Tiga Pelajar Tewas Tenggelam di Sungai

Kamis, 24 Juli 2008 | 02:10 WIB

Brebes, Kompas – Tiga pelajar Madrasah Ibtidaiyah Fatul Marom di Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas tenggelam saat berenang di Sungai Pemali yang melintas di desa tersebut, Selasa (22/7) pukul 17.00. Mereka adalah Imam Subheki (8), kelas II; serta kakak-beradik, Maya Anggraeni (9) dan Aryo Maulana (7), kelas III dan I.

Sumarto (30), pedagang bubur ayam yang sore itu sedang berada di lokasi kejadian, menceritakan, kawasan tersebut adalah wilayah penambangan pasir. Saat itu dia melihat empat anak turun ke sungai.

“Air sungai memang mulai surut, tetapi ada beberapa bagian yang kedalamannya lebih dari 1,5 meter,” kata Sumarto.

Sejumlah penambang pasir, kata Sumarto, sudah mengingatkan agar anak-anak itu tidak bermain di tempat itu. “Namun, mereka tetap nekat dan mandi di sungai itu. Tidak lama kemudian terdengar teriakan minta tolong,” ujar Sumarto.

“Anak-anak saling minta tolong, termasuk Nila (rekan ketiga korban) yang belum sempat turun ke sungai,” kata Sumarto.

Tenggelam di kubangan

Mengetahui kejadian tersebut, para penambang pasir segera berupaya memberikan pertolongan. Namun, ketiga korban lebih dahulu tenggelam di kubangan, bekas lokasi penambangan pasir. “Jenazah mereka baru ditemukan sekitar satu jam kemudian,” kata Sumarto lagi.

Bariyah (47), ibu dari Imam Subheki, mengatakan, ia sangat terkejut mendengar peristiwa tersebut. Sebab, sore itu anaknya pamit kepadanya dengan alasan akan berlatih drumben di sekolah. “Saya mendapat kabar Imam tenggelam dari tetangga,” katanya.

“Beberapa hari lalu Imam mengatakan kangen dengan neneknya, Samiah, yang sudah meninggal setahun lalu. Namun, saya tidak terlalu menanggapinya. Sebab, selama ini dia memang dekat dengan neneknya,” kata Bariyah.

Menurut Nurhadi (30), paman Imam, kecelakaan seperti itu baru pertama kali terjadi di Desa Kedungbokor. “Korban sebenarnya sudah sering bermain di sana,” katanya meyakinkan.

Jenazah ketiga korban kemarin dimakamkan di Pemakaman Dukuh Curug, Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Larangan Ajun Komisaris Akhmad Dofari, ketiga bocah itu diduga tenggelam akibat tidak bisa berenang. “Sebenarnya sungai tersebut dangkal karena mulai mengalami kekeringan. Air sungai juga tidak mengalir,” ujarnya.

Ia mengakui, beberapa bagian sungai memang sudah membentuk kubangan dengan kedalaman sekitar 3 meter akibat penambangan pasir. “Anak-anak itu masuk ke dalam kubangan dan tenggelam di sana,” kata Akhmad. (WIE)

Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: