Basis Militer Georgia Digempur

AP /George Abdaladze

Tentara Rusia berjaga di pos pemeriksaan di Desa Ergneti, Georgia, baru-baru ini. Pertempuran hebat terjadi setelah Georgia menyerang Ossetia Selatan yang banyak dihuni keturunan Rusia. Moskwa turut membalas serangan Georgia.

[DZHAVA] Sejumlah pesawat tempur Rusia dilaporkan melakukan penyerangan terhadap tiga basis militer Georgia dan fasilitas utama pengapalan minyak ke Barat.

Menteri Dalam Negeri Georgia, Sabtu (9/8) mengumumkan serangan ini telah dilakukan sejak Jumat malam. Sejumlah saksi mata menyebutkan ratusan warga sipil terbunuh. Rusia telah mengirimkan sejumlah tank lapis baja ke Ossetia Selatan, Jumat (8/8) setelah Georgia yang menjadi sekutu AS, melancarkan serangan ke daerah yang ingin memisahkan diri dari Georgia tersebut.

Penyerangan yang telah menghancurkan ibu kota Tskhinvali ini, ibarat membuka perang besar yang lebih luas antara Georgia dan Rusia sekaligus meningkatkan ketegangan antara Moskwa dan Washington. Georgia mengatakan mereka melakukan penyerangan karena adanya serangan dari pemberontak, yang ingin memisahkan diri dari Georgia.

“Saya melihat mayat-mayat berserakan di jalanan, dekat bangunan yang roboh dan juga di dalam mobil,” kata Lyudmila Ostayeva (50), yang baru saja tiba bersama keluarganya di Dzhava, sebuah desa dekat perbatasan dengan Rusia. ”

Pertempuran ini pecah di saat semua mata dan perhatian dunia ditujukan pada pembukaan Olimpiade Beijing dan banyak pemimpin dunia termasuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS George W Bush berada di sana.

Penyerangan ini membuat Presiden Georgia Mikhail Saakashvili harus menghitung lagi kekuatannya untuk tetap bisa memiliki kontrol atas Ossetia Selatan. Para pemberontak ingin bergabung dengan Ossetia Utara, yang menjadi bagian wilayah Rusia.

Saakashvili setuju bahwa waktu penyerangan ini secara kebetulan bersamaan dengan pembukaan Olimpiade, namun ia menuduh Rusia sebagai penyerang. “Sebagian besar pengambil keputusan sedang berlibut. Momen yang luar biasa brilian untuk menyerang sebuah negara kecil,” ujarnya kepada CNN.

Untuk mencegah pertempuran yang lebih luas, para diplomat mengeluarkan pernyataan yang meminta kedua belah pihak untuk menghentikan penyerangan. Dewan Keamanan PBB telah menggelar pertemuan mendadak dengan kedua belah pihak. Para pejabat mengatakan pertemuan dengan pihak ketiga akan kembali dilakukan Sabtu ini.

Menlu AS Condoleezza Rice mendesak Rusia untuk menghentikan serangan udara dan misil serta menarik pasukannya dari wilayah Georgia. Rice mengatakan AS ingin agar Rusia menghormati kedaulatan Georgia dan menyetujui mediasi internasional.

Pemimpin pemerintahan pemberontak Ossetia Selatan, Eduard Kokoity mengatakan sekitar 1.400 orang terbunuh akibat serangan tersebut. [AP/N-3]

Last modified: 9/8/08

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/09/index.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: