Tewas saat Dikeler Polisi

 

Friday, 08 August 2008

KEDIRI(SINDO) – Seorang tersangka pencurian kendaraan bermotor (ranmor) tewas saat diminta polisi menunjukkan lokasi pencurian.

Polisi berkeyakinan,tersangka melompat dari mobil polisi yang sedang melaju. Keterangan itu diragukan keluarga. Kasatreskrim Polresta Kediri AKPP David Subagio mengatakan, kejadian itu bermula ketika anggotanya sedang memburu 15 pelaku ranmor yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku bernama Towi,36,warga Pasuruan.Saat hendak ditangkap, secara kebetulan Towi berada di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. “Anggota kami langsung mengejar dan berhasil menangkapnya saat itu juga ia kami minta menunjukkan lokasi pencurian ,”ujar David.

Menurut pengakuan Towi, ada tiga lokasi yang ia akui sebagai tempat melakukan pencurian. Termpat tersebut antara lain Kelurahan Ngronggo, Perum Permata Biru, dan Kelurahan Bence,Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Saat diminta menunjukkan lokasi pencurian (dikeler) di Kelurahan Ngronggo itulah tersangka berusaha melarikan diri.

Menurut David,Towi yang berada di dalam mobil bersama tiga petugas nekat membuka pintu mobil dan meloncat keluar. Nahas,Towi terjatuh tepat ke dalam Sungai Brantas yang mengalir deras. Dalam sekejap tubuhnya hanyut terbawa air dan ditemukan petugas saat tersangkut di tepian sekitar 50 meter dari lokasi terjun.

Karena kondisinya yang cukup memprihatinkan, petugas langsung melarikan Towi ke RS Bhayangkara Kediri. Belum sempat mendapat pertolongan tim medis,Towi meninggal dalam perjalanan. “Sesuai hasil autopsi, paruparunya membengkak kemasukan air. Ia tidak bisa berenang saat berusaha melompat ke sungai,”ungkap David.

Disinggung kemungkinan adanya siksaan yang dialami tersangka selama dalam kendaraan, David membantahnya. Menurutnya, semua tindakan petugas sudah sesuai prosedur penangkapan. Sayangnya, ia tidak mengizinkan wartawan melihat kondisi tubuh korban seusai menjalani autopsi di RS Bhayangkara kemarin.

Ia juga mempersilakan pihak keluarga untuk menuntut kepolisian jika dianggap lalai dan menyebabkan Towi meninggal. Pihak keluarga Towi menyesalkan peristiwa tersebut. Mereka meragukan keterangan petugas tentang penyebab kematian bapak satu anak itu.

Apalagi dalam kondisi dikawal petugas di dalam mobil, tidak mungkin bagi Towi untuk mudah membuka pintu dan melompat keluar.”Kalaupun terjatuh di sungai, adik saya sangat pintar berenang. Masak tercebur sungai saja langsung meninggal dengan jarak hanyut hanya 50 meter,” ujar Santi,kakak ipar Towi.

Menurut Santi, saat ini kondisi Ida, 30, istri Towi tengah hamil enam bulan dan memiliki anak berusia empat tahun. Saat menjemput jenazah Towi di RS Bhayangkara kemarin, ia mengatakan keluarga masih berunding untuk mengajukan gugatan hukum kepada polisi. (hari tri wasono)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/tewas-saat-dikeler-polisi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: