Diduga Gara-gara Rp 20.000, Balita Meninggal

Jumat, 8 Agustus 2008 | 13:40 WIB

MAKASSAR, JUMAT – Pimpinan dan pengelola Puskesmas Barabaraya, Makassar, meminta maaf kepada keluarga Nazar, bayi berusia dua bulan, yang meninggal di puskesmas itu, Rabu (6/8).

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Puskesmas Barabaraya dr Emmiyati menyampaikan hal tersebut kepada ayah Nazar, Syafaruddin (40), di ruangan Kepala Puskesmas, Kamis.
 
“Kita semua menyesalkan kejadian ini dan atas nama staf di sini (puskesmas) saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Pak Syafar,” kata Emmiyati.

Emmiyati baru ditunjuk sebagai pjs kepala puskesmas karena pejabat sebelumnya, drg Nurhasanah Palinrungi MKes, dipindahkan ke Rumah Sakit Haji Makassar yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Nazar meninggal di Puskesmas Barabaraya, Makassar, karena diduga terlambat mendapat pengananan medis karena orangtuanyan tidak sanggup menyiapkan Rp 20.000 untuk jasa medis di tempat tersebut. Menanggapi permintaan maaf tersebut, Syafaruddin mengaku memaafkan para petugas di puskesmas tersebut. Namun, dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Syafaruddin yang juga Ketua Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Barabaraya datang mengenakan baju gamis berwarna putih dan bersorban putih.

Dia didampingi kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang diusung PKS, Halim Abd Razak dan Jafar Sodding. Jafar adalah Wakil Ketua DPRD Makassar (nonaktif) dan mantan Ketua PKS Makassar.

Dalam kesempatan terpisah, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin Prof Dr Amran Razak MSc mengatakan, Gubernur Syahrul Yasin Limpo harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Gubernur harus bertanggung jawab karena dia sudah membuat kontrak politik dengan masyarakat dalam kampanye untuk kesehatan gratis,” tegas Amran kemarin.

Mencair

Pertemuan Syafaruddin yang didampingi seorang kerabatnya dengan pimpinan puskesmas berlangsung santai. Sehari sebelumnya, kerabat Syafaruddin emosional saat mengetahui Nazar tewas karena terlambat mendapat pelayanan di Puskesmas Barabaraya. Namun, Syafar meminta kerabatnya tenang dan menyerahkan penanganan kasus tersebut pada mekanisme yang ada.

Dalam pertemuan tersebut, Emmiyati yang didampingi dr Nadjib yang sehari-hari bertugas di poli umum menjelaskan kembali kronologi yang menyebabkan bayi Nazar meregang nyawa. Halim dan Jafar berharap, pelayanan kepada masyarakat berkualitas dan tanggap dengan keluhan masyarakat. “Kan sudah ada kesehatan gratis. Kalau namanya gratis ya harus gratis. Ini soal komitmen kita saja,” kata Halim yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha.

Suasana pelayanan di Puskesmas Barabaraya berjalan normal, termasuk di ruangan UGD. Puskesmas ini berstatus puskemas plus dengan tambahan pelayanan UGD 24 jam, rawat inap, dan pelayanan persalinan. Bahkan puskesmas ini sudah mendapat sertifikat ISO 9001-2000 untuk pelayanan prima. Halim dan Jafar sempat berkeliling dan memantau proses pelayanan di puskesmas tersebut.(tribun timur)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/08/13401373/diduga.gara-gara.rp.20.000.balita.meninggal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: