1 Penambang Batu Tewas Tertimbun

 

Saturday, 26 July 2008

PATI (SINDO) – Musibah tanah longsor yang merenggut jiwa kembali terjadi di Pati. Seorang penambang di Dukuh Pandak, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu tewas tertimbun longsoran batu.

Kejadian tragis ini terjadi pukul 15.00 WIB, saat korban yang diketahui bernama Warinah, 70, yang sedang mengumpulkan batu tertimbun longsoran bebatuan dari tebing setinggi lima meter. Nenek yang sudah menjanda itu tewas seketika di lokasi kejadian. Diduga, dia tewas akibat tidak bisa bernafas.

Selain menyebabkan korban meninggal, dua warga Pandak lainnya Sumirah Ruwet, 66, dan Samini, 55, mengalami luka-luka. Sumirah menderita luka di kepala bagian kanan. Sedangkan Samini menderita luka ringan di sekujur tubuhnya. Menurut mantan Kepala Desa Tlogosari Ahmad Yudi, sebelum longsor terjadi, korban bersama dengan dua rekannya bermaksud akan menaikkan batu ke truk dam yang dikendarai Kurdi,warga setempat.

” Sebenarnya hanya tinggal mereka bertiga dan sopir truk. Saat akan menaikkan batu gunung ini,tibatiba datang angin kencang dan bebatuan ini langsung longsor sehingga menimpa ketiga penambang ini yang berada di bawah,” ujarnya. Ahmad menambahkan, Warinah tewas seketika di lokasi kejadian karena tertimbun bebatuan setebal satu meter lebih.

Warga pun mengalami kesulitan saat akan mengevakuasi korban. Luka yang cukup parah di bagian dadanya dan kepala ini diduga menjadi penyebab janda ini tewas. “Korban baru bisa kita evakuasi satu jam kemudian dengan menggunakan alat sederhana,” paparnya. Sedangkan korban Sumirah Ruwet langsung dilarikan ke RS Margoyoso Pati.Sementara Samini oleh warga dibawa ke RSUD Soewondo Pati.

Keberadaan penambang ini, kata Ahmad, sudah ada sejak enam bulan yang lalu. Di Desa Tlogosari ada lima titik lokasi penambangan batu gunung.Banyaknya lokasi penambangan batu ini, dimanfaatkan warga untuk mencari nafkah yang jumlahnya mencapai ratusan penambang. Proses penambangan yang tidak memperhatikan teknik penambangan ini diduga menyebabkan longsor.

Dalam satu rit penambangan akan mendapat upah Rp100.000.Namun uang tersebut hanya diterima penambang Rp60.000 karena sisanya untuk jasa angkutan dan sopir. ” Masalah ini sudah menjadi sorotan masyarakat desa, penambangan yang tegak lurus ini akan menyebabkan longsor,” paparnya. (arif purniawan)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-tengah-diy/1-penambang-batu-tewas-tertimbun-2.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: