Enam Pekerja Ditemukan Tewas

Senin, 4 Agustus 2008 | 07:03 WIB

BANDUNG, SENIN – Enam pekerja proyek pembangunan irigasi (bendungan) Cimangah I di Kampung Urug Jambe, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, ditemukan tewas, Minggu (3/8). Belum diketahui penyebab kematian para korban yang saat ditemukan sudah terbujur kaku di dalam tenda terpal di lokasi proyek.

Lima korban tewas tercatat sebagai warga Kampung Pakuwon, Desa Pangadegan, Cisurupan, Garut. Masing-masing Aca (30), Ayip (45), Tatang (30), Dede (22), dan Latif (22). Seorang pekerja lainnya, yaitu Dodo, tinggal di Desa Banjarwangi.

“Mereka sudah seminggu menginap di tenda terpal di sekitar lokasi proyek. Sekitar jam sembilan ada orang datang mengabarkan musibah itu. Kebetulan lima korban dari Kampung Pakuwon masih ada hubungan keluarga. Aca anak kandung Ayip. Lainnya ada yang mantu atau keponakan Ayip,” jelas Ade Ajat (45), mertua Aca sekaligus besan Ayip, saat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Belum diketahui penyebab kematian mereka. Keenam jasad korban kemarin diautopsi di RSHS untuk mencari penyebab kematian mereka. Menurut Ade, saat ditemukan, di sekitar mulut para korban terlihat semacam buih. Selain itu, dari telinga salah satu korban terlihat ada bercak darah.

Seperti Tidur

Para korban pertama kali ditemukan Ajang Kosasih (35), mandor proyek pembangunan irigasi itu. Sekitar pukul 07.00, Ajang bermaksud membangunkan para pekerja yang tidur di tenda berukuran 4×5 meter dengan tinggi 1,8 meter tersebut. “Saat membuka penutup tenda, saya melihat keenam pekerja saya masih telentang seperti sedang tidur. Namun, saat saya bangunkan, mereka tidak bergerak. Setelah saya periksa, ternyata mereka sudah meninggal,” tutur Ajang.

Ajang memanggil pekerja lainnya dan kemudian melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Kapolres Garut AKBP Rusdi Hartono mengaku belum bisa memastikan penyebab kematian korban. “Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” ujar Rusdi kemarin.

Ia juga enggan berspekulasi bahwa korban tewas akibat keracunan makanan yang mereka santap malam hari. Sejumlah saksi menyebutkan, mereka bersantap malam bersama pekerja lainnya di tenda sekitar pukul 18.00. “Setelah makan, pekerja lainnya pulang, sementara enam pekerja tidur di tenda,” katanya.

Rusdi memperkirakan para korban meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan, yaitu Sabtu (2/8) malam atau Minggu (3/8) dini hari. Saat ditemukan, katanya, jenazah sudah dalam keadaan kaku. Hingga kemarin sore, pihaknya telah menanyai empat saksi, yaitu para pekerja dan mandor proyek.

Jalan Setapak

Menurut Diat (31), kakak almarhum Dede, belum ada bangunan irigasi yang dibangun para pekerja di lokasi proyek. Baru ada jalan setapak agar truk pengangkut bahan-bahan material dapat melaju. Pengerjaan tembok selebar dua meter pun belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

“Kalau pekerja proyek, kabarnya ada puluhan, tapi cuma enam orang yangnginap di lokasi. Katanya ada seorang kenek beko yang kebagian piket, tapi tidak tidur di tenda bersama enam pekerja lainnya,” jelas Diat. (Kemal Setia Permana/Ricky Reynald Yulman)

Kompas 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: