Dua Penambang Pasir Tewas

Rabu, 23 Juli 2008 | 10:33 WIB

Magelang, Kompas – Dua penambang pasir, Turah (40) dan Imroni (43), ditemukan tewas tertimbun longsoran bukit setinggi 15 meter, tempatnya menambang, di Dusun Drojogan, Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Selasa (22/7). Jenazah Turah berhasil ditemukan pukul 14.00 dan Imroni pada pukul 16.11.

Imroni adalah warga Prampilan II, Desa Adipura, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Turah sendiri merupakan warga Dusun Ketingan, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Proses pencarian korban yang melibatkan jajaran staf Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Magelang, Palang Merah Indonesia Kabupaten Magelang, serta masyarakat setempat ini berlangsung mulai pukul 11.00. Dalam kegiatan itu dipakai empat pompa diesel untuk menyemprotkan air guna mempermudah pencarian.

Markoni (55), paman Imroni, mengatakan, pagi itu, dia diajak Imroni untuk ikut menambang bersama-sama dengan Turah. Saat di lokasi, kegiatan penggalian hanya dilakukan Imroni, sedangkan pamannya dan Turah, menunggu di bawahnya untuk mengangkut material tambang berupa pasir.

Setelah membantu menambang sekitar 1,5 jam, Markoni memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sekitar pukul 10.30, dia pun melihat sisi sebelah utara tebing mulai longsor. Seketika itu juga, Markoni mulai panik.

“Saat itu, saya langsung membereskan barang-barang bawaan dan memperingatkan Imroni serta Turah untuk langsung turun. Namun, peringatan itu tidak digubris,” ujarnya.

Imroni saat itu sudah menggali hingga kedalaman 2-3 meter. Tak beberapa lama bagian atas tebing tempatnya menggali juga mulai berguguran. Markoni kembali memperingatkan, tetapi ketika itu sudah terlambat. Bagian atas tebing longsor dengan cepat dan langsung menimbun Imroni dan Turah.

Menurut keterangan dari warga setempat, Nyonya Saeno, ini merupakan peristiwa longsor kedua yang terjadi selama 10 hari terakhir.

“Sebelumnya, ada pula dua penambang, pasangan ayah dan anak, yang tertimbun longsoran saat menambang. Saat ini, keduanya juga masih dirawat di rumah sakit karena menderita luka-luka yang cukup serius,” ujarnya.

Ny Saeno menerangkan, tebing tersebut sebenarnya merupakan lahan pribadi milik warga bernama Bolkhim (60). Oleh pemiliknya, selama setahun terakhir areal tersebut memang diperbolehkan ditambang oleh masyarakat umum. Sebagai kompensasinya, penambang membayar pemilik lahan dengan sistem bagi hasil.

Tebing yang menjadi lokasi penambangan ini terletak di tepi Kali Keji yang menjadi batas antara Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, dengan Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan. Menurut Ny Saeno, setiap hari tebing ini biasa ditambang oleh sedikitnya 10 orang. (EGI) 

Kompas

One Response to “Dua Penambang Pasir Tewas”

  1. nice blog…visit our blog:
    dipoteknikmagelang.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: