Jack the Ripper Asal Jombang Tewaskan Lima Orang

 

Tuesday, 22 July 2008

JAKARTA (SINDO) – Kisah pembunuh berantai legendaris, Jack the Ripper yang menggemparkan London pada 1888, kali ini terjadi di Jombang.


Pelakunya pada abad modern ini adalah Verry Idam Henyansyah, 30, alias Ryan, yang dipastikan polisi telah membunuh lebih dari lima orang. Kisah pembunuhan berantai ini terkuak berawal ditemukannya tujuh potongan tubuh manusia yang diketahui bernama Heri Santoso, 40, di Jalan Raya Kebagusan, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7) pukul 08.00 WIB. Tiga hari kemudian, tim Polda Metro Jaya berhasil menangkap Ryan, pelaku utama mutilasi di rumahnya di Perumahan Pesona Kayangan, Depok, Jawa Barat.

Selain Ryan, polisi juga menangkap Noval Ardiansyah di kamar 309A Blok C Apartemen Margonda Garden Residen, Depok. Serial pembunuhan berantai itu rupanya tidak hanya berhenti di Depok.Korban Ryan lainnya berhasil ditemukan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur sudah terkubur di rumah Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang,Kabupaten Jombang, Jawa Timur,kemarin.

Meski belum diketahui pasti identitas empat jenazah itu, polisi meyakini mereka adalah Ariel Somba Sitanggang, 34, warga Cimanggis, Depok,yang diketahui hilang sejak 24 April lalu. Sementara jenazah lainnya diduga bernama Vincen, warga Jombang, Guntur warga Nganjuk dan Grendy,warga negara Belanda. Yang mengagetkan,Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Birx Tewu mengungkapkan, selain empat jenazah tersebut, dipastikan ada korban lain yang sudah dibunuh Ryan dan dikubur di tempat yang berbeda.

Hingga kemarin, pihaknya masih terus mencari jenazah tersebut. “Polisi masih mencari sejumlah jenazah,” kata Carlo. Latar belakang cinta sesama jenis mewarnai kisah pembunuhan berantai ini. “Pelaku menghabisi korban secara berantai sejak 2007. Untuk sementara, motifnya karena korban tidak mau dinikahi,” kata seorang penyidik polda yang enggan disebutkan namanya.

Kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan petugas forensik dari Polda Metro Jaya,Polda Jatim, dan Polres Jombang mulai melakukan penggalian di belakang rumah Ryan untuk mencari mayat korban pembunuhan. Ryan dihadirkan ke lokasi ini guna menunjukkan lokasi penguburan mayat keempat korbannya itu. Penggalian pertama dilakukan petugas di bekas kolam.

Di lokasi yang berjarak sekitar 15 meter dari kamar mandi rumah pelaku itu, petugas menemukan satu jenazah yang masih dibungkus kain biru muda. Kendati belum dibuka,kondisi mayat masih tampak utuh. Di lokasi itu, petugas juga menemukan dua buah kursi bambu yang digunakan pelaku untuk menutupi mayat korban.

Selain itu, beberapa bongkah pagar beton juga ditemukan terkubur bersama mayat yang diduga tidak lama dikubur itu. Barang-barang lainnya yang ditemukan yakni sebuah kaus putih yang diduga milik korban dan sebuah barbel seberat 5 kg. Seolah tidak puas dengan hasil temuannya itu, petugas kembali menggelandang Ryan ke lokasi penggalian. Petugas memaksa dia untuk menunjukkan lokasi penguburan korban lainnya.

Berbekal informasi yang diberikan Ryan,petugas lantas melakukan penggalian lagi tepat di belakang kamar mandi,yang juga sebagai tempat pembuangan limbah MCK. Di lokasi yang masih berair dan berbau menyengat itu, awalnya petugas hanya mendapati satu jenazah yang juga masih terlihat utuh dan dibalut dengan kain. Melibatkan 17 warga setempat, petugas kembali melakukan penggalian di lokasi yang sama.

Hingga akhirnya, petugas kembali menemukan satu jenazah korban pembunuhan yang diduga dilakukan Ryan.Mengetahui banyaknya mayat yang ditemukan,ribuan warga yang menyaksikan ikut tercengang. Sekitar pukul 15.00, petugas kembali melakukan penggalian di lokasi kedua yang ditunjukkan Ryan. Setelah sekitar satu jam, petugas kembali menemukan jenazah korban keempat pembunuhan Ryan.

Dalam proses penggalian keempat jenazah korban, petugas mengalami gangguan dengan banyaknya warga yang ingin menyaksikan langsung. Bahkan, garis polisi yang dipasang mengitari rumah pelaku,dilanggar warga. Setelah empat jenazah korban berhasil diangkat dari “kuburan pribadi” itu, petugas lantas memasukkan ke kantong jenazah.

Selang beberapa saat,keempat jenazah yang diduga kuat semuanya berjenis kelamin lakilaki itu langsung diangkut empat ambulans.Sesaat setelah itu,Ryan tampak dibawa keluar rumah menuju mobil polisi bernopol L 1759 VF. Penjagaan ketat dari petugas tampak mengiringi perjalanan Ryan menuju mobil. Dengan tertunduk, Ryan sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan.

Setelah digali, empat mayat korban mutilasi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jatim. Keempat mayat langsung dimasukkan ke ruanganinstalasikedokteran forensik.”Kita akan mengautopsi keempat jenazah tersebut untuk memastikan penyebab kematiannya,”kata Direktur Reskrim Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution.

Guru Mengaji

Kenyataan bahwa Ryan diduga terlibat pembunuhan berantai membuat warga Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang,Kabupaten Jombang, terhenyak.Apalagi, sebelumnya warga mengenal Ryan sebagai guru mengaji.

Sehari-hari,pemuda tampan itu dikenal santun, pendiam, dan penuh talenta. Selain pintar dalam membaca Alquran,Ryan dikenal sebagai guru senam dan pemain bola voli yang berbakat. Penyesalan perbuatan Ryan itu diungkapkan Esti, salah satu teman akrab Ryan. Saat melihat di televisi, dia sempat tidak percaya jika yang melakukan mutilasi itu adalah teman akrabnya sendiri.” Terakhir dua bulan lalu.

Dia masih mengaku rutin datang ke Pondok Darul Ulum, Tambak Beras untuk mengajar mengaji. Dan memang sejak lama, Ryan jadi guru ngaji,” tutur Esti. Dia menuturkan, Ryan juga cukup aktif menggeluti dunia oleh raga.Salah satunya adalah senam dan bola voli. Bahkan menurutnya, Ryan menjadi pemain paling unggul di antara teman-temannya. ”Kebetulan suami saya adalah pemain bola voli juga. Jadi, saya tahu betul keseharian dia (Ryan),” ujarnya.

Dengan terbongkarnya kasus ini, dia mulai mengaitkan beberapa peristiwa yang dianggapnya masih bersinggungan dengan cap “gay” yang baru muncul akhir-akhir ini.Menurutnya, sekitar satu tahunlalu,Ryanpernahberseteru hebat dengan salah satu teman karibnya, Irsyad, yang rumahnya tidak jauh dari rumah Ryan. Esti bercerita, Ryan sempat terlibat perkelahian dengan pria yang memang telah lama akrab itu. Perkelahian itu dipicu niat Irsyad untuk mengakhiri masa lajangnya.

Niat itu justru mendapatkan tentangan keras dari Ryan.”Mungkin karena cemburu Irsyad akan menikah, Ryan langsung menghajar Irsyad,” katanya. Namun, perseteruan itu tidak berlangsung lama, lantaran beberapa teman bermain voli Irsyad tidak terima dengan perlakuan Ryan itu. Bahkan,kata dia,Ryan sempat diancam teman-teman Irsyad jika melanjutkan perseteruan itu.

”Setelah diancam dan Irsyad menikah,Ryan jadi jarang tampak di desa ini,” tukas wanita berumur 30 tahun ini. Dia menduga, perginya Ryan ke Jakarta dilatarbelakangi cemburu terhadap Irsyad. Meski tidak mengetahui kebenaran hubungan sesama jenisnya dengan Irsyad, kedekatan Ryan dengan guru salah satu SMK bisa dibilang intim. ”Mungkin frustrasi setelah ditinggal menikah Irsyad,” tebaknya.

Dia sendiri tidak membayangkan bahwa sahabatnya itu bisa melakukan pembunuhan sesadis itu.Apalagi, Ryan mampu menyembunyikan empat jenazah korbannya di belakang rumahnya sendiri. Berkali-kali, dia mengelus dada jika ingat apa yang dilakukan Ryan sebelum ditahan polisi itu. ”Sepertinya,bukan Ryan yang melakukan. Tapi jika benar, penilaian kami selama ini kepadanya, salah besar,” ujarnya kecewa. Sosok pendiam seorang Ryan,juga diungkapkan Samsamun, 50,yang rumahnya bersebelahan dengan Ryan.

Samsamun membenarkan bahwa Ryan adalah pemuda yang rajin salat dan mengaji di salah satu musala di Dusun Ngemplak. Bahkan, kata dia, tidak jarang Ryan berhasil mendidiksiswamengajinya hingga mahir membaca Alquran. (mohammad yamin/tritus julan/zaki zubaidi)

 

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/jack-the-ripper-asal-jombang-tewaskan-lima.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: