduk di tempat tidur. Ia langsung keluar seraya memapah adiknya memberitahukan kepada tetangga bahwa ayah tirinya telah dibunuh.

“Awalnya kami tidak mengetahui jika suami isteri itu telah dibunuh, tapi setelah diberitahukan Novita baru kami ketahui,” tutur Bahagia adik sepupu Sapiah kepada Serambi, Sabtu (19/7) di ruang IGD RSU Sigli, Pidie.

Setelah diberitahukan anak korban, lanjutnya, ia bersama warga lainnya menuju rumah korban yang terpaut beberapa meter dengan rumahnya. Saat tiba dirumah dilihat jasad Abd Wahab hanya memakai kain sarung sudah tidak bernyawa.

 Darah mengililingi jasadnya dengan tangan kanan terputus dan luka robek di bagian kepala. Dan tangan kanan Abd Wahab ditemukan warga 300 meter dari lokasi kejadian. “Saat itu kami pikir isterinya Sapiah telah di bawa lari pelaku, sebab yang kami temukan hanya suaminya yang terletak kaku dengan tangan kanan terputus,” katanya.

Lalu, setelah ditelesuri ternyata ditemukan isterinya juga sudah tak bernyawa yang ditemukan di atas tempat tidur dikelilingi kelambu dengan kondisi menyedihkan. Tangan kanan Sapiah nyaris putus dan satu luka robek di bagian punggung dan luka robek di bahu. “Saat itu kondisi kaka saya tampa berbusana juga bersimbah darah,” kata Bahagia.

Dikatakan, selama ini pasangan suami isteri tersebut sangat baik hubungan dengan orang yang sekampung dengannya. “Yang saya ketahui pasangan itu baik dan tidak pernah berselisih paham dengan orang lain. Dan saya tidak tahu jika Abd Wahab ada masalah di luar. Sebab, selama ini Abd Wahab, selain kerjanya sebagai penambang pasir di sungai, korban kerap bekerja sebagai pemotong padi di sawah milik orang lain ketika musim panen. Bahkan potong padi itu dilakukan di daerah lain,” tutur Boihaki.

Sementara itu, Ubit ibu kandung Sapiah menuturkan, bahwa anaknya tidak pernah bermaslah dengan orang lain. Bahkan, ketika akhir ajalnya menjemputnya, anak buah perkawinannya dengan Yacob (almarhum suaminya-red) tidak pernah mengeluh tentang kehidupan keluarganya. “Sapiah anak ketiga saya dan ia sangat baik dengan tetangga di desanya,” tutur Ubit dengan air mata berlinang.

Dijelaskan, Abd Wahab -Sapiah orangnya tidak pernah menyakiti orang lain. Tutur bahasanya pun tidak pernah menyinggung perasaan setiap warga yang bergaul dengannya.

Tapi, entah mengapa ada orang yang sampai hati membunuh anaknya. Yang sangat menyedihkan, lima anaknya yang kini jadi yatim piatu. Tapi, perempuan tua itu tidak ingat persis indenditas lima cucunya itu. “Bagaimana nasib mereka nanti, konon lagi kami ini orang miskin tidak punya apa-apa,” ucap Ubit yang nampak kerut menghiasi wajahnya.

Kapolres Pidie, AKBP Dedy Setyo Yudo Pranoto SSTmK, melalui Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Defrianto SIK, kepada Serambi, Sabtu (19/7) membenarkan, adanya pembunuhan tarhadap pasangan suami isteri (Abd Wahab dan Sapiah) warga Panteraja, Pidie Jaya. Namun, kini polisi masih mengendus motif sebenarnya kematian pasangan itu. “Kita masih menyelidiki penyebab pembunuhan tersebut,” kata Defrianto via telepon kemarin.(abdullah gani/ m nazar

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/19/22593311/suami.istri.dibantai.tengah.malam


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: