Ditemukan Dua Mayat Bayi di Parit Busuk

Jumat, 25 Juli 2008 | 05:18 WIB

Laporan Wartawan Kompas Khaerudin

MEDAN, KAMIS – Dua mayat bayi diduga kembar ditemukan seorang pemulung di Sungai Lubuk Kuda atau yang lebih dikenal sebagai Parit Busuk, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Timur, Kamis (24/7) sekitar pukul 07.00. Mayat bayi ini dipastikan hasil aborsi yang sengaja dibuang oleh pelakunya.

Kedua mayat bayi ini masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Saat ditemukan oleh Indra Irawan (36) pemulung yang biasa mencari barang bekas di Parit Busuk tak jauh dari kantor Kelurahan Sei Kera Hulu, kedua mayat bayi ini disembunyikan ke dalam dua buah toples warna putih yang biasa untuk menyimpan tablet parasetamol. Awalnya Indra tak menduga, benda di dalam toples tersebut berupa mayat bayi.

Ada tiga toples yang ditemukan Indra. Toples pertama berisi usus yang sempat dia kira sebagai usus binatang. Saat membuka toples kedua, Indra menemukan bagian tubuh yang masih dia kira sebagai bagian tubuh hewan, sehingga toples kedua pun dihanyutkan. Namun saat toples ketiga dibuka, Indra langsung menjerit kaget ketika menemukan bentuk kepala bayi.

Saat itu juga Indra langsung memberitahu warga sekitar, tentang penemuannya. Lokasi ditemukannya toples-toples berisi mayat bayi itu, berada persis di bawah sebuah warung kopi tempat warga sekitar berkumpul.

Sekitar pukul 09.30 kedua mayat bayi ini langsung dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan oleh polisi. Menurut Kapolsek Medan Timur AKP Sugeng Riyadi, dua mayat bayi ini dipastikan hasil aborsi yang sengaja dibuang ke Parit Busuk. Meski hasil aborsi, bentuk tubuh kedua bayi ini sudah sangat sempurna. Kedua bayi memiliki organ tubuh yang lengkap. Panjangnya badannya sekitar 30 centi meter dengan berat masing-masing bayi sekitar satu kilogram.

Bayi ini masih diduga kembar, karena menurut keterangan warga setempat, bentuk tubuh kedua bayi berbeda. Salah satu bayi terlihat lebih besar dibanding yang lainnya. “Mungkin saja kembar, tetapi mungkin juga ada dua bayi dari dua ibu yang berbeda,” ujar salah seorang warga.

Polisi masih terus menyelidiki siapa ibu dari kedua bayi ini. Menurut Sugeng, polisi terus mencari keterangan dari warga setempat tentang kemungkinan ibu dari kedua bayi ini. Kami juga bertanya, siapa di antara warga sekitar lokasi dibuangnya bayi ini yang beberapa waktu terakhir terlihat hamil, tetapi sekarang perutnya sudah kempis. “Kalau sudah ditemukan, kami baru menyidik siapa yang membantu proses aborsi ini, apakah dilakukan sendiri oleh ibunya, atau dibantu paramedis,” ujarnya.

Dugaan aborsi dibantu oleh paramedis, terlihat dari tempat menyembunyikan bayi, yakni toples putih yang biasa digunakan untuk menyimpan paracetamol. Di toples tersebut masih tertera stiker bertuliskan paracetamol. Tak jauh dari lokasi ditemukannya kedua bayi, ditemukan banyak bekas sampah medis, seperti kapas alcohol hingga tempat menyimpan jarum suntik.

Menurut keterangan warga setempat, tak jauh dari lokasi tempat dibuangnya kedua bayi, ada salah seorang warga yang pernah ditahan polisi karena kasus aborsi. “Setahu saya dia malah sudah tiga kali ditahan gara-gara kasus aborsi. Dulunya dia bekas perawat,” katanya.

Warga tak berani mengungkap identitas bekas perawat tersebut. Kata mereka, kemungkinan saja yang bersangkutan tak lagi menjalani praktik aborsi. “Kami kan tak mau kalau nanti ternyata tuduhan tersebut tidak benar,” kata mereka.

Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: