Puluhan Gerilyawan Tewas Dalam Pertempuran Di Afghanistan

Jumat, 25 Juli 2008 | 03:26 WIB

KABUL, JUMAT – Pasukan Afghanistan membunuh puluhan gerilyawan, termasuk warga asing, dalam pertempuran di sebuah jalan raya di provinsi Zabul, Afghanistan selatan, Kamis waktu setempat, kata Kementerian Pertahanan Afghanistan. Bentrokan itu terjadi setelah laporan-laporan mengenai serangan oleh gerilyawan di Zabul, menurut kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Tigapuluh-empat mayat teroris, termasuk beberapa warga asing, telah ditemukan di medan pertempuran,” katanya, dengan menambahkan bahwa sejumlah amunisi juga disita. Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah ada korban di pihak pasukan Afghanistan. Kementerian dalam negeri mengatakan, pasukan kepolisian juga terlibat dalam pertempuran itu dan menyebut jumlah kematian Taliban mencapai 70.

Jika dikonfirmasi, maka angka itu akan menjadi jumlah korban tewas terbesar di pihak militan dalam satu hari dalam beberapa pekan terakhir di Afghanistan. Seorang pejabat kepolisian provinsi menyebut jumlah korban di pihak Taliban mencapai 37 dan dua prajurit cedera dalam bentrokan itu.

Taliban, yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah dan pasukan asing, belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai pernyataan itu. Kekerasan meningkat di Afghanistan sejak 2006 ketika Taliban menyatukan lagi kekuatan untuk menghalau pasukan asing dan menggulingkan pemerintah Afghanistan dukungan Barat.

Di provinsi berdekatan Ghazni, pasukan keamanan Afghanistan dan pasukan pimpinan NATO masih melakukan operasi gabungan yang diluncurkan Rabu untuk merebut kembali sebuah distrik dari Taliban, kata aliansi itu. Beberapa pejabat Afghanistan dan NATO mengatakan, sejumlah gerilyawan menjadi korban dalam operasi itu.

Gerilyawan Taliban merebut markas pemerintah daerah di distrik terpencil Ajristan pada Minggu, sebagai bagian dari upaya mereka untuk menguasai daerah-daerah terpencil. Sementara itu, tujuh polisi Afghanistan tewas dalam dua serangan bom terpisah di bagian-bagian lain Afghanistan, kata beberapa pejabat.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Puluhan ribu prajurit koalisi pimpinan AS dan pasukan ISAF pimpinan NATO berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan sekutu mereka. Peningkatan jumlah korban akibat kekerasan yang dilakukan Taliban di Afghanistan telah membuat sejumlah negara berencana melakukan pengurangan atau penarikan pasukan yang tergabung dalam ISAF pimpinan NATO.

Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: