Kesulitan Ekonomi, Ibu Bunuh Bayinya

Selasa, 5 Agustus 2008 | 20:01 WIB

TEMANGGUNG, SELASA –  Walsiyem(33) alias Cinduk, warga Desa Kwarakan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, ditangkap polisi karena diduga kuat membunuh bayi laki-lakinya yang baru berusia dua hari. Bayi itu kemudian dibuang di semak-semak, dan ditemukan warga dalam keadaan tanpa kepala pada hari Jumat (1/8) lalu.

Perbuatan Walsiyem itu dilakukan pada hari Selasa (29/7), tetapi baru diungkap polisi, Selasa (5/8) . Diduga, perbuatan tersangka dilatarbelakangi kesulitan ekonomi. “Saat ini, kami masih menyelidiki apakah suami tersangka terlibat dalam pembunuhan ini,” kata Kepala Kepolisian Resor Temanggung Ajun Komisaris Besar Muhammad Zari. 

Walsiyem dan suaminya, Waldiyono (35), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Motif ekonomi diduga menjadi alasan kuat pembunuhan bayi itu mengingat pasangan ini sering mengeluhkan masalah keuangan dan kesulitan membesarkan tiga anak mereka yang lain.

Saat ini, Walsiyem ditahan di Polres Temanggung. Dalam tahanan Walsiyem terus menangis dan sulit ditanyai, sehingga pemeriksaan belum bisa berlangsung lancar..

Bayi yang dibunuh dan dibuang itu Walsiyem itu merupakan anak keempat keluarga Waldiyono-Walsiyem. Jasad bayi ditemukan oleh warga Dusun Delen, Desa Tleter, Kecamatan Kaloran, saat kerja bakti membersihkan tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tleter, Jumat (1/8) lalu. Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus dalam plastik tanpa kepala.

Tersangka dinilai melanggar Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3 dan 4, serta Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 341. Berdasar KUHP, pelaku diancam hukuman lima tahun penjara. Namun, mengacu UU Nomor 23/2002, pelaku diancam hukuman minimal 10 tahun penjara.

Dipotong lehernya

Dari keterangan kepada polisi, dalam keadaan hamil tua Walsiyem diantar suaminya ke rumah ibunya, Sepi (50), di Dusun Delen, Desa Tleter, pada hari Senin (28/7) lalu. Walsiyem bermaksud membantu Sepi memanen kopi. Sekitar pukul 23.00, Walsiyem merasa mulas. Selasa (29/7) pukul 02.00, Walsiyem melahirkan bayi di kamar mandi. 

“Saat itu, pelaku tidak tahu apakah bayinya hidup atau mati. Untuk memastikan agar anak itu meninggal, dia memenggal leher bayi hingga putus dengan pisau dapur,” ujar Zari. Kemudian jenazah bayi dibungkus plastik dan dikubur di TPU Desa Tleter. 

Menurut Zari, proses kelahiran serta pembunuhan ini tidak diketahui oleh warga Desa Tleter, karena warga tidak tahu Walsiyem dalam keadaan hamil tua. Lewat pengumpulan data ibu hamil di Kecamatan Kaloran, serta keterangan dari perangkat desa dan warga Desa Kwarakan, kecurigaan mengarah ke Walsiyem.

Ketika didatangi petugas dari Polres Temanggung, Senin (4/7) sore, Walsiyem langsung menyerahkan diri tanpa perlawanan dan mengakui semua perbuatannya.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/05/20010086/kesulitan.ekonomi.ibu.bunuh.bayinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: