Cinta Sampai Mati Tenggelam di Kali

Rabu, 6 Agustus 2008

BEKASI (Pos Kota) – Demi cinta yang suci, seringkali pria bersumpah berani mendaki gunung dan menyeberangi lautan. Tapi Hendra, 25, dari Bekasi ini bernasib lain. Baru menyeberangi Kalimalang demi membuktikan cintanya pada istri, langsung tewas tenggelam. Gegerlah warga Bekasi Timur, dan Dian, 24, sang istri pun menangis meraung-raung.

Peristiwa tragis sekaligus ironis ini terjadi Senin (3/8) sore, di saluran irigasi Tarum Barat (Kalimalang), dekat jembatan Tol Bekasi Timur, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur. Jenasah Hendra ditemukan 25 jam kemudian di lokasi latihan dayung Unisma Bekasi, setelah petugas SAR Pemda Bekasi dibantu masyarakat sekitarnya, mengobok-obok sepanjang aliran Kalimalang ke arah barat.

Aksi nekad warga Kompleks Poleko Blok C 15, Kp Kebon Kelapa RT 01/01, Tambun Selatan ini, bermula dari persoalan rumahtangga yang tak harmonis dengan istrinya, Dian. Masalahnya, sebagai sales sepeda motor diam-diam Hendra punya WIL (Wanita Idaman Lain), sehingga keributan akibat kecemburuan istri, menjadi menu sehari-hari.

Sampailah pada kejadian Senin sore naas itu. Sejumlah tukang ojek yang tengah mangkal di pintu tol timur melihat sekitar pukul 15.30 Hendra ribut dengan dua wanita di dekat Pos Polantas. Rupanya yang satu adalah Dian istrinya, dan yang satunya lagi sang WIL. “Mereka ribut besar, sampai wanita yang lebih muda itu pergi meninggalkannya,” kata tukang ojek bernama Yana, 30, pada Pos Kota.

Hendra yang karyawan dealer motor itu berusaha menyusul, tapi dihalang-halangi oleh istrinya. Keributan gelombang kedua pun terjadi, sampai kemudian Dian timbul gagasan untuk menguji sampai sejauh mana kadar cinta suami. Katanya, sebagaimana yang didengar para saksi mata, jika Hendra memang cinta sejati pada istri, harus berani menyeberangi Kalimalang.

Sebagai lelaki, Hendra pantang mengaku kalah dipermalukan di depan khalayak. Karenanya, meski kurang mahir berenang, dia nekad meladeni tantangan istrinya tersebut. “Oke, oke, lihat nih saya akan menyeberangi Kalimalang,” kata Hendra sambil melepas baju dan celana panjangnya, sehingga tinggal pakai kolor saja.

Disaksikan istri dan banyak tukang ojek, perenang tunggal non PON XVII Samarinda itu mulai menunjukkan aksinya. Byurrrrr…..lelaki anak kedua dari lima bersaudara ini nyebur berenang dari sisi Jl KH Noer Ali hingga ke sisi sebelah selatan. Sukses dengan demonya yang pertama, Hendra kemudian kembali menyeberang ke arah sisi utara. Tapi sial, saat dia sampai di tengah-tengah kali, sepertinya dia terkena kram dan tenggelam, ….haeppp, haepppp!

Dian yang melihat kejadian itu berteriak histeris minta tolong. Beberapa tukang ojek dan warga sekitar berdatangan, namun tidak ada yang berani menolong. Polisi pun dilapori dan petugas SAR Pemkab Bekasi dari Kesatuan Bangsa diterjunkan. Pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Tapak Giri Unisma, Lingkar Pelangi, Palaseta dan sejumlah warga. Korban baru ditemukan Selasa sore hari berikutnya, setelah berada di air Kalimalang 25 jam, di lokasi latihan dayung Unisma Bekasi.

Polsek Bekasi Timur yang menangani kasus ini segera membawa lelaki yang aktif di lingkungannya ke RSU Kota Bekasi.

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=42646&ik=2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: