Siswa Tewas Diterkam Buaya

 

Wednesday, 06 August 2008

LABUHANBATU (SINDO) – Seorang siswi kelas II SMP Advent,Arta boru Samosir,15 warga Desa Sei Apung,Kecamatan Kualuh Hilir,Kabupaten Labuhanbatu, tewas disambar buaya saat mandi di tangkahan Sungai Kualuh, Sei Apung.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (3/8), sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang nelayan tradisional Baktiar Lubis menyatakan, sore itu Arta br Samosir sedang mandi di Sungai Kualuh.Tiba-tiba seekor buaya menerkam kaki korban,lalu menyeretnya hingga ke tengah sungai.

Masyarakat Sei Apung yang mengetahui peristiwa tersebut langsung mengejar buaya. Setelah ditelusuri ke pinggiran Sungai Kualuh, korban ditemukan, tapi kaki kiri korban hilang karena diterkam buaya. Warga lainnya Zulfan Azhari Siregar memaparkan, tiga bulan terakhir ini sudah dua orang menjadi korban. Sebelumnya, korban berusia 9 tahun sedang mandi bersama teman-temannya tewas dimangsa buaya.

”Korban ini hilang selama tiga hari. Buaya itu memunculkan korban ke tepi sungai,tapi sudah mayat. Buaya itu memang ganas,”tutur Zulfan. Korban keganasan buaya dialami keluarga Simanungkalit pada 2005.Saat itu anak mereka, Jualiana br Simanungkalit, berada di Tangkahan Bostan Pantai Belanak,Sungai Kualuh. Dia tidak ikut mandi bersama teman-temannya.

”Teman-teman Juliana yang sedang mandi tidak menjadi sasaran buaya,justru Juliana yang berada di pinggir sungai diterkam buaya itu sampai tewas,”ujar Zulfan. Untuk mencari mayat Juliana, keluarganya harus mendatangkan pawang buaya dari Riau. ”Buaya berhasil ditangkap pawang, tapi hanya tangan dan jari-jari korban yang tinggal di dalam perut buaya setelah dibelah perutnya,” tutur Zulfan menceritakan keganasan buaya di Sungai Kualuh itu.

Zulfan menambahkan, ada berbagai jenis buaya di kawasan Sungai Kualuh, antara lain buaya tembaga yang kulitnya menyeramkan dan bergigi runcing. Lalu, buaya katak,yakni sejenis buaya ganas yang mengejar mangsanya hingga daratan. Juga ada buaya ikan yang ukurannya lebih kecil dan tidak ganas terhadap manusia.

Hingga sekarang, buaya yang menerkam Arta belum diketahui jenisnya.”Perlu pawang buaya dan biayanya mahal, bisa Rp6 juta. Belum lagi biaya-biaya lain.Biasanya,pawang buaya itu dipanggil dari Riau,” tandasnya. (sartana nasution)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/siswa-tewas-diterkam-buaya-2.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: