Ombak Ganas Tewaskan Dua Nelayan

 

Tuesday, 22 July 2008
JEMBER(SINDO) – Daftar korban keganasan Pantai Pancer,Kecamatan Puger, bertambah. Dua perahu dilaporkan pecah dan terbalik di perairan maut di wilayah Plawangan,Pantai Pancer.


Akibat kecelakaan ini seorang korban ditemukan meninggal dunia dan satu nelayan lainnya dinyatakan hilang. Dua perahu nelayan yang mengalami nahas itu masing-masing milik Raswi dan Rus, nelayan asal Desa Puger Kulon. Perahu Raswi diempaskan ombak hingga pecah pada pukul 03.00 WIB dini hari kemarin.Sementara perahu milik Rus, karam siang kemarin. Saat itu perahu milik Raswi sedang menerjunkan jangkar di dekat Plawangan karena menunggu kondisi ombak mengendur. Namun ketika lego jangkar, angin kencang datang sehingga perahu terbawa ke Plawangan dan selanjutnya membentur karang.

Lima anak buah kapal (ABK) yang berada di perahu ini berusaha menyelamatkan diri. Namun, ABK bernama Maki,50, asal Desa Puger Kulon,tenggelam dan ditemukan di kawasan pesisir dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sementara Suyit, 50, hilang dan masih dalam pencarian. Ketiga nelayan lainnya yakni Raswi, Wagito, dan Jamrud, berhasil menyelamatkan diri saat perahunya pecah.

Nasib nahas juga menimpa perahu milik Rus yang juga karam ketika akan melewati Plawangan. Beruntung, dua ABK perahu ini dapat menyelamatkan diri. Petugas Polisi Air dan Udara (Polairud) Brigadir Agus Riyanto mengatakan, kondisi laut sedang tidak stabil. Dua hari ombak dalam keadaan bagus, lalu tiba-tiba pecah lagi sehingga banyak perahu karam.

“Sejak awal Juli ini tercatat sudah 15 perahu nelayan yang pecah dan karam. Banyaknya korban ini timbul karena ombak tinggi dan tiupan angin yang kencang.Banyak nelayan dipastikan tidak bisa melaut karena ketinggian ombak yang bisa mencapai empat meter ini,”kata Brigadir Agus Riyanto kemarin.

Sementara keluarga korban masih menyisir ping-giran Pantai Pancer untuk mencari jasad Suyitno yang belum ditemukan. Brigadir Agus Riyanto menambahkan, menjelang datangnya bulan Agustus, kondisi ombak di Pantai Pancer mencapai ketinggian puncak.Selain itu, kondisi ini diperparah dengan tiupan angin yang sangat kencang sehingga mempengaruhi arus air dan membahayakan kapal- kapal nelayan yang hendak melaut di kawasan itu.

“Kami mengimbau kepada nelayan untuk lebih berhati-hati. Apabila ingin melaut, lihat dahulu kondisi ombak di sekitar pantai. Kondisi alam semacam ini menjadi dilema bagi para nelayan,”ujarnya. (p juliatmoko)

 

 

Seputar Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: