Diduga Akibat Kemiskinan Bapak Stres Bunuh Anak

11/08/2008 11:55 wib – Daerah Aktual
Berencana Habisi Seluruh Anggota Keluarga

Kajen, CyberNews. Diduga stres akibat didera kemiskinan, seorang bapak tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri dengan cara mencekik  dan mengikat jasad korban di pohon mangga, Senin (11/8) pagi tadi. Bahkan, tersangka sebelumnya berencana membunuh seluruh anggota keluarganya.

Tersangka, Teguh Santoso (35), warga Dukuh Kedaung Rejo RT 09 RW 04, Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo ditangkap aparat Polsek Wonopringgo tanpa perlawanan, beberapa jam setelah diduga membunuh anak kandungnya sendiri itu. Korban, Amat Bahar (6) siswa TK Getas ditemukan tewas terikat di pohon mangga setinggi 3 meter di dekat kali.

Pagi tadi, aparat Polres Pekalongan dan Polsek Wonopringgo masih memintai keterangan tersangka dan istrinya, di Mapolsek Wonopringgo. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Aan Suhanan Msi didampingi Kasat Reskrim AKP Sugeng langsung terjun ke lokasi kejadian.

Ketua RT, Bambang Suprihatin mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang warga, Kus, sekitar pukul 06.00. Kus kemudian melaporkan kejadian tersebut kepadanya dan langsung meneruskannya ke Polsek Wonopringgo. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telanjang bulat terikat di pohon mangga.

Sedangkan tersangka tidur di dahan tepat di bawah jasad korban. “Saat warga mulai ramai berdatangan, Teguh (tersangka, red) terjatuh dari pohon dan diamankan polisi,” terang Bambang.

Proses evakuasi jasad korban menarik ratusan warga sekitar. Arus lalu lintas di Jalan Raya Wonopringgo, tepatnya di depan asrama TNI 407 sempat tersendat. Jasad korban dibawa ke RSUD Kraton untuk diautopsi.

Dikumpulkan

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Aan Suhanan MSI melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng yang ditemui di sela-sela evakuasi menerangkan, korban diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, yakni Teguh Santoso (35). Korban dibunuh dengan cara dicekik kemudian diikat di atas pohon mangga.

“Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, tersangka membunuh anaknya karena stres tidak punya uang. Saat diikat di atas pohon, korban sudah meninggal,” terang Sugeng. Tersangka diduga membunuh anaknya sekitar pukul 00.00-01.00 dinihari tadi.

Saat itu, seluruh anggota keluarganya, yakni istrinya, anak pertamanya, Udin (8), siswa kelas 2 SD, dan korban, dibangunkan dari rumah dan dibawa ke area kolong merpati di areal persawahan di sebelah selatan desa.

Setelah dikumpulkan, tersangka membawa anak terakhirnya ke bawah pohon mangga di sebelah barat area kolong. Diduga, di sini korban dicekik hingga tewas. Sedangkan, istri dan anak pertamanya urung dibunuh karena menolak.

Tersangka di hadapan penyidik mengakui membunuh anaknya karena mencari kesempurnaan atas perintah Tuhan. Dia berencana membunuh seluruh anggota keluarganya, yakni istri, anak pertama, Udin (8), dan Bahar. Namun, istri dan anak pertamanya menolak, sehingga urung dibunuh.

“Saya membunuh karena perintah Tuhan, demi mencapai kesempurnaan. Saya membunuh anak yang paling kusayangi. Istri dan anak saya yang lain menolak,” terang tersangka.

(Wws, kal /smcn)

http://suaramerdeka.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: