Sepuluh Nyawa Melayang Per Hari

[ Kamis, 07 Agustus 2008 ]

PERTUMBUHAN jumlah sepeda motor diyakini memicu semakin bengkaknya angka kecelakaan. Buktinya, selama satu semester 2008 (Januari-Juni), jumlah kecelakaan di jalan raya melebihi 5.000 kasus. Angka korban meninggal juga memprihatinkan, 10 orang per hari.

”Tren kecelakaan memang sedang naik. Selama enam bulan, jumlahnya sudah mencapai 5.277 kasus. Jika dirata-rata, terjadi sekitar 30 kasus kecelakaan dalam sehari,” jelas Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombespol Condro Kirono dalam diskusi dengan Darma Safety Drive di Hotel Agis kemarin (6/8).

Bukan hanya angka kecelakaan. Jumlah pengendara yang tewas sia-sia di jalan raya diakui polisi juga naik. Dalam enam bulan, tercatat 1.790 orang meninggal. Jika dirata-rata, per hari sekitar 10 nyawa melayang.

Condro menyatakan, dari hasil analisis dan evaluasi (anev) kecelakaan, polisi memberi perhatian khusus terhadap sepeda motor. Sebab, roda dua itu masih berada di peringkat pertama kendaraan yang terlibat kecelakaan. Jumlahnya mencapai 6.026 unit (selengkapnya lihat grafis).

Menurut dia, polisi sampai kehabisan cara untuk menekan angka kecelakaan tersebut. Sebab, selama ini, berbagai cara sudah dilakukan. Mulai memperketat pembuatan SIM (surat izin mengemudi) hingga melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama lembaga pendidikan.

”Pertumbuhan sepeda motor bisa menjadi salah satu faktor. Sebab, tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan. Level nasional saja, pertumbuhan jalan hanya 2 persen. Di Jatim, pertumbuhannya tidak sampai 1 persen,” ucapnya.

Pemimpin Darma Safety Drive I Komang Ferry menyatakan, pertumbuhan sepeda motor memang sedang subur-suburnya. Untuk wilayah Surabaya saja, dalam sebulan, penjualan sepeda motor lebih dari 6.000 unit. ”Itu Surabaya, belum Jatim. Pertumbuhan kendaraan tersebut memang harus dipikirkan bersama,” tegasnya.

Dia menjelaskan, kerja keras polisi untuk mengantisipasi lalu lintas tak akan ada cukupnya. Masyarakat harus ikut berpartisipasi. Karena itu, Darma Safety berencana menggandeng polda untuk menggali aspirasi masyarakat mencari solusi untuk menekan kecelakaan.

”Kami mulai dulu menggali aspirasi melalui media. Kami ingin tahu bagaimana pemikiran masyarakat agar kecelakaan bisa ditekan, selain lebih tertib berlalu lintas. Mungkin ini bisa jadi entry point bagi kepolisian dan pemerintah,” ucapnya. (fid/fat)

http://www.jawapos.co.id/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: