Sekeluarga Keracunan, 1 Tewas

 

Friday, 25 July 2008

BANTUL(SINDO) – Mengonsumsi nasi pecel lele membuat keluarga Sumardi, warga Guntur Geni, Poncosari, Srandakan, Bantul,harus meregang nyawa.Nuraini, 31, istrinya,akhirnya tewas keracunan.

Menurut pengakuan Aris, 30, salah satu keluarga korban, kejadian itu berawal saat Sumardi, 40,membeli nasi pecel lele di depan Pasar Surobayan, Srandakan, Bantul, Kamis (24/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah dibawa pulang, nasi pecel lele tersebut kemudian dimakan bersama Nuraini dan anaknya,Fajar,9.

Sekitar satu jam kemudian, ketiganya tiba-tiba merasa pusing-pusing dan mualmual disertai muntah-muntah. Mendapati kejadian tersebut, keluarga langsung membawa mereka ke Puskesmas Sanden. Karena tidak mampu menangani kasus tersebut, pihak puskesmas langsung merujuk mereka ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Namun nahas, di perjalanan korban Nuraini akhirnya tidak dapat bertahan dan menghembuskan napas terakhir.

Dua korban lainnya, Sumardi dan Fajar berhasil selamat dan kemarin siang sudah diperbolehkan pulang. “Kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk membawanya ke rumah sakit. Namun,kalau hasilnya seperti ini,kami juga harus menerimanya,” ujar Aris pasrah. Kapolres Bantul AKBP Stephen M Napiun mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan secara lengkap dari Kapolsek Srandakan atau Kasat Reskrimnya.

“Kita belum dapat laporan,” ujarnya di sela-sela invitasi sepak bola HUT Bantul kemarin. Secara terpisah, Kapolsek Srandakan AKP Sutejo mengungkapkan, polisi belum bisa memastikan penyebab kasus kematian Nuraini meski ada laporan yang menyatakan kejadian berlangsung seusai mengonsumsi nasi pecel lele.

“Kalau mereka benar keracunan pecel lele,bisa dipastikan pembeli lainnya juga akan ikut keracunan.Nah,ini kan tidak.Jadi,untuk sementara kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap barang bukti yang ada. Mulai dari sisa makanan dan barang-barang lainnya,” terangnya. Disinggung apakah penjual pecel lele yang diduga penyebab keracunan tersebut telah diperiksa, Sutejo menambahkan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan kepadanya.

“Ya kan pembeli lainnya tidak apa-apa. Jadi, kami belum memerlukan untuk mendapat keterangan darinya,” ujarnya. Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Siti Noor Zaenab mengatakan telah menurunkan satu tim yang ditugaskan secara khusus meneliti sampelsampel makanan dan bekas muntahan korban yang masih tersisa guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

“Tim kita sudah bergerak dan melakukan pengambilan sampel-sampel baik di rumah korban maupun di rumah sakit. Diharapkan dari sampel itu penyebabnya dapat diketahui setelah dilakukan uji laboratorium. Hasilnya nanti bisa diketahui satu pekan ke depan,”terangnya. (adhitya purna)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-tengah-diy/sekeluarga-keracunan-1-tewas-2.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: