Digerebek, Pencuri Motor Ditembak

31 Juli 2008

SEMARANG- Salah satu otak komplotan pencurian sepeda motor (curanmor) ditangkap Unit Reskrim Polresta Semarang Timur.

Dia adalah Imam Safi’i (20), warga Kampung Kebon Batur, Batursari, Mranggen, Demak. Penggerebekan yang dipimpin Kanit Ranmor Iptu Sukirwanta, Selasa (29/7) sekitar pukul 03.00 itu berlangsung tegang, lantaran tersangka berusaha kabur dan melawan petugas.

Pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu ditembak kaki kirinya. Satu unit Yamaha Yupiter yang ditengarai sebagai hasil kejahatan diamankan sebagai barang bukti.

Kepada penyidik, Imam mengakui sedikitnya lima kali menyikat sepeda motor di sejumlah lokasi di Kota Semarang. Di antaranya di Perumahan Tlogosari, Mrican, dan Kedungmundu. Modus yang digunakan yaitu menggunakan kunci T untuk merusak kunci kontak.

”Setiap beraksi minimal dengan satu orang teman. Namun, pasangan selalu berganti-ganti. Sepeda motor saya jual kepada seorang di Kota Blora,” kata Imam.
Lelaki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap itu mengakui aksinya tersebut dilakoni sejak setahun lalu. Dia berhasil menggasak sejumlah motor, di antaranya Yamaha Yupiter dan Mio. Kendaraan tersebut dijual seharga Rp 2 juta – Rp 2,5 juta.

Sementara Kapolresta Semarang Timur AKBP Beno Louhenapessy melalui Wakapolresta Kompol I Nengah Wirta mengatakan, kasus curanmor di wilayah hukum polres setempat menempati peringkat tertinggi dibanding tindak kriminalitas lain.

Jumlah kasus pada tahun 2008 yaitu triwulan I sebanyak 77 kasus dan triwulan II sebanyak 78 kasus. Sementara jumlah pengungkapan tahun 2008 yaitu pada triwulan I sebanyak 5 kasus dan triwulan II sebanyak 4 kasus.

Satu Pintu

Wakapolresta mengimbau perumahan atau perkampungan diminta menggunakan sistem keamanan satu pintu sebagai jalur masuk atau keluar. Hal itu dinilai dapat mengurangi tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang akhir-akhir ini masih kerap terjadi.

”Untuk mengantisipasi curanmor diperlukan peran serta aktif dari masyarakat. Itu dapat dimulai dengan sistem pengamanan swakarsa, seperti siskamling. Perumahan atau perkampungan hendaknya memakai sistem keamanan satu pintu,” kata Wakapolres, baru-baru ini.

Dengan model pengamanan tersebut, lanjutnya, warga dapat mengetahui identitas orang yang masuk-keluar di perumahan. Pelaku kejahatan yang hendak menjalankan aksinya harus berpikir duakali untuk menyikat sepeda motor atau mobil di perumahan dengan model pengamanan satu pintu.

Selain itu, pemilik kendaraan juga diminta memasang kunci pengaman tambahan, seperti kunci roda dan alarm.

”Kendaraan bermotor juga jangan di parkir di lokasi gelap. Parkirlah di tempat resmi dan aman. Itu salah satu langkah antisipasi menekan tingginya angka curanmor.” (H40,H21-18)

http://www.suaramerdeka.com/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: