Ryan Tersangka Mutilasi Dikenal Sopan

Senin, 21 Juli 2008 19:49 WIB

JOMBANG–MI: Very Idham Heniansyah, 30, tersangka kasus mutilasi Heri Santoso, 40, di Kebagusan, Jakarta Selatan pada 12 Juli 2008 dan akhirnya mengembang ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan ditemukan empat mayat korban mutilasi lain, dikenal sosok yang sopan.

“Ryan adalah sosok yang sopan dan kalem, bahkan selama di rumah juga berprofesi sebagai guru ngaji. Hanya saja, dia memiliki sedikit keanehan yaitu sikapnya yang berlaku menyerupai perempuan,” kata kerabatnya, Solikin, di Jombang, Senin.

Di sela-sela menyaksikan penggalian lubang mayat korban mutilasi di rumah orangtua Ryan di Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, ia mengatakan Ryan juga dikenal pandai merias, seperti dalam acara anak-anak di desanya, sehingga dia selalu menjadi tumpuan warga untuk mendandani anak-anaknya yang akan menyemarakkan acara di desa.

“Saya hampir tidak percaya kalau dia melakukan mutilasi seperti itu, karena dia selama ini sopan, kalem, dan menjadi salah satu guru ngaji, bahkan dia sangat disukai anak-anak,” katanya.

Hingga Senin siang, petugas forensik Ditreskrim Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur telah menemukan empat mayat yang diduga korban mutilasi pada dua lubang di belakang rumah Feri Ryansah di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Empat korban mutilasi ditemukan setelah Ryan yang melakukan mutilasi terhadap Heri Santoso di Jakarta Selatan, dikeler ke rumahnya di Jombang.

Dari pengakuan tersangka, awalnya hanya diketahui satu mayat dikubur di belakang rumah, namun saat dilakukan penggalian jutsru ditemukan lebih dari satu mayat yang tertanam di dalam dua lubang.

Oleh karena itu, tersangka yang putra pasangan Ahmad-Siatun itu langsung dikeler ulang, sehingga tersangka akhirnya mengaku ada dua korban dalam satu lubang, kemudian memperlebar galian yang berada di kebun belakang rumah tersangka.

Hasilnya, ternyata petugas menemukan tiga mayat dalam satu lubang, kemudian petugas menginterogasi tersangka yang terborgol itu hingga tersangka mengaku lagi bahwa ada korban lagi (empat korban).

Tersangka mengaku satu korban yang dimaksud itu dikubur di lubang yang tidak jauh dari lubang pertama.

Hasil identifikasi, dua dari empat korban adalah teman dekat tersangka yakni Aril (warga Malang) dan Ikhsan (warga Jombang). Keduanya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Sementara dua korban lagi diidentifikasi bernama Guntur (Nganjuk) dan Grandy (diduga warga negara Belanda).

“Sejak Minggu (20/7), empat petugas Laboratorim Forensik Cabang Surabaya di Mapolda Jatim ada di Jombang untuk membantu tim Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pudji Astuti.

Hingga kini, petugas forensik masih terus melakukan penggalian di dua lubang berbeda itu, bahkan sejumlah warga sekitar tampak berbondong-bondong menonton upaya polisi itu. (Ant/OL-01)

http://mediaindonesia.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: