Ariel, Korban Ryan yang Lain?

Senin, 21 Juli 2008 | 11:41 WIB

JOMBANG, SENIN – Sebelum melakukan pembunuhan keji dan mutilasi terhadap tubuh Hari Santoso (40) di sebuah apartemen di Margonda, Depok, Jawa Barat, Verry Idham Henyaksyah alias Ryan (30) diduga membunuh Ariel Somba Sitanggang (34) di rumah orangtuanya. Polisi tengah menggali halaman belakang rumah orangtua Ryan di Jatiwates, Tembelang, Jombang, Jawa Timur, untuk mencari jasad Ariel.

Ariel mengenal Ryan di tempat indekos yang ditempatinya sejak April 2008 di Jalan Karet Pedurenan Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan. Setelah lulus dari IPB Bogor, tahun 2000, Ariel memang banyak berhubungan dengan perusahaan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin sehingga memilih kos karena kalau pulang ke rumah terlalu jauh.

Hal tersebut sesuai penuturan Tiarma Tambunan (66), orangtua Ariel yang tinggal di Cimanggis, Depok. Dua pekan setelah indekos, lanjutnya, Ariel menghubunginya dan mengatakan akan berangkat ke Surabaya bersama Ryan untuk sebuah rencana pembangunan rumah sakit.

“Ketika saya berbicara lewat ponsel, Ariel mengatakan, Ryan yang ditunggunya sudah datang di stasiun. Setelah sampai, ia akan mengabari saya di mana ia akan tinggal di Surabaya,” kata Tiarma.

Namun, sejak saat itu Ariel tak menghubungi kembali. Ariel dinyatakan hilang sejak 23 April 2008 bersama tiga telepon seluler, sebuah kamera, dan laptop. Tiga hari setelah Ariel hilang, orangtuanya melapor ke Polsek Metro Setiabudi dan Polda Metro Jaya.  

Ryan pernah diperiksa polisi karena laporan tersebut, tetapi dilepas kembali karena tidak cukup bukti. Tanggal 24 April polisi datang ke Stasiun Gambir dan memperoleh catatan tiket atas nama Ryan ke Surabaya dengan Kereta Api Anggrek. KA berangkat pada pukul 21.30.

Tiarma mengaku tidak tahu pakaian apa saja yang dibawa Ariel ketika ke Surabaya. “Seingat saya, Ariel pernah memakai kemeja batik yang katanya pemberian Ryan. Itu saja,” katanya.

Kepala Desa Jatiwates Mahmud menyebutkan, April lalu Ryan ke Jakarta selama sebulan, lalu kembali. Setelah itu, Ryan kembali ke Jakarta sampai terungkapnya kasus mutilasi. “Ryan belum punya istri. Di sini juga Ryan ikut orangtuanya.”

Kepala Dusun Maijo Anang Fauzi (33) menambahkan, beberapa tahun terakhir warga menonaktifkan keluarga orangtua Ryan dari semua kegiatan lingkungan.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, polisi mendapat laporan dari sejumlah saksi yang menyebutkan, Ryan menggali lubang di halaman belakang rumah orangtuanya, Achmad-Siatun. Diduga, ia menguburkan pakaian, tas, dan jenazah Ariel.

Namun, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu belum berani memastikan. “Saya belum melihatnya sendiri,” katanya.

Tim yang dipimpinya akan bergabung dengan tim penyidik gabungan Polda Metro Jaya, Polda Jatim, dan Polres Jombang. Polda Jawa Timur akan mengikutsertakan dua dokter forensik saat melakukan penggalian di rumah orangtua Ryan.

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/07/21/11412450/ariel.korban.ryan.yang.lain


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: